BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Seiring
berkembangnya teknologi di era yang semakin modern, kalangan masyarakat
seringmenjual barang atau jasa melalui internet. Konsep menjual di internet sebenarnya tak ubahnya dengan bisnis offline
(konvensional) seperti pada umumnya, yakni kita bisa menjual dan membeli
apapun macam dan jenis produk yang ada di dunia offline. Perbedaan paling
kentara di sini adalah bisnis internet ditunjang dengan media komunikasi
bernama internet yang memungkinkan orang bisa berinteraksi di seluruh dunia
walau tanpa bertatap muka sehingga pangsa pasar tidak dibatasi oleh wilayah dan
waktu. Namun mungkin fikiran kita selama ini “tercemari” oleh iklan-iklan yang
beredar di internet, terutama yang sering kita jumpai di situs-situs lokal,
bahwa bisnis internet itu hanya jualan ebook ataupun produk-produk digital sejenis
sehingga mempengaruhi pola pikir seseorang dan membuat kesan yang bisa dijual
di internet hanya itu-itu saja.
Memang kita tidak dapat menyangkal bahwa untuk urusan internet marketing Indonesia adalah negara paling ramai sedunia dalam keyword tersebut,
ini menunjukkan peminat pola pemasaran ini begitu besar di negeri ini yang
memang berpenduduk besar. Dan juga peminat produk-produk demikian memang
banyak, apalagi topiknya seputar make money online. Selain itu, memasarkan
produk-produk digital memang tidak membutuhkan biaya marketing yang besar
karena tidak terpotong biaya transportasi dan segala hal yang membebani.
Meskipun begitu, saya yakin di tahun-tahun mendatang Indonesia akan memunculkan
program dan produk berkualitas yang lebih beragam dan berkualitas
1.2
Rumusan
Masalah
1.
Apa
pengertian dari E-Marketing ?
2.
Kasus apa
saja dalam E-Marketing dan bagaimana komunikasi dalam pemasaran global?
1.3
Tujuan
1.
Untuk mengetahui
pengertian dari E-Marketing tersebut
2.
Untuk
mengetahui salah satu kasus yang ada di E-Marketing dan cara
komunikasi dalam pemasaran globalnya
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian E-Marketing
E-Marketing berasaldariduasuku kata yaitu
Electronic Marketing. Secara umum E-Marketing adalah bentuk strategi pemasaran
produk baik barang maupun jasa dengan menggunakan media elektronik atau
internet. Terdapat beberapa ahli yang mencoba mendefinisikan E-Marketing
seperti yang diutarakan oleh Armstrong dan Kottler, menurutnya E-Marketing
merupakan sisi pemasaran dari E-Commerce. Yang didalamnya terdiri dari kerja
perusahaan untuk mengkomunikasikan (memberi tahu) sesuatu, mempromosikan, serta
menjual barang dan jasa melalui internet.
Sedangkan Boone dan Kurzt mendefinisikan
E-Marketing sebagai salah satu komponen dalam e-commerce dengan kampuan khusus
marketer, yaitu strategi proses pembuatan, promosi, pendistribusian, dan penetapan
harga barang atau jasa kepada pangsa pasar internet atau melalui peralatan digital
yang lain.
Tidak kalah dengan pendapat ahli yang
lain, Strauss dan Frost ikut mendefinisikan E-Marketing adalah penggunaan data
serta aplikasi elektronik untuk perencanaan dan pelaksanaan konsep, promosi,
distribusi, dan penetapan harga untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan
individu dan organisasi.
2.2 Manfaat dan Kelebihan E-Marketing
Ada banyak manfaat serta kelebihan yang
dapat diambil oleh perusahaan dari cara pemasaran E-marketing diantaranya sebagai
berikut :
1.
E-Marketing
dapat menjangkau berbagai lapisan konsumen dalam suatu lingkungan yang belum dipenuhi
atau disentuh oleh pesaing.
2.
Target
E-Marketing merupakan konsumen yang telah terbagi kedalam kelompok serta dapat mengembangkan
dialog berkelanjutan.
3.
E-Marketing
memungkinkan transaksi bisnis dilakukan secara elektronik sehingga biaya yang
teimbul relative rendah. Seperti misalnya E-mail atau data fil dapat dipindahkan
pada konsumen dalam hitungan detik.
4.
Proses
penjualan dalam E-Marketing bersifat langsung dari produsen kekonsumen tanpa harus
melewati jalur distribusi klasik, sehingga lebih efisien dan efektif.
5.
Dapat
menambah produk untuk dipasarkan secara cepat dan melakukan perubahan dalam rencara
penjualan dengan sangat cepat.
6.
Dengan
E-Marketing melacak kegiatan penjualan yang sudah terjadi, beserta langkah-langkah
dan hasil yang diperoleh dapat dilakukan dengan mudah.
7.
E-Marketing
memungkinkan untuk dapat mengawasi pesaing.
8.
Karena
tidak melewati jalur distribusi, maka dialog antara perusahaan dengan konsumen dapat
terjadi dalam E-marketing.
9.
Memudahkan
dalam mendistribusikan program serta informasi tentang produk melalui E-mail
maupun file transfer.
10. Tidak ada batasan waktu karena bisa diakses
24 jam penuh.
11. E-Marketing dapat menjangkau pasar yang
lebih luas dibandingkan dengan strategi pemasaran lain bahkan bisa sampai kemancanegara.
12. E-Marketing dapat mengurangi biaya pemasaran
karena tidak perlu membuat outlet berbentuk fisik, tidak perlu spanduk, brosur,
dan lain sebagainya.
13. Dapat memudahkan pelaku usaha untuk saling
menjalin hubungan dengan konsumen dengan komunikasi interaktif melalui pemanfaatan
ruang diskusi seperti chatting atau email.
14. Strategi pemasaran E-Marketing dapat memberikan
nilai lebih dalam menghadapi persaingan bisnis.
Itulah beberapa manfaat serta keuntungan
yang dapat diambil dari penerapan strategi pemasaran E-Marketing. Meskipun
E-Marketing banyak menawarkan kelebihan dan kemudahan, tentunya harus diperhatikan
juga faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi keberhasilan strategi pemasaran
ini seperti misalnya keamaan transaksi, keamanan privasi, perkembangan teknologi
dan lain sebagainya.
2.3 Studi Kasus E-Marketing dalam komunikasi pemasaran global
PT.
USAHA GEDUNG BANK DAGANG NEGARA
Fase
dari System Development Life Cycle yang mewakili proyek IT adalah sebagai
berikut: (1) Analysis and design – proses tradisional dimulai dengan analisis
komprehensif kebutuhan, diikuti oleh dokumentasi kapabilitas yang diinginkan
dari sistem dalam bentuk yang bisa digunakan oleh pengembang sistem untuk
mengimplementasi sistem, menetapkan prioritas dari persyaratanpersyaratan yang
ada, mempelajari proses bisnis dan struktur dari sistem yang diinginkan, serta
mengidentifikasi masalah-masalah pada sistem yang telah ada atau belum ada dan
mencari solusi yang selanjutnya
digunakan sebagai perbaikan dari sistem; (2) Construction – ketika kebutuhan
biaya dan keuntungan telah dijelaskan, sistem sudah bisa dilaksanakan. Dahulu,
konstruksi merupakan aktifitas spesialis yang tinggi yang mengkombinasikan
tingkat tinggi dari kemampuan teknologi dengan sekumpulan banyak seni,
pengalaman, dan logika. Sekarang, sistem konstruksi terdiri dari pemilihan
perlengkapan komputer yang cocok lalu menciptakan, membeli, dan mengadaptasi
program komputer yang membutuhkan sistem perlengkapan. Kegiatan konstruksi juga
meliputi mengkonversikan data lama ke sistem baru jika diperlukan, membuat
desain integrasi dari database ke aplikasi, membuat desain arsitektur dari
aplikasi, membuat prototype dari perancangan secara lengkap, serta
mengkonversikan solusi yang disarankan kedalam spesifikasi sistem; (3)
Implementation – mengimplementasi sistem TI terbaru yang melibatkan koordinasi
ekstensif di antara pengguna dan teknologi sebagai penghubung yang dibuat dari
teknologi konstruksi TI ke sistem komplit. Kegiatan dari implementasi juga
meliputi implementasi rancangan-rancangan logical ke dalam kegiatan sebenarnya
dari sistem yang akan dibangun atau dikembangkan, menginstall sistem baru dan memberi
pelatihan pada pemakai (user training) berdasarkan user training yang telah
dibuat, serta mencoba dan melakukan verifikasi sistem yang dihasilkan dan
memastikan bahwa semua modul berfungsi dengan baik dan sesuai dengan user
requirement dengan cara menjalankan satu life cycle dari proses dan tidak hanya
melakukan unit testing (testing per unit). (4) Operation and Maintenance –
untuk menghindari masalah yang akan terjadi, operasi dan perawatan direncanakan
dengan baik, idealnya selama tingkatan awal dan design. Kegiatan operasi dan
perbaikan adalah seperti menjaga sistem baru agar tetap berjalan dengan baik
dan melakukan upgrade untuk meningkatkan kemampuan sistem beserta
dokumen-dokumen yang berkaitan.
Memiliki beberapa tahap yaitu :
Tahap 1 – Membentuk Peluang Pasar Sebelum
melakukan pemasaran melalui internet, perusahaan telah melakukan analisis
terhadap peluang pasar yang akan diperoleh nantinya. Untuk membantu dalam
melakukan analisis ini, ada enam langkah yang digunakan untuk mengevaluasi
peluang pasar antara lain: (a) Menyelidiki peluang pada sistem yang telah
berjalan atau sistem baru, menyebarkan informasi secara luas mengenai jasa yang
ditawarkan, memperluas pangsa pasar perusahaan, meningkatkan pelayanan yang
lebih baik kepada konsumen, dan menciptakan brand image perusahaan di mata
masyarakat. (b) Mengidentifikasi kebutuhan dari pelanggan yang belum terpenuhi,
mengikuti bursa tender, dan mengirimkan Company Profile. (c) Mengidentifikasi
segmen pasar. Pembagian segmen berdasarkan klien dibagi menjadi dua, yaitu Bank
Mandiri dan pelanggan di luar Bank Mandiri. Pembagian segmen berdasarkan produk
dibagi menjadi dua, yaitu pelanggan membangun dari awal produk arsitektur yang
belum ada dan pelanggan ingin mengembangkan produk arsitektur yang sudah ada
(renovasi kantor, mendesign ruangan kantor). Firmografi membagi segmen menjadi
tiga berdasarkan skala nilai proyek dimana proyek kecil berkisar dibawah 100
juta rupiah, menengah diantara 100-500 juta dan besar berkisar diatas 500 juta.
(d) Menetapkan sumber daya perusahaan berdasarkan peluang untuk mencapai
keuntungan, yaitu customer-facing resources, internal resources, upstream
resources; (e) Mempertimbangkan kesempatan persaingan, teknologi dan keuangan;
(f) Mengambil keputusan akhir “go/no – go decision” yang dipengaruhi oleh kemampuan
bersaing positif, kebutuhan pelanggan yang belum terpenuhi positif, kemampuan
teknologi netral, interaksi dalam segmentasi netral, kecenderungan pertumbuhan
positif, dan tingkat keuntungan positif. Sebagian besar variabel sumber daya
dan peluang yang dimiliki perusahaan merupakan faktor-faktor yang mendukung
sistem pemasaran yang baru melalui internet, sehingga perusahaan memutuskan
untuk go with e-marketing.
Tahap 2 –
Menyusun Strategi Pemasaran Sebelum menyusun strategi pemasaran, perusahaan
melakukan analisis kesempatan bisnis yang ada dan mempertimbangkan untuk
membuat strategi pemasaran yang potensial yang dapat memperkuat strategi unit
bisnisnya. Berdasarkan strategi off line yang dijalankan perusahaan saat ini,
strategi pemasaran yang dikembangkan oleh perusahaan, yaitu: (a) membagi produk
dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan menjadi dua, yaitu: membangun dari
awal produk arsitektur yang belum ada dan mengembangkan produk arsitektur yang
sudah ada (renovasi kantor, mendesign ruangan kantor); (b) menawarkan harga
bersaing, tentunya disesuaikan dengan standar dan kualitas yang diinginkan
pelanggan. (c) distribusi, sebenarnya perusahaan telah memiliki beberapa cabang
namun yang khusus untuk menangani pengembangan usaha berlokasi di kantor pusat.
PT. Usaha Gedung Bank Dagang Negara memilih lokasi di Jakarta Pusat dengan
melihat adanya peluang bahwa klien tetapnya Bank Mandiri banyak memiliki cabang
di propinsi DKI Jakarta. Sedangkan lokasi di Bandung dipilih untuk menangani
proyek-proyek di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya. (d) promosi, saat ini
promosi yang dilakukan perusahaan hanya terbatas mengirimkan Company Profile
serta mengikuti tender. Sedangkan dengan strategi on line, perusahaan dapat
mengembangkan beberapa strategi pemasaran seperti: (a) segmentasi – berdasarkan
karakteristik segmentasi, pasar perusahaan masih tetap terbagi menjadi dua
segmen yaitu membangun dari awal produk arsitektur yang belum ada dan
mengembangkan produk arsitektur yang sudah ada (renovasi kantor, mendesign
ruangan kantor). Yang membedakan adalah ukuran segmen pasar. Dengan adanya
sistem pemasaran online yang akan diterapkan, perusahaan diharapkan mampu
memperluas pangsa pasarnya karena internet tidak mengenal batasan waktu dan
tempat. Perusahaan akan menerapkan sistem pemasaran online berbasis web. Dimana
melalui situs web ini akan pemberian informasi mengenai informasi dari
perusahaan, Pengembangan Website E-Marketing… (Honni; Fitri Amelia) 435
penawaran jasa dan produk kepada klien lebih difokuskan. Dengan pemasaran online,
diharapkan perusahaan dapat memperluas pangsa pasar dan memperkenalkan diri ke
klien yang belum mengetahui eksistensinya. (b) pemilihan target pasar –
perusahaan memilih strategi blanket targeting, yaitu mentargetkan semua atau
seluruh jenis segmen pelanggan yang lama. Karena sasaran pelanggan secara
online tidak hanya terpatok kepada perusahaan-perusahaan yang sedang mencari
informasi tentang perusahaan kontraktor, tapi juga individu yang memang sedang
mencari ataupun sedang browsing sehingga hasil yang akan dicapai adalah
peningkatan pangsa pasar dilihat dari semakin luasnya jangkauan pasar yang
dicapai.
Tahap 3 –
Merancang Pengalaman Pelanggan Tahapan pertama membangun hubungan dengan
pelanggan yaitu membangun functionality yang terdiri dari: (a) usability and
east of navigation – tombol navigasi memiliki peranan penting dalam kelancaran
penggunaan situs web. Situs web yang baik haruslah memiliki tombol navigasi
yang mudah dimengerti dan mudah digunakan. Pada situs, hal-hal yang
diperhatikan adalah masalah bahasa yang digunakan, peletakan menu yang
konsisten dan terstruktur, dan rancangan situs web; (b) speed – kecepatan
mengunduh halaman situs menjadi hal yang penting karena apabila diperlukan
waktu lama untuk mengunduh dapat menimbulkan kebosanan yang nantinya dapat
menimbulkan rasa malas untuk mengunjung situs ini lagi. Pada situs ini,
diusahakan semaksimal mungkin agar ukuran file gambar yang ditampilkan tidak
terlalu besar; (c) reliability – agar situs web dapat dipercaya, update dan
maintenance akan dilakukan secara berkala. Pengguna akan mendapatkan pesan
singkat bahwa maintenance sedang dilakukan pada halaman tertentu sehingga
mereka tidak merasa terganggu seperti halnya ketika terjadi error pada situs
web. Pengguna masih dapat melihat halaman-halaman yang lain dimana update tidak
dilakukan pada halaman tersebut dan proses mengunduh juga dapat dilakukan
dengan baik. (d) security – memberikan jaminan keamanan bahwa data pelanggan
yang diberikan melalui situs web (seperti email) tidak akan digunakan untuk hal
lainnya selain yang ditentukan serta memastikan kepada pelanggannya bahwa
individu yang mengakses data mereka adalah orang yang memiliki hak sehingga
pelanggan tidak perlu khawatir bahwa data mereka akan diakses oleh orang lain;
(e) media accessibility – situs web dirancang menggunakan bahasa pemograman PHP
dengan server apache, database yang digunakan adalah MySQL server . Target
browser yang digunakan adalah Mozilla Firefox dan Internet Explorer yang
merupakan dua browser paling digemari. Hal ini memungkinkan semua pengguna
dapat mengakses situs web perusahaan dengan cepat dan efektif. Tahapan kedua
adalah membangun intimacy yang terdiri dari: (a) customization – dengan adanya
fasilitas “upload and ask” untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang ingin
menanyakan secara jelas perincian biaya yang ditawarkan dari perusahaan. Situs
web juga yang disediakan juga terdapat dalam dua pilihan bahasa yaitu bahasa
Indonesia dan bahasa Inggris; (b) communication – pada sistem yang sedang
berjalan, komunikasi antar pelanggan dan staf hanya bisa dilakukan dengan
telepon atau datang langsung. Hal ini membuat respon yang diberikan ke
pelanggan menjadi lambat karena terkadang jaringan telepon perusahaan sedang
sibuk. Untuk mengatasi masalah ini, situs web yang dirancang menyediakan
fasilitas-fasilitas seperti Schedule, Contact us, dan Our Service. Dengan
adanya fasilitas online yang disediakan, diharapkan layanan yang diberikan
kepada pelanggan menjadi lebih baik dan kepercayaan pelanggan dapat diraih; (c)
consistency – memberikan waktu respon yang konsisten terhadap keluhan dan
pertanyaan yang diberikan oleh pelanggan-pelanggannya melalui fasilitas
“contact us”. Respon yang cepat akan memberikan nilai tambah bagi perusahaan di
mata pelanggan-pelanggannya, sehingga pelanggan selalu merasa diperhatikan; (d)
trustworthiness – kepercayaan yang diberikan oleh pelanggan harus dapat
dimanfaatkan dan dijaga dengan baik dengan memberikan informasi bagi pelanggan
mengenai keberadaan perusahaan melalui “About us” dan bagaimana cara
menghubungi perusahaan melalui “Contact us”; (e) exceptional value – perusahaan
memberikan pelayanan yang customizable disesuaikan dengan kebutuhan dan
keinginan pelanggan terhadap jasa yang ditawarkan. Tahapan ketiga yaitu
membangun evangelism yang terdiri dari: (a) taking the word to the market –
situs web perusahaan menyediakan fasilitas “Tell Friends” yang memungkinkan
pelanggan untuk menginformasikan tentang situs web perusahaan kepada
orang-orang yang mereka kenal melalui email serta memasukkan metatag yang tepat
dalam pengkodean website sehingga search engine dapat dengan mudah membaca
keyword sebuah website; (b) active community membership – pelanggan yang pernah
melakukan transaksi bisnis atau mendapatkan layanan perusahaan dapat memberikan
pesan dan kesan terhadap layanan yang diberikan oleh perusahaan melalui
fasilitas “Testimonials” sehingga anggota lain yang membaca pesan dan kesan
tersebut dapat memberikan penilaian terhadap perusahaan yang akan berdampak
pada penilaian dan eksistensi perusahaan dalam suatu komunitas dan pelanggan.
Tahap 4 –
Membangun User Interface Dalam membangun situs web perusahaan berpedoman pada 7
Cs framework yaitu context, content, community, customization, communication,
connection, dan commerce. Rancangan layar dibagi menjadi menjadi dua yaitu: (1)
rancangan layar user yang terdiri dari halaman Home, halaman About Us, halaman
Our Service, halaman Project, halaman Testimonial, halaman Contact Us, halaman
Member Sign In, dan halaman Sign Up; (2) rancangan layar admin yang terdiri
dari: halaman Sign In Admin, halaman New Project, halaman Organization, halaman
Upload and Ask, halaman Schedule, halaman Project, halaman Gallery, halaman
Contact Us.
Tahap 5 –
Merancang Program Pemasaran Untuk kebutuhan customer relationship perusahaan
dapat melakukan: (a) awarness – beberapa strategi yang digunakan perusahaan
untuk menghasilkan awareness bagi konsumen lama maupun calon konsumen melalui
dua cara, yaitu offline – dilakukan dengan mencantumkan alamat situs web
perusahaan pada Company Profile maupun kartu nama yang diberikan pada para
pelanggan maupun melalui telepon serta melalui penjelasan langsung oleh staf
pemasaran pada saat tender berlangsung dan secara online – pemberian alamat
situs web yang singkat. Domain alamat email yang telah digunakan perusahaan
adalah www.ptugbdn.co.id, sehingga alamat tersebut dapat langsung digunakan
oleh perusahaan. Digunakannya www.ptugbdn.co.id sebagai nama dari alamat web
perusahaan karena lebih dikenal oleh pelanggan lama perusahaan serta untuk
pelanggan baru perusahaan akan lebih mudah mengingat sehingga tidak menimbulkan
kebingungan bagi pelanggan. Selain itu, mendaftarkan situs web pada search
engine seperti www.google.com yang berguna bagi perusahaan untuk memperkenalkan
situs web-nya kepada online users yang ada diseluruh dunia dan Indonesia pada
khususnya, mengingat kebanyakan pengguna internet akan menggunakan search
engine untuk mencari informasi yang dibutuhkan; (b) exploration – perusahaan
mendorong eksplorasi dari situs web dengan tidak mengharuskan pengunjung untuk
melakukan registrasi terlebih dahulu sebelum menjelajahi situs web. Pengunjung
dapat melihat-lihat koleksi foto-foto project yang telah dilakukan perusahaan
melalui menu “Gallery”, berita terbaru maupun event yang akan diadakan
perusahaan melalui menu “Info Terkini”. Selain itu apabila pengunjung tertarik
untuk mengetahui lebih lanjut mengenai perusahaan serta kegiatannya, maka dapat
menggunakan menu “Kontak”; (c) commitment – perusahaan dapat memupuk kesetiaan
pelanggan untuk jangka waktu yang panjang dengan memberikan pelayanan yang
terbaik dimulai dengan proyek yang berkualitas dan kinerja staf 438 ComTech
Vol.2 No. 1 Juni 2011: 430-440 yang ramah, handal, tangkas, efektif serta
efisien dalam menjalankan proyek. Perusahaan dapat meningkatkan komitmen
pelanggan dengan memperbanyak frekuensi interaksi dengan pelanggan. Dengan
adanya situs web, pelanggan memiliki kesempatan yang lebih banyak untuk
mengakses situs web untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan mengenai
perusahaan kapanpun dan dimanapun. Oleh karena itu e-marketing merupakan kunci
dalam memberikan kepuasan pada rekanan, calon klien maupun perusahaan ataupun
individu. E-marketing yang available setiap saat sehingga mudah diakses,
reliable, dan up-to-date juga dapat menjadi cara penting dalam meningkatkan
pelayanan dan memberikan kemudahan pelayanan yang cepat dan sederhana; (d)
dissolution – dapat terjadi ketika salah satu atau kedua belah pihak ingin
memutuskan hubungan. Pemutusan hubungan tersebut dapat dikarenakan oleh layanan
yang tidak memuaskan dari perusahaan, pelanggan merasa bosan atau tidak merasa
cocok dengan penawaran-penawaran yang diberikan, pelanggan lebih tertarik untuk
beralih ke perusahaan lain atau aturan-aturan yang sudah dibuat perusahaan
dilanggar oleh pelanggan. Untuk menghindari terjadi dissolution, perusahaan
selalu berusaha untuk memberikan pelayanan terbaiknya kepada setiap
pelanggannya, memberikan aturan-aturan yang ditetapkan dan diinformasikan
secara jelas kepada para pelanggannya dan memberikan inovasi baru yang menarik
untuk menarik minat pelanggan.
Tahap 6 –
Meningkatkan Informasi Pelanggan Melalui Teknologi Meningkatkan informasi
pelanggan melalui teknologi dengan cara: (a) marketing research – hasilnya
pelanggan teridentifikasi melalui segmen dan targeting yang ditentukan
perusahaaan selain itu dilihat dari catatan perusahaan didapat bahwa yang
selama ini menjadi pelanggan dari perusahaan adalah perusahaan induk (Bank
Mandiri) dan tenants yang pernah menggunakan jasa office rental pada saat
perusahaan masih sebagai building management sebelum melakukan ekspansi usaha.
Pilihan pelanggan terhadap jasa yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhannya.
Bank Mandiri sebagai pelanggan lebih sering menggunakan layanan untuk
merenovasi ruang kantor sedangkan pelanggan selain itu lebih sering untuk
membangun sesuatu dari awal suatu property. Trend design yang sedang berkembang
dapat dijadikan acuan sebagai tawaran kepada pelanggan jika pelanggan belum
menetapkan tema design yang diinginkan. Trends design yang sering dipakai untuk
merenovasi ruang kantor lebih banyak menggunakan kayu sebagai materialnya.
Informasi mengenai pengunjung pada web perusahaan diperoleh melalui adanya
pengiriman pertanyaan, saran dan kritik. Pengunjung diminta untuk memberikan
identitas yang disimpan dalam sebuah database marketing, sehingga melalui data
tersebut pihak perusahaan dapat menghubungi kembali pengunjung untuk melakukan
promosi lebih lanjut; (b) Rancangan Database perusahaan.
Tahap 7 –
Mengevaluasi Program Pemasaran Mengevaluasi program pemasaran berdasarkan: (a)
customer-based metrics – jumlah visitor dari situs yang dimiliki perusahaan.
Hal ini menunjukkan banyaknya pengunjung yang aware dari situs yang dimiliki
oleh perusahaan. Tingkat penggunaan fasilitas yang ada dalam situs berupa
fasilitas Kontak. Selain itu juga dilakukan pengukuran menghitung jumlah
pelanggan keseluruhan sebelum implementasi dan sesudah implementasi,
perbandingan jumlah pelanggan yang dihasilkan akan diketahui penggunaan website
dapat dikatakan berhasil atau tidak (b) financial metrics – penjualan (sales)
tingkat penjualan dapat dijadikan suatu ukuran berhasil tidaknya strategi
pemasaran yang diterapkan perusahaan. Bila tingkat penjualan mengalami
peningkatan maka dapat disimpulkan bahwa dengan digunakan situs web dalam
memasarkan produk dan jasa memberikan keuntungan bagi perusahaan. Pendapatan
(revenue), besar kecilnya pendapatan yang diterima perusahaan dapat dijadikan
salah satu tolok ukur untuk melakukan evaluasi. Keuntungan (profit) peningkatan
keuntungan dapat dilihat dari jumlah pendapatan yang diterima dikurangi dengan
biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk melakukan kegiatan pemasaran; (c)
implementation metrics – pengukuran terhadap elemen-elemen pengukuran yang
terletak di dalam lingkup perusahaan. Pengukuran dapat dilakukan dengan cara
memberikan kuesioner baik secara offline maupun online di dalam perusahaan
mengenai situs yang dijalankan, contohnya seperti Polling. Hasil dari kuesioner
tersebut dapat dijadikan sebagai input dalam menentukan perbaikan perancangan
dan strategi yang akan dibuat ke depan.
BAB III
KESIMPULAN
3.1 Kesimpulan
·
E - marketing adalah
penerapan teknologi untuk mencapai tujuan pemasaran , didefinisikan oleh
Chartered Institute of Marketing sebagai : " proses manajemen yang
bertanggung jawab untukmengidentifikasi , mengantisipasi dan memuaskan
kebutuhan pelanggan secara menguntungkan ' .
·
E - marketing dapat
dianggap sebagai bagian dari e - bisnis dan setara dengan sellsid e -commerce .
·
Rencana e - marketing
sering dikembangkan secara terpisah dari strategi e - bisnis . itu Kerangka
SOSTAC ™ digunakan untuk memperkenalkan unsur-unsur rencana e - marketing .
·
Analisis Situasi -
melibatkan pertimbangan lingkungan eksternal dengan penekanan pada tingkat
akses pelanggan ke Internet , benchmarking pesaingdan pendatang baru .
·
Tujuan pengaturan -
tujuan utama adalah pengaturan kontribusi pendapatan secara online
ataupersentase penjualan yang akan dicapai secara online . Bagi perusahaan mana
penjualan langsungtidak praktis karena sifat dari perusahaan produk dapat
menetapkan tujuan bagaimana web akan mempengaruhi komunikasi pemasaran ,
layanan pelanggan dan pengurangan biaya .
DAFTAR PUSTAKA