Sabtu, 12 Januari 2019

E-Marketing (manajemen Pemasaran Global)


BAB I
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang
Seiring berkembangnya teknologi di era yang semakin modern, kalangan masyarakat seringmenjual barang atau jasa melalui internet. Konsep menjual di internet sebenarnya tak ubahnya dengan bisnis offline (konvensional) seperti pada umumnya, yakni kita bisa menjual dan membeli apapun macam dan jenis produk yang ada di dunia offline. Perbedaan paling kentara di sini adalah bisnis internet ditunjang dengan media komunikasi bernama internet yang memungkinkan orang bisa berinteraksi di seluruh dunia walau tanpa bertatap muka sehingga pangsa pasar tidak dibatasi oleh wilayah dan waktu. Namun mungkin fikiran kita selama ini “tercemari” oleh iklan-iklan yang beredar di internet, terutama yang sering kita jumpai di situs-situs lokal, bahwa bisnis internet itu hanya jualan ebook ataupun produk-produk digital sejenis sehingga mempengaruhi pola pikir seseorang dan membuat kesan yang bisa dijual di internet hanya itu-itu saja.
Memang kita tidak dapat menyangkal bahwa untuk urusan internet marketing Indonesia adalah negara paling ramai sedunia dalam keyword tersebut, ini menunjukkan peminat pola pemasaran ini begitu besar di negeri ini yang memang berpenduduk besar. Dan juga peminat produk-produk demikian memang banyak, apalagi topiknya seputar make money online. Selain itu, memasarkan produk-produk digital memang tidak membutuhkan biaya marketing yang besar karena tidak terpotong biaya transportasi dan segala hal yang membebani. Meskipun begitu, saya yakin di tahun-tahun mendatang Indonesia akan memunculkan program dan produk berkualitas yang lebih beragam dan berkualitas
1.2              Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dari E-Marketing ?
2.      Kasus apa saja dalam E-Marketing dan bagaimana komunikasi dalam pemasaran global?

1.3              Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian dari E-Marketing tersebut
2.      Untuk mengetahui salah satu kasus yang ada di E-Marketing dan cara komunikasi dalam pemasaran globalnya




BAB II
PEMBAHASAN

2.1       Pengertian E-Marketing
E-Marketing berasaldariduasuku kata yaitu Electronic Marketing. Secara umum E-Marketing adalah bentuk strategi pemasaran produk baik barang maupun jasa dengan menggunakan media elektronik atau internet. Terdapat beberapa ahli yang mencoba mendefinisikan E-Marketing seperti yang diutarakan oleh Armstrong dan Kottler, menurutnya E-Marketing merupakan sisi pemasaran dari E-Commerce. Yang didalamnya terdiri dari kerja perusahaan untuk mengkomunikasikan (memberi tahu) sesuatu, mempromosikan, serta menjual barang dan jasa melalui internet.
Sedangkan Boone dan Kurzt mendefinisikan E-Marketing sebagai salah satu komponen dalam e-commerce dengan kampuan khusus marketer, yaitu strategi proses pembuatan, promosi, pendistribusian, dan penetapan harga barang atau jasa kepada pangsa pasar internet atau melalui peralatan digital yang lain.
Tidak kalah dengan pendapat ahli yang lain, Strauss dan Frost ikut mendefinisikan E-Marketing adalah penggunaan data serta aplikasi elektronik untuk perencanaan dan pelaksanaan konsep, promosi, distribusi, dan penetapan harga untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan individu dan organisasi.

2.2       Manfaat dan Kelebihan E-Marketing
Ada banyak manfaat serta kelebihan yang dapat diambil oleh perusahaan dari cara pemasaran E-marketing diantaranya sebagai berikut :
1.      E-Marketing dapat menjangkau berbagai lapisan konsumen dalam suatu lingkungan yang belum dipenuhi atau disentuh oleh pesaing.
2.      Target E-Marketing merupakan konsumen yang telah terbagi kedalam kelompok serta dapat mengembangkan dialog berkelanjutan.
3.      E-Marketing memungkinkan transaksi bisnis dilakukan secara elektronik sehingga biaya yang teimbul relative rendah. Seperti misalnya E-mail atau data fil dapat dipindahkan pada konsumen dalam hitungan detik.
4.      Proses penjualan dalam E-Marketing bersifat langsung dari produsen kekonsumen tanpa harus melewati jalur distribusi klasik, sehingga lebih efisien dan efektif.
5.      Dapat menambah produk untuk dipasarkan secara cepat dan melakukan perubahan dalam rencara penjualan dengan sangat cepat.
6.      Dengan E-Marketing melacak kegiatan penjualan yang sudah terjadi, beserta langkah-langkah dan hasil yang diperoleh dapat dilakukan dengan mudah.
7.      E-Marketing memungkinkan untuk dapat mengawasi pesaing.
8.      Karena tidak melewati jalur distribusi, maka dialog antara perusahaan dengan konsumen dapat terjadi dalam E-marketing.
9.      Memudahkan dalam mendistribusikan program serta informasi tentang produk melalui E-mail maupun file transfer.
10.  Tidak ada batasan waktu karena bisa diakses 24 jam penuh.
11.  E-Marketing dapat menjangkau pasar yang lebih luas dibandingkan dengan strategi pemasaran lain bahkan bisa sampai kemancanegara.
12.  E-Marketing dapat mengurangi biaya pemasaran karena tidak perlu membuat outlet berbentuk fisik, tidak perlu spanduk, brosur, dan lain sebagainya.
13.  Dapat memudahkan pelaku usaha untuk saling menjalin hubungan dengan konsumen dengan komunikasi interaktif melalui pemanfaatan ruang diskusi seperti chatting atau email.
14.  Strategi pemasaran E-Marketing dapat memberikan nilai lebih dalam menghadapi persaingan bisnis.
Itulah beberapa manfaat serta keuntungan yang dapat diambil dari penerapan strategi pemasaran E-Marketing. Meskipun E-Marketing banyak menawarkan kelebihan dan kemudahan, tentunya harus diperhatikan juga faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi keberhasilan strategi pemasaran ini seperti misalnya keamaan transaksi, keamanan privasi, perkembangan teknologi dan lain sebagainya.

2.3 Studi Kasus E-Marketing dalam komunikasi pemasaran global
PT. USAHA GEDUNG BANK DAGANG NEGARA
Fase dari System Development Life Cycle yang mewakili proyek IT adalah sebagai berikut: (1) Analysis and design – proses tradisional dimulai dengan analisis komprehensif kebutuhan, diikuti oleh dokumentasi kapabilitas yang diinginkan dari sistem dalam bentuk yang bisa digunakan oleh pengembang sistem untuk mengimplementasi sistem, menetapkan prioritas dari persyaratanpersyaratan yang ada, mempelajari proses bisnis dan struktur dari sistem yang diinginkan, serta mengidentifikasi masalah-masalah pada sistem yang telah ada atau belum ada dan mencari solusi yang selanjutnya digunakan sebagai perbaikan dari sistem; (2) Construction – ketika kebutuhan biaya dan keuntungan telah dijelaskan, sistem sudah bisa dilaksanakan. Dahulu, konstruksi merupakan aktifitas spesialis yang tinggi yang mengkombinasikan tingkat tinggi dari kemampuan teknologi dengan sekumpulan banyak seni, pengalaman, dan logika. Sekarang, sistem konstruksi terdiri dari pemilihan perlengkapan komputer yang cocok lalu menciptakan, membeli, dan mengadaptasi program komputer yang membutuhkan sistem perlengkapan. Kegiatan konstruksi juga meliputi mengkonversikan data lama ke sistem baru jika diperlukan, membuat desain integrasi dari database ke aplikasi, membuat desain arsitektur dari aplikasi, membuat prototype dari perancangan secara lengkap, serta mengkonversikan solusi yang disarankan kedalam spesifikasi sistem; (3) Implementation – mengimplementasi sistem TI terbaru yang melibatkan koordinasi ekstensif di antara pengguna dan teknologi sebagai penghubung yang dibuat dari teknologi konstruksi TI ke sistem komplit. Kegiatan dari implementasi juga meliputi implementasi rancangan-rancangan logical ke dalam kegiatan sebenarnya dari sistem yang akan dibangun atau dikembangkan, menginstall sistem baru dan memberi pelatihan pada pemakai (user training) berdasarkan user training yang telah dibuat, serta mencoba dan melakukan verifikasi sistem yang dihasilkan dan memastikan bahwa semua modul berfungsi dengan baik dan sesuai dengan user requirement dengan cara menjalankan satu life cycle dari proses dan tidak hanya melakukan unit testing (testing per unit). (4) Operation and Maintenance – untuk menghindari masalah yang akan terjadi, operasi dan perawatan direncanakan dengan baik, idealnya selama tingkatan awal dan design. Kegiatan operasi dan perbaikan adalah seperti menjaga sistem baru agar tetap berjalan dengan baik dan melakukan upgrade untuk meningkatkan kemampuan sistem beserta dokumen-dokumen yang berkaitan.
Memiliki beberapa tahap yaitu :
Tahap 1 – Membentuk Peluang Pasar Sebelum melakukan pemasaran melalui internet, perusahaan telah melakukan analisis terhadap peluang pasar yang akan diperoleh nantinya. Untuk membantu dalam melakukan analisis ini, ada enam langkah yang digunakan untuk mengevaluasi peluang pasar antara lain: (a) Menyelidiki peluang pada sistem yang telah berjalan atau sistem baru, menyebarkan informasi secara luas mengenai jasa yang ditawarkan, memperluas pangsa pasar perusahaan, meningkatkan pelayanan yang lebih baik kepada konsumen, dan menciptakan brand image perusahaan di mata masyarakat. (b) Mengidentifikasi kebutuhan dari pelanggan yang belum terpenuhi, mengikuti bursa tender, dan mengirimkan Company Profile. (c) Mengidentifikasi segmen pasar. Pembagian segmen berdasarkan klien dibagi menjadi dua, yaitu Bank Mandiri dan pelanggan di luar Bank Mandiri. Pembagian segmen berdasarkan produk dibagi menjadi dua, yaitu pelanggan membangun dari awal produk arsitektur yang belum ada dan pelanggan ingin mengembangkan produk arsitektur yang sudah ada (renovasi kantor, mendesign ruangan kantor). Firmografi membagi segmen menjadi tiga berdasarkan skala nilai proyek dimana proyek kecil berkisar dibawah 100 juta rupiah, menengah diantara 100-500 juta dan besar berkisar diatas 500 juta. (d) Menetapkan sumber daya perusahaan berdasarkan peluang untuk mencapai keuntungan, yaitu customer-facing resources, internal resources, upstream resources; (e) Mempertimbangkan kesempatan persaingan, teknologi dan keuangan; (f) Mengambil keputusan akhir “go/no – go decision” yang dipengaruhi oleh kemampuan bersaing positif, kebutuhan pelanggan yang belum terpenuhi positif, kemampuan teknologi netral, interaksi dalam segmentasi netral, kecenderungan pertumbuhan positif, dan tingkat keuntungan positif. Sebagian besar variabel sumber daya dan peluang yang dimiliki perusahaan merupakan faktor-faktor yang mendukung sistem pemasaran yang baru melalui internet, sehingga perusahaan memutuskan untuk go with e-marketing.
Tahap 2 – Menyusun Strategi Pemasaran Sebelum menyusun strategi pemasaran, perusahaan melakukan analisis kesempatan bisnis yang ada dan mempertimbangkan untuk membuat strategi pemasaran yang potensial yang dapat memperkuat strategi unit bisnisnya. Berdasarkan strategi off line yang dijalankan perusahaan saat ini, strategi pemasaran yang dikembangkan oleh perusahaan, yaitu: (a) membagi produk dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan menjadi dua, yaitu: membangun dari awal produk arsitektur yang belum ada dan mengembangkan produk arsitektur yang sudah ada (renovasi kantor, mendesign ruangan kantor); (b) menawarkan harga bersaing, tentunya disesuaikan dengan standar dan kualitas yang diinginkan pelanggan. (c) distribusi, sebenarnya perusahaan telah memiliki beberapa cabang namun yang khusus untuk menangani pengembangan usaha berlokasi di kantor pusat. PT. Usaha Gedung Bank Dagang Negara memilih lokasi di Jakarta Pusat dengan melihat adanya peluang bahwa klien tetapnya Bank Mandiri banyak memiliki cabang di propinsi DKI Jakarta. Sedangkan lokasi di Bandung dipilih untuk menangani proyek-proyek di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya. (d) promosi, saat ini promosi yang dilakukan perusahaan hanya terbatas mengirimkan Company Profile serta mengikuti tender. Sedangkan dengan strategi on line, perusahaan dapat mengembangkan beberapa strategi pemasaran seperti: (a) segmentasi – berdasarkan karakteristik segmentasi, pasar perusahaan masih tetap terbagi menjadi dua segmen yaitu membangun dari awal produk arsitektur yang belum ada dan mengembangkan produk arsitektur yang sudah ada (renovasi kantor, mendesign ruangan kantor). Yang membedakan adalah ukuran segmen pasar. Dengan adanya sistem pemasaran online yang akan diterapkan, perusahaan diharapkan mampu memperluas pangsa pasarnya karena internet tidak mengenal batasan waktu dan tempat. Perusahaan akan menerapkan sistem pemasaran online berbasis web. Dimana melalui situs web ini akan pemberian informasi mengenai informasi dari perusahaan, Pengembangan Website E-Marketing… (Honni; Fitri Amelia) 435 penawaran jasa dan produk kepada klien lebih difokuskan. Dengan pemasaran online, diharapkan perusahaan dapat memperluas pangsa pasar dan memperkenalkan diri ke klien yang belum mengetahui eksistensinya. (b) pemilihan target pasar – perusahaan memilih strategi blanket targeting, yaitu mentargetkan semua atau seluruh jenis segmen pelanggan yang lama. Karena sasaran pelanggan secara online tidak hanya terpatok kepada perusahaan-perusahaan yang sedang mencari informasi tentang perusahaan kontraktor, tapi juga individu yang memang sedang mencari ataupun sedang browsing sehingga hasil yang akan dicapai adalah peningkatan pangsa pasar dilihat dari semakin luasnya jangkauan pasar yang dicapai.
Tahap 3 – Merancang Pengalaman Pelanggan Tahapan pertama membangun hubungan dengan pelanggan yaitu membangun functionality yang terdiri dari: (a) usability and east of navigation – tombol navigasi memiliki peranan penting dalam kelancaran penggunaan situs web. Situs web yang baik haruslah memiliki tombol navigasi yang mudah dimengerti dan mudah digunakan. Pada situs, hal-hal yang diperhatikan adalah masalah bahasa yang digunakan, peletakan menu yang konsisten dan terstruktur, dan rancangan situs web; (b) speed – kecepatan mengunduh halaman situs menjadi hal yang penting karena apabila diperlukan waktu lama untuk mengunduh dapat menimbulkan kebosanan yang nantinya dapat menimbulkan rasa malas untuk mengunjung situs ini lagi. Pada situs ini, diusahakan semaksimal mungkin agar ukuran file gambar yang ditampilkan tidak terlalu besar; (c) reliability – agar situs web dapat dipercaya, update dan maintenance akan dilakukan secara berkala. Pengguna akan mendapatkan pesan singkat bahwa maintenance sedang dilakukan pada halaman tertentu sehingga mereka tidak merasa terganggu seperti halnya ketika terjadi error pada situs web. Pengguna masih dapat melihat halaman-halaman yang lain dimana update tidak dilakukan pada halaman tersebut dan proses mengunduh juga dapat dilakukan dengan baik. (d) security – memberikan jaminan keamanan bahwa data pelanggan yang diberikan melalui situs web (seperti email) tidak akan digunakan untuk hal lainnya selain yang ditentukan serta memastikan kepada pelanggannya bahwa individu yang mengakses data mereka adalah orang yang memiliki hak sehingga pelanggan tidak perlu khawatir bahwa data mereka akan diakses oleh orang lain; (e) media accessibility – situs web dirancang menggunakan bahasa pemograman PHP dengan server apache, database yang digunakan adalah MySQL server . Target browser yang digunakan adalah Mozilla Firefox dan Internet Explorer yang merupakan dua browser paling digemari. Hal ini memungkinkan semua pengguna dapat mengakses situs web perusahaan dengan cepat dan efektif. Tahapan kedua adalah membangun intimacy yang terdiri dari: (a) customization – dengan adanya fasilitas “upload and ask” untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang ingin menanyakan secara jelas perincian biaya yang ditawarkan dari perusahaan. Situs web juga yang disediakan juga terdapat dalam dua pilihan bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris; (b) communication – pada sistem yang sedang berjalan, komunikasi antar pelanggan dan staf hanya bisa dilakukan dengan telepon atau datang langsung. Hal ini membuat respon yang diberikan ke pelanggan menjadi lambat karena terkadang jaringan telepon perusahaan sedang sibuk. Untuk mengatasi masalah ini, situs web yang dirancang menyediakan fasilitas-fasilitas seperti Schedule, Contact us, dan Our Service. Dengan adanya fasilitas online yang disediakan, diharapkan layanan yang diberikan kepada pelanggan menjadi lebih baik dan kepercayaan pelanggan dapat diraih; (c) consistency – memberikan waktu respon yang konsisten terhadap keluhan dan pertanyaan yang diberikan oleh pelanggan-pelanggannya melalui fasilitas “contact us”. Respon yang cepat akan memberikan nilai tambah bagi perusahaan di mata pelanggan-pelanggannya, sehingga pelanggan selalu merasa diperhatikan; (d) trustworthiness – kepercayaan yang diberikan oleh pelanggan harus dapat dimanfaatkan dan dijaga dengan baik dengan memberikan informasi bagi pelanggan mengenai keberadaan perusahaan melalui “About us” dan bagaimana cara menghubungi perusahaan melalui “Contact us”; (e) exceptional value – perusahaan memberikan pelayanan yang customizable disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan terhadap jasa yang ditawarkan. Tahapan ketiga yaitu membangun evangelism yang terdiri dari: (a) taking the word to the market – situs web perusahaan menyediakan fasilitas “Tell Friends” yang memungkinkan pelanggan untuk menginformasikan tentang situs web perusahaan kepada orang-orang yang mereka kenal melalui email serta memasukkan metatag yang tepat dalam pengkodean website sehingga search engine dapat dengan mudah membaca keyword sebuah website; (b) active community membership – pelanggan yang pernah melakukan transaksi bisnis atau mendapatkan layanan perusahaan dapat memberikan pesan dan kesan terhadap layanan yang diberikan oleh perusahaan melalui fasilitas “Testimonials” sehingga anggota lain yang membaca pesan dan kesan tersebut dapat memberikan penilaian terhadap perusahaan yang akan berdampak pada penilaian dan eksistensi perusahaan dalam suatu komunitas dan pelanggan.
Tahap 4 – Membangun User Interface Dalam membangun situs web perusahaan berpedoman pada 7 Cs framework yaitu context, content, community, customization, communication, connection, dan commerce. Rancangan layar dibagi menjadi menjadi dua yaitu: (1) rancangan layar user yang terdiri dari halaman Home, halaman About Us, halaman Our Service, halaman Project, halaman Testimonial, halaman Contact Us, halaman Member Sign In, dan halaman Sign Up; (2) rancangan layar admin yang terdiri dari: halaman Sign In Admin, halaman New Project, halaman Organization, halaman Upload and Ask, halaman Schedule, halaman Project, halaman Gallery, halaman Contact Us.  
Tahap 5 – Merancang Program Pemasaran Untuk kebutuhan customer relationship perusahaan dapat melakukan: (a) awarness – beberapa strategi yang digunakan perusahaan untuk menghasilkan awareness bagi konsumen lama maupun calon konsumen melalui dua cara, yaitu offline – dilakukan dengan mencantumkan alamat situs web perusahaan pada Company Profile maupun kartu nama yang diberikan pada para pelanggan maupun melalui telepon serta melalui penjelasan langsung oleh staf pemasaran pada saat tender berlangsung dan secara online – pemberian alamat situs web yang singkat. Domain alamat email yang telah digunakan perusahaan adalah www.ptugbdn.co.id, sehingga alamat tersebut dapat langsung digunakan oleh perusahaan. Digunakannya www.ptugbdn.co.id sebagai nama dari alamat web perusahaan karena lebih dikenal oleh pelanggan lama perusahaan serta untuk pelanggan baru perusahaan akan lebih mudah mengingat sehingga tidak menimbulkan kebingungan bagi pelanggan. Selain itu, mendaftarkan situs web pada search engine seperti www.google.com yang berguna bagi perusahaan untuk memperkenalkan situs web-nya kepada online users yang ada diseluruh dunia dan Indonesia pada khususnya, mengingat kebanyakan pengguna internet akan menggunakan search engine untuk mencari informasi yang dibutuhkan; (b) exploration – perusahaan mendorong eksplorasi dari situs web dengan tidak mengharuskan pengunjung untuk melakukan registrasi terlebih dahulu sebelum menjelajahi situs web. Pengunjung dapat melihat-lihat koleksi foto-foto project yang telah dilakukan perusahaan melalui menu “Gallery”, berita terbaru maupun event yang akan diadakan perusahaan melalui menu “Info Terkini”. Selain itu apabila pengunjung tertarik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai perusahaan serta kegiatannya, maka dapat menggunakan menu “Kontak”; (c) commitment – perusahaan dapat memupuk kesetiaan pelanggan untuk jangka waktu yang panjang dengan memberikan pelayanan yang terbaik dimulai dengan proyek yang berkualitas dan kinerja staf 438 ComTech Vol.2 No. 1 Juni 2011: 430-440 yang ramah, handal, tangkas, efektif serta efisien dalam menjalankan proyek. Perusahaan dapat meningkatkan komitmen pelanggan dengan memperbanyak frekuensi interaksi dengan pelanggan. Dengan adanya situs web, pelanggan memiliki kesempatan yang lebih banyak untuk mengakses situs web untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan mengenai perusahaan kapanpun dan dimanapun. Oleh karena itu e-marketing merupakan kunci dalam memberikan kepuasan pada rekanan, calon klien maupun perusahaan ataupun individu. E-marketing yang available setiap saat sehingga mudah diakses, reliable, dan up-to-date juga dapat menjadi cara penting dalam meningkatkan pelayanan dan memberikan kemudahan pelayanan yang cepat dan sederhana; (d) dissolution – dapat terjadi ketika salah satu atau kedua belah pihak ingin memutuskan hubungan. Pemutusan hubungan tersebut dapat dikarenakan oleh layanan yang tidak memuaskan dari perusahaan, pelanggan merasa bosan atau tidak merasa cocok dengan penawaran-penawaran yang diberikan, pelanggan lebih tertarik untuk beralih ke perusahaan lain atau aturan-aturan yang sudah dibuat perusahaan dilanggar oleh pelanggan. Untuk menghindari terjadi dissolution, perusahaan selalu berusaha untuk memberikan pelayanan terbaiknya kepada setiap pelanggannya, memberikan aturan-aturan yang ditetapkan dan diinformasikan secara jelas kepada para pelanggannya dan memberikan inovasi baru yang menarik untuk menarik minat pelanggan.
Tahap 6 – Meningkatkan Informasi Pelanggan Melalui Teknologi Meningkatkan informasi pelanggan melalui teknologi dengan cara: (a) marketing research – hasilnya pelanggan teridentifikasi melalui segmen dan targeting yang ditentukan perusahaaan selain itu dilihat dari catatan perusahaan didapat bahwa yang selama ini menjadi pelanggan dari perusahaan adalah perusahaan induk (Bank Mandiri) dan tenants yang pernah menggunakan jasa office rental pada saat perusahaan masih sebagai building management sebelum melakukan ekspansi usaha. Pilihan pelanggan terhadap jasa yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhannya. Bank Mandiri sebagai pelanggan lebih sering menggunakan layanan untuk merenovasi ruang kantor sedangkan pelanggan selain itu lebih sering untuk membangun sesuatu dari awal suatu property. Trend design yang sedang berkembang dapat dijadikan acuan sebagai tawaran kepada pelanggan jika pelanggan belum menetapkan tema design yang diinginkan. Trends design yang sering dipakai untuk merenovasi ruang kantor lebih banyak menggunakan kayu sebagai materialnya. Informasi mengenai pengunjung pada web perusahaan diperoleh melalui adanya pengiriman pertanyaan, saran dan kritik. Pengunjung diminta untuk memberikan identitas yang disimpan dalam sebuah database marketing, sehingga melalui data tersebut pihak perusahaan dapat menghubungi kembali pengunjung untuk melakukan promosi lebih lanjut; (b) Rancangan Database perusahaan.
Tahap 7 – Mengevaluasi Program Pemasaran Mengevaluasi program pemasaran berdasarkan: (a) customer-based metrics – jumlah visitor dari situs yang dimiliki perusahaan. Hal ini menunjukkan banyaknya pengunjung yang aware dari situs yang dimiliki oleh perusahaan. Tingkat penggunaan fasilitas yang ada dalam situs berupa fasilitas Kontak. Selain itu juga dilakukan pengukuran menghitung jumlah pelanggan keseluruhan sebelum implementasi dan sesudah implementasi, perbandingan jumlah pelanggan yang dihasilkan akan diketahui penggunaan website dapat dikatakan berhasil atau tidak (b) financial metrics – penjualan (sales) tingkat penjualan dapat dijadikan suatu ukuran berhasil tidaknya strategi pemasaran yang diterapkan perusahaan. Bila tingkat penjualan mengalami peningkatan maka dapat disimpulkan bahwa dengan digunakan situs web dalam memasarkan produk dan jasa memberikan keuntungan bagi perusahaan. Pendapatan (revenue), besar kecilnya pendapatan yang diterima perusahaan dapat dijadikan salah satu tolok ukur untuk melakukan evaluasi. Keuntungan (profit) peningkatan keuntungan dapat dilihat dari jumlah pendapatan yang diterima dikurangi dengan biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk melakukan kegiatan pemasaran; (c) implementation metrics – pengukuran terhadap elemen-elemen pengukuran yang terletak di dalam lingkup perusahaan. Pengukuran dapat dilakukan dengan cara memberikan kuesioner baik secara offline maupun online di dalam perusahaan mengenai situs yang dijalankan, contohnya seperti Polling. Hasil dari kuesioner tersebut dapat dijadikan sebagai input dalam menentukan perbaikan perancangan dan strategi yang akan dibuat ke depan.


BAB III
KESIMPULAN
3.1 Kesimpulan
·         E - marketing adalah penerapan teknologi untuk mencapai tujuan pemasaran , didefinisikan oleh Chartered Institute of Marketing sebagai : " proses manajemen yang bertanggung jawab untukmengidentifikasi , mengantisipasi dan memuaskan kebutuhan pelanggan secara menguntungkan ' .
·         E - marketing dapat dianggap sebagai bagian dari e - bisnis dan setara dengan sellsid e -commerce .
·         Rencana e - marketing sering dikembangkan secara terpisah dari strategi e - bisnis . itu Kerangka SOSTAC ™ digunakan untuk memperkenalkan unsur-unsur rencana e - marketing .
·         Analisis Situasi - melibatkan pertimbangan lingkungan eksternal dengan penekanan pada tingkat akses pelanggan ke Internet , benchmarking pesaingdan pendatang baru .
·         Tujuan pengaturan - tujuan utama adalah pengaturan kontribusi pendapatan secara online ataupersentase penjualan yang akan dicapai secara online . Bagi perusahaan mana penjualan langsungtidak praktis karena sifat dari perusahaan produk dapat menetapkan tujuan bagaimana web akan mempengaruhi komunikasi pemasaran , layanan pelanggan dan pengurangan biaya .














DAFTAR PUSTAKA



Selasa, 04 Desember 2018

Manajemen Pemasaran Global

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
Bagaimana kita menjalankan bisnis di pasar-pasar internasional ? yakni, apakah akan mengekspor, merundingkan suatu pemberian lisensi atau pertanian waralaba, mendirikan usaha patungan, atau mendirikan anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya. Meskipun secara prinsip pilihan pasar dan cara masuk merupakan keputusan yang terpisah, karakteristik khusus disuatu negara dan juga jalan masuk pasar internasional serta strategi ekspansi akan berdampak pula atas pilihan cara masuk.
Disejumlah negara berbagai macam karakteristik disuatu negara tersebut, seperti ukuran pasar, tingkat pertumbuhan, stabilitas politis, risiko lingkungan, kondisi operasi, dan infrastuktur, berdampak atas ketersediaan manajemen mengucurkan sumber daya untuk sebuah negara atau pasar tertentu dan juga cara masuknya. Pasar kecil kerapkali paling baik dilayani melalui pengeksporan atau pemberian lisensi, sebagai contoh. Demikian pula, manajemen mungkin menghendaki pembatasan komitmen sumber daya ke negara-negara dengan tingkat risiko yang tinggi atau infrastruktur yang buruk melalui perjanjian pemberian lisensi atau usaha patungan dengan mitra lokal. Sama halnya, jika manajemen berharap dapat memasuki sejurnlah negara secara cepat, sumber daya dan waktu yang dibutuhkan untuk mendirikan anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya mungkin akan menghambat, yang mengakibatkan perusahaan menggunakan cara pemberian lisensi atau usaha patungan.
Karakteristik produk, sifat permintaan, hambatan perdagangan, tujuan manajemen, dan sasaran ekspansi juga mempengaruhi keputusan pernililian cara masuk. Produk-produk berukuran besar dengan nilai jual rendah, sebagai umpama, membutuhkan lokasi produksi yang dekat dengan pasar disebabkan biaya pengirimannya-sekalipun biaya ini dapat diimbangi oleh skala ekonomis produksi.

1.2  RUMUSAN MASALAH
1.         Bagaimana pilihan strategis dalam memasuki pasar global, ekspor, lisensi, usaha patungan, strategi perluasan pasar, dan penentuan posisi pasar ?
2           Bagaimana strategi persaingan global terhadap daya saing ?

1.3              TUJUAN
2.            Untuk mengetahui pilihan strategis dalam memasuki pasar global, ekspor, lisensi, usaha patungan, strategi perluasan pasar, dan penentuan posisi pasar.
3.            Untuk mengetahui strategi persaingan global terhadap daya saing.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1   Pilihan Strategis dalam memasuki Pasar Global, Ekspor, Lisensi, Usaha Patungan, Strategi Perluasan Pasar, dan Penentuan Posisi Pasar
2.1.1        Pasar Global
Pengertian pasar global adalah pasar berskala dunia yang terbuka bagi seluruh pelaku usaha. Pasar global mengalami perkembangan yang pesat belakangan ini karena beberapa faktor, antara lain:
·         Adanya beberapa negara industri yang mampu menghasilkan produk berkualitas dengan harga murah, misalnya China dan Taiwan
·         Semakin banyak orang yang melakukan perjalanan antar negara yang secara langsung menjadi konsumen global
·         Semakin banyaknya transportasi antar negara yang mempermudah distribusi produk 
·         Perdagangan dunia semakin meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan pasar dunia
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pasar global adalah peluang bisnis yang sangat besar dan menantang. kesempatan bagi perusahaan untuk mengembangkan bisnisnya dan mengambil lebih banyak keuntungan. Adapun beberapa keuntungan tersebut antara lain:
·         Perusahaan dapat membuka pabrik di negara lain yang upah buruhnyalebih murah.
·         Perusahaan dapat membuka kantor cabang dan pabrik cabang di beberapa tempat di seluruh dunia untuk mempermudah dan mempermurah distribusi produknya
·         Perusahaan dapat memperoleh target konsumen yang lebih banyak dengan memperkenalkan produknya di negara lain yang potensial
Selain itu pasar global juga memiliki beberapa kendala/masalah bagi perusahaan yang akan masuk ke dalamnya. kendala itu antara lain :
·         Perbedaan budaya dan selera
·         Perbedaan daya beli masyarakat
·         Peraturan Nasional/Pemerintah
2.1.2        Ekspor
Ekspor merupakan strategi yang paling sering dijumpai dalam memasuki pasar internasional, terutama untuk strategi masuk pertama kali. Tak jarang motivasi ekspor karena permintaan tak terduga, misalnya ada pesanan dari pembeli tertentu di luar negeri atau ada pelanggan domestik berekspansi ke pasar internasional dan memesan produk untuk keperluan operasi internasionalnya. Permintaan-permintaan semacam ini mendorong perusahaan untuk mempertimbangkan pasar internasional dan menelaah potensi pertumbuhannya.
Namun tak jarang dijumpai pula perusahaan yang secara agresif melakukan ekspor sebagai strategi masuk awalan untuk kemudian dikembangkan menjadi operasi bisnis berbasis di luar negeri. Dalam berbagai kasus di mana terdapat skala ekonomis substansial atau hanya ada sedikit pembeli di seluruh dunia (misalnya , pasar pesawat luar angkasa), maka produksi lebih baik dikonsentrasikan di satu atau hanya beberapa lokasi untuk kemudian diekspor ke pasar lainnya. Contohnya, Boeing mengkonsentrasikan produksinya di pusat di Seattle, Washington.
Ekspor dapat diorganisasikan berdasarkan berbagi cara, tergantung jumlah dan tipe perantaranya. Seperti halnya dalam perdagangan grosir, agen ekspor-impor bervariasi menurut rangkaian fungsi yang dijalankan. Beberapa di antaranya (seperti perusahaan manajemen ekspor) merupakan full-service wholesalers yang melaksanakan semua fungsi berkaitan dengan ekspor. Sementara yang lain sangat terspesialisasi dan hanya menangani beberapa aspek, seperti pengiriman, penagihan, atau mengurus administrasi produk dari pabean.
Dalam pengembangan saluran ekspor, perusahaan harus memutuskan fungsifungsi mana saja yang akan menjadi tanggung jawab agen eksternal dan mana yang ditangani sendiri. Secara garis besar ada tiga tipe saluran ekspor, yaitu; ekspor tidak langsung (indirect export), ekspor bersama (cocoperative/shared export) dan ekspor langsung (direct export). Ekspor tidak langsung melibatkan agen ekspor, biasanya perusahaan manajemen ekspor. Saluran ekspor bersama mencakup kesepakatan kolaboratif dengan perusahaan lain berkenaan dengan kinerja fungsi ekspor. Dalam ekspor langsung, perusahaan menangai fungsi ekspor secara internal melalui organisasi penjualan yang berlokasi di pasar domestic atau pasar luar negeri.
2.1.3        Lisensi
Lisensi merupakan pilihan yang tepat apabila perusahaan memiliki hak cipta tertentu, seperti teknologi proses atau produk yang telah dipatenkan, merek dagang atau nama merek, yang bisa dimanfaatkan dalam skala internasional tanpa harus mencurahkan banyak sumber daya untuk operasi internasional. Dalam kesepakatan lisensi, perusahaan memberikan hak untuk memanfaatkan teknologi, merek dagang atau nama merek yang dipatenkan kepada licensee dengan mendapatkan pembayaran royalti. Umumnya tersebut ditentukan berdasarka persentase dari penjualan sesuai kesepakatan.
Lisensi memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan manfaat dari penjualan internasional dengan memanfaatkan proprietary assets yang dimiliki dengan komitmen sumber daya dan risiko minimal. Namun, kesepakatan semacam ini hanya memberikan hasil (returns) terbatas. Selain itu, pengembangan pasar juga terbatas jika licensee tidak mencurahkan perhatian yang memadai atau tidak memiliki sumber daya untuk mengembangkan pasar secara optimal.
Lisensi juga bisa menghambat strategi masuk pasar tahap selanjutnya yang direncanakan oleh licensor. Meskipun perusahaan membatasi jangka waktu kesepakatan lisensi, sangatlah sukar memasuki pasar jika kontrak berakhir. Mantan licensee bisa menjadi pesaing potensial. Lagipula, perusahaan masih harus memulai lagi pengumpulan informasi mengenai pasar, menjalin kontak dan membangun saluran distribusi. Selain itu, dalam beberapa kasus licensee berhenti membayar royalti dan perusahan sulit melacak penjualan yang royaltinya masih harus dibayar.
Sekalipun mendatangkan uang dalam jumlah besar, tindakan seperti itu juga beresiko, terutama bila merek dagangnya digunakan untuk produk-produk yang tidak memenuhi standar kualitas atau reliabilitas atau jika strategi pemasarannya tidak tepat. Itu bisa merusak reputasi dan nilai merek dagang bersangkutan.
Konsekuensinya, seperti halnya contract manufacturing, licensor harus selalu memantau aktivitas licensee dan melakukan pengendalian kualitas dan keuangan secara ketat guna menjamin bahwa licensee memenuhi standar yang telah disepakati bersama.
2.1.4        Usaha Patungan
Salah satu cara yang juga efektif untuk membatasi ekspor modal dalam pasar global adalah membangung usaha patungan, terutama dengan mitra bisnis lokal. Usaha patungan bisa bermacam-macam bentuknya, tergantung tujuan perusahaan, persyaratan modal usaha bersangkutan dan peraturan pemerintah menyangkut kepemilikan asing. Selain itu, motivasinya pun bisa beraneka ragam diantaranya: untuk mendapatkan akses pasar; memperluas rentang produk; membentuk atau mempengaruhi struktur pasar; mencapai tingkat kecepatan (dalam hal inovasi dan memasuki pasar) yang lebih besar; meningkatkan efisiensi; dan atau meningkatkan kompetensi dan sumber daya organisasi.
Apabila tujuan usaha patungan adalah melaksanakan proyek pembanguna infrastruktur pokok atau pertanian (seperti proyek waduk atau irigasi, penambangan batu bara dan lain-lain), biasanya dibentuk konsorsium yang melibatkan banyak mitra bisnis asing. Bank maupun lembaga keuangan lainnya berperan sebagai peyandang dana, sementara pihak-pihak lain menyumbang keahlian teknologis. Biasanya proyek semacam ini dilakukan di negara berkembang dan melibatkan institusi pemerintah yang melakukan fungsi kontrol atas pelaksanaan proyek tersebut.
Bentuk usaha patungan lainnya adalah kerja sama antara dua perusahaan swasta. Misalnya, sebuah perusahaan membuka usaha patungan dengan perusahaan lokal di negara lain. Kerapkali perusahaan asing memberikan konstibusi berupa keahlian produksi dan teknologi, serta kadangkala nama merek dan reputasi perusahaan, sedangkan mitra lokalnya menyediakan akses ke jaringan distribusi dan pengetahuan serta pemahaman atas lingkungan pasar setempat.
Strategi usaha patungan memberikan sejumlah keuntungan sebagai cara memasuki pasar luar negeri. Meskipun menuntut komitmen sumber daya pasar luar negeri, usaha patungan bisa memberikan potensi laba dan kendali yang lebih besar atas manajemen produksi dan pemasaran di pasar bersangkutan. Risiko modal ditanggung bersama dengan mitra lokal. Selain itu, mitra lokal berperan besar dalam hal pemahaman atas kondisi pasar lokal dan juga memiliki kontak dengan distribusi lokal dan institusi kunci lainnya di negaranya. Perusahaan bisa mendapatakan pengetahuan dan umpan balik mengenai kondisi pasar; kebutuhan dan respon pelanggan; para pesaing utama dan kemungkinan reaksi mereka dan secara bertahap mendapatkan pengalaman beroperasi dalam pasar bersangkutan.
Selain itu, usaha patungan juga sangat bermanfaat untuk memasuki pasar yang sistem perekonomiannya berbeda, seperti RRC dan negara-negara pecahan Uni Soviet. Di RRC, misalnya, pemerintah setempat mendorong usaha patungan dalam rangka alih teknologi dan keahlian manajerial kepada perusahaan lokal. Namun, banyak juga perusahaan yang mengalami kesulitan dan masalah dalam menjalin usaha patungan di berbagai negara. Sekalipun dalam jangka pendek, usaha patungan dengan mitra lokal memberikan keunggulan berupa informasi, kontak dan keahlian pemasaran lokal. Biasanya dalam jangka panjang dijumpai banyak masalah. Bahkan Douglas &Craig (1995) mengestimasi bahwa antara 50 samapai 70 persen usaha patungan mengalami kegagalan.
Beberapa masalah dalam usaha pantungan diantaranya: masalah komunikasi, perbedaan budaya perusahaan, perbedaan gaya manajemen, repatriasi laba, perbedaan kepentingan dan tujuan, ketidakpuasan atas kinerja mitra bisnis, lunturnya rasa saling percaya dan komitmen bersama dan sebagainya.
Seiring dengan semakin banyaknya perusahaan yang terlibat dalam pemasaran gobal, usaha patungan tradisional (melibatkan perusahaan asing dan mitra bisnis lokal) berkembang pesat dan memunculkan pula aliansi strategik (Strategic Alliance) yang lebih kompleks. Aliansi kerapkali melibatkan banyak mitra bisnis dan kadangkala berfokus pada tahap tertentu dalam rantai nilai, seperti riset dan pengembangan produksi atau distribusi.
2.1.5        Strategi Perluasan Pasar
Perusahaan harus memutuskan apakah akan memperluas dengan mencari pasar baru di negara yang sudah ada sekarang ini atau, alternatifnya, mencari pasar negara baru dalam segmen pasar yang telah diidentifikasi dan dilayani. Gabungan dua dimensi ini menghasilkan empat strategis pilihan, seperti:
1.            Fokus sempit
2.            Fokus Negara
3.            Diversifikasi Negara
4.            Konglomerat Global
Strategi 1, mengkonsentrasikan pada jumlah kecil segmen baru di sejumlah kecil negara.
Strategi 2, diversifikasi negara dan konsentrasi segmen pasar, suatu perusahaan melayani banyak pasar di sejumlah kecil negara.
Strategi 3, diversifikasi negara dan konsentrasi segmen pasar, merupakan strategi perusahaan global klasik yang mencari pasar dunia untuk suatu produk dan melayani pelanggan dunia.
Strategi 4, diversifikasi negara dan segmen, merupakan strategi korporasi dari perusahaan multibisnis yang besar seperti GE atau Matsushita.

2.1.6        Penentuan Posisi Pasar
Kotler dan Armstrong (1997: 249) menyatakan penentuan posisi pasar sebagai perancangan posisi produk dan citra perusahaan sehingga menempati tempat khusus dan dihargai dalam benak pelanggannya. Hermawan Kartajaya dkk. (2003: 51) mendefinisikan penentuan posisi pasar sebagai strategi untuk mengarahkan pelanggan dengan membangun rasa kepercayaan, percaya diri, dan kompetensi untuk pelanggan sehingga menciptakan sebuah eksistensi di benak pelanggan dan memimpin mereka secara kredibel. Posisi produk adalah cara bagaimana produk didefinisikan oleh konsumen atas dasar ciri-ciri penting atau tempat yang diduduki produk dalam benak konsumen relatif terhadap produk pesaing. Proses penetapan posisi produk terdiri atas tiga langkah, yaitu:

a. Mengidentifikasi keunggulan bersaing yang mungkin keunggulan bersaing adalah keunggulan terhadap pesaing yang diperoleh dengan menawarkan nilai yang lebih besar kepada konsumen, baik melalui harga lebih murah maupun dengan memberikan manfaat produk yang lebih banyak sehingga sesuai kalaupun harganya tinggi. Perusahaan dapat membedakan penawarannya dari pesaing dengan cara berikut:
1.      Diferensiasi produk; perusahaan membedakan fisik produknya. Selain fisik produk, perusahaan dapat membedakan produknya dalam hal kinerja, desain, konsistensi, daya tahan, keandalan, dan kemudahan reparasi.
2.      Diferensiasi jasa; perusahaan melakukan pembedaan melalui jasa yang menyertai produk. Dalam hal ini perusahaan melakukan penjualan produk dengan memberikan layanan purna jual mulai dari pendidikan produk, jasa pengiriman, hingga jasa perbaikan produk terhadap konsumennya.
3.      Diferensiasi personil; perusahaan memperoleh keunggulan bersaing yang kuat dengan mempekerjakan dan melatih orang-orang yang lebih baik dibanding pesaingnya.
4.      Diferensiasi citra; perusahaan bekerja untuk membangun citra yang membedakan mereka dari pesaing. 
5.      Citra perusahaan seharusnya menyampaikan sebuah pesan tunggal dan unik yang mengkomunikasikan manfaat dan penentuan posisi utama produk.
b. Memilih keunggulan bersaing yang tepat ketika suatu perusahaan menemukan beberapa potensi keunggulan bersaing, perusahaan tersebut harus memilih keunggulan bersaing yang di atasnya dapat dibangun strategi penentuan posisi. Perusahaan harus memutuskan berapa banyak diferensiasi yang akan dipromosikan dan yang mana.
Berapa banyak perbedaan yang dipromosikan; ketika dua atau lebih perusahaan mengklaim dirinya sebagai yang terbaik pada ciri yang sama, adalah penting bagi perusahaan untuk memposisikan dirinya pada lebih dari satu faktor pembeda.
Perbedaan mana yang dipromosikan; tidak setiap perbedaan adalah alat pembeda. Setiap perbedaan memiliki potensi untuk menciptakan biaya sebagaimana keuntungan. Perusahaan harus hati-hati memilih cara yang akan membedakan dirinya dari pesaing. 
c. Mengkomunikasikan posisi yang telah dipilih setelah menetapkan posisi produknya, perusahaan harus mengambil langkah-langkah pasti untuk mengkomunikasikan posisi yang diinginkan kepada konsumen sasaran. Seluruh upaya bauran pemasaran perusahaan harus mendukung strategi penentuan posisi. Menentukan posisi perusahaan membutuhkan tindakan nyata, bukan sekedar bicara. Jika telah memutuskan untuk membangun posisi pada mutu dan pelayanan yang lebih baik, perusahaan harus menyampaikan posisi itu.

2.2  Strategi Persaingan Global Serta Daya Saing
2.2.1                    Analisis Industri
Analisis industri merupakan kombinasi antara ekonomi industri dan strategi. Diawali dengan adanya tambahan atas teori organisasi industri oleh Joe S. Bain (1950-an) yang menyatakan bahwa struktur industri tidak hanya terbatas pada ukuran besarnya industri, tetapi juga ditentukan dengan mobilitas hambatan masuk ke dalam industri. Selanjutnya berkembang teori struktur industri yang berdasarkan pada premis bahwa perbedaan tingkat keuntungan perusahaan merupakan fungsi kekuatan pasar yang didorong oleh struktur inter-industri dan intra-industri. Porter menyatakan bahwa kelima kekuatan bersaing tersebut dapat mengembangkan strategi persaingan dengan mempengaruhi atau mengubah kekuatan tersebut agar dapat memberikan situasi yang menguntungkan bagi perusahaan.
Ruang lingkup kelima kekuatan bersaing tersebut yang pertama yaitu ancaman persaingan segmen yang ketat, segmen tertentu menjadi tidak menarik jika ia telah memiliki pesaing yang banyak, kuat, atau agresif. Kedua, ancaman pendatang baru, daya tarik segmen berbeda-beda menurut tingginya hambatan untuk masuk dan keluarnya. Ketiga, ancaman produk substitusi, segmen tertentu menjadi tidak menarik jika terdapat substitusi produk yang aktual atau potensial. Keempat, ancaman peningkatan kekuatan posisi tawar pembeli, segmen tertentu menjadi tidak menarik jika pembeli memiliki kekuatan posisi tawar (bargaining power) yang kuat atau semakin meningkat. Dan yang terakhir, kelima yaitu ancaman peningkatan kekuatan posisi tawar pemasok, segmen tertentu menjadi tidak menarik jika para pemasok perusahaan mampu menaikkan harga atau mengurangi kuantitas yang mereka pasok.
Industri jika dikelompokkan menurut jumlah penjual adalah sebagai berikut: monopoli murni, hanya satu perusahaan yang menyediakan produk atau jasa tertentu diwilayah tertentu. Oligopoli Murni, terdiri dari beberapa perusahaan yang memproduksi komoditas yang pada dasarnya sama. Oligopoli yang terdiferensiasi terdiri dari beberapa perusahaan yang memproduksi produk yang terdiferensiasi secara parsial (mobil, kamera), menurut lini mutu, fitur, mode atau pelayanan. Persaingan Monopolistik, banyak pesaing yang mampu mendiferensiasikan tawaran mereka secara keseluruhan atau sebagian. Persaingan Murni, banyak pesaing menawarkan produk dan jasa yang sama. Struktur persaingan industri tertentu dapat berubah dari waktu ke waktu.
Hambatan masuk yang utama menyangkut suatu perusahaan diantaranya persyaratan modal, skala ekonomis, persyaratan hak paten dan lisensi, kelangkaan lokasi, bahan baku, atau distributor, persyaratan reputasi. Bahkan setelah perusahaan masuk ke industri tertentu, ia mungkin menghadapi hambatan mobilitas sewaktu ia berusaha memasuki segmen-segmen pasar yang lebih baik. Hambatan keluar yang sering dihadapi perusahaan, seperti tanggung jawab hukum dan moral terhadap pelanggan, kreditor dan karyawan, pembatasan pemerintah, nilai sisa aset yang rendah akibat terlalu terspesialisasi atau using, kekurangan peluang alternatif, integritas vertikal yang tinggi dan hambatan yang emosional.
Setiap industri memiliki beban biaya tertentu yang banyak membentuk tindakan strateginya. Perusahaan merasa lebih bermanfaat untuk melakukan integritas kehulu atau kehilir (integrasi vertikal). Produsen besar minyak bumi melakukan eksploitasi minyak bumi, pengeboran minyak bumi, penyulingan minyak bumi, produksi bahan kimia, dan pengoperasian jasa reparasi kendaraan. Tingkat globalisasi perusahaan di industri global harus bersaing secara global, jika mereka mencapai skala ekonomis dan mengikuti kemajuan terakhir teknologi.
2.2.2                    Keunggulan Kompetitif
Keunggulan kompetitif atau keunggulan bersaing (competitive advantage) adalah kemampuan yang diperoleh melalui karakteristik dan sumber daya suatu perusahaan untuk memiliki kinerja yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan lain pada industri atau pasaryang sama. Istilah ini berasal dari judul buku Michael PorterCompetitive Advantage (1985), yang dibuat sebagai jawaban atas kritik terhadap konsep keunggulan komparatif. Porter merumuskan dua jenis keunggulan kompetitif perusahaan, yaitu biaya rendah atau diferensiasi produk.
2.2.3                    Persaingan Global dan Keunggulan Kompetitif Nasional
Semakin banyak persaingan global, semakin kritisnya persaingan global maka para pengusaha harus meningkatkan suatu produk/jasa diperusahaan tersebut agar dapat bersaing secara unggul dipasar Internasional.

BAB III
KESIMPULAN
terdapat beberapa langkah strategis yang perlu dijalankan oleh sebuah perusahaan guna dapat mencapai sasaran dan tujuan jangka panjang. Perusahaan yang ingin berkiprah sebagai salah satu pelaku usaha yang diperhitungkan keberadaannya di pasar global serta dibanggakan dalam pasar domestic maka langkah-langkah strategi yang tepat untuk diterapkan

DAFTAR PUSTAKA