Sabtu, 12 Januari 2019

E-Marketing (manajemen Pemasaran Global)


BAB I
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang
Seiring berkembangnya teknologi di era yang semakin modern, kalangan masyarakat seringmenjual barang atau jasa melalui internet. Konsep menjual di internet sebenarnya tak ubahnya dengan bisnis offline (konvensional) seperti pada umumnya, yakni kita bisa menjual dan membeli apapun macam dan jenis produk yang ada di dunia offline. Perbedaan paling kentara di sini adalah bisnis internet ditunjang dengan media komunikasi bernama internet yang memungkinkan orang bisa berinteraksi di seluruh dunia walau tanpa bertatap muka sehingga pangsa pasar tidak dibatasi oleh wilayah dan waktu. Namun mungkin fikiran kita selama ini “tercemari” oleh iklan-iklan yang beredar di internet, terutama yang sering kita jumpai di situs-situs lokal, bahwa bisnis internet itu hanya jualan ebook ataupun produk-produk digital sejenis sehingga mempengaruhi pola pikir seseorang dan membuat kesan yang bisa dijual di internet hanya itu-itu saja.
Memang kita tidak dapat menyangkal bahwa untuk urusan internet marketing Indonesia adalah negara paling ramai sedunia dalam keyword tersebut, ini menunjukkan peminat pola pemasaran ini begitu besar di negeri ini yang memang berpenduduk besar. Dan juga peminat produk-produk demikian memang banyak, apalagi topiknya seputar make money online. Selain itu, memasarkan produk-produk digital memang tidak membutuhkan biaya marketing yang besar karena tidak terpotong biaya transportasi dan segala hal yang membebani. Meskipun begitu, saya yakin di tahun-tahun mendatang Indonesia akan memunculkan program dan produk berkualitas yang lebih beragam dan berkualitas
1.2              Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dari E-Marketing ?
2.      Kasus apa saja dalam E-Marketing dan bagaimana komunikasi dalam pemasaran global?

1.3              Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian dari E-Marketing tersebut
2.      Untuk mengetahui salah satu kasus yang ada di E-Marketing dan cara komunikasi dalam pemasaran globalnya




BAB II
PEMBAHASAN

2.1       Pengertian E-Marketing
E-Marketing berasaldariduasuku kata yaitu Electronic Marketing. Secara umum E-Marketing adalah bentuk strategi pemasaran produk baik barang maupun jasa dengan menggunakan media elektronik atau internet. Terdapat beberapa ahli yang mencoba mendefinisikan E-Marketing seperti yang diutarakan oleh Armstrong dan Kottler, menurutnya E-Marketing merupakan sisi pemasaran dari E-Commerce. Yang didalamnya terdiri dari kerja perusahaan untuk mengkomunikasikan (memberi tahu) sesuatu, mempromosikan, serta menjual barang dan jasa melalui internet.
Sedangkan Boone dan Kurzt mendefinisikan E-Marketing sebagai salah satu komponen dalam e-commerce dengan kampuan khusus marketer, yaitu strategi proses pembuatan, promosi, pendistribusian, dan penetapan harga barang atau jasa kepada pangsa pasar internet atau melalui peralatan digital yang lain.
Tidak kalah dengan pendapat ahli yang lain, Strauss dan Frost ikut mendefinisikan E-Marketing adalah penggunaan data serta aplikasi elektronik untuk perencanaan dan pelaksanaan konsep, promosi, distribusi, dan penetapan harga untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan individu dan organisasi.

2.2       Manfaat dan Kelebihan E-Marketing
Ada banyak manfaat serta kelebihan yang dapat diambil oleh perusahaan dari cara pemasaran E-marketing diantaranya sebagai berikut :
1.      E-Marketing dapat menjangkau berbagai lapisan konsumen dalam suatu lingkungan yang belum dipenuhi atau disentuh oleh pesaing.
2.      Target E-Marketing merupakan konsumen yang telah terbagi kedalam kelompok serta dapat mengembangkan dialog berkelanjutan.
3.      E-Marketing memungkinkan transaksi bisnis dilakukan secara elektronik sehingga biaya yang teimbul relative rendah. Seperti misalnya E-mail atau data fil dapat dipindahkan pada konsumen dalam hitungan detik.
4.      Proses penjualan dalam E-Marketing bersifat langsung dari produsen kekonsumen tanpa harus melewati jalur distribusi klasik, sehingga lebih efisien dan efektif.
5.      Dapat menambah produk untuk dipasarkan secara cepat dan melakukan perubahan dalam rencara penjualan dengan sangat cepat.
6.      Dengan E-Marketing melacak kegiatan penjualan yang sudah terjadi, beserta langkah-langkah dan hasil yang diperoleh dapat dilakukan dengan mudah.
7.      E-Marketing memungkinkan untuk dapat mengawasi pesaing.
8.      Karena tidak melewati jalur distribusi, maka dialog antara perusahaan dengan konsumen dapat terjadi dalam E-marketing.
9.      Memudahkan dalam mendistribusikan program serta informasi tentang produk melalui E-mail maupun file transfer.
10.  Tidak ada batasan waktu karena bisa diakses 24 jam penuh.
11.  E-Marketing dapat menjangkau pasar yang lebih luas dibandingkan dengan strategi pemasaran lain bahkan bisa sampai kemancanegara.
12.  E-Marketing dapat mengurangi biaya pemasaran karena tidak perlu membuat outlet berbentuk fisik, tidak perlu spanduk, brosur, dan lain sebagainya.
13.  Dapat memudahkan pelaku usaha untuk saling menjalin hubungan dengan konsumen dengan komunikasi interaktif melalui pemanfaatan ruang diskusi seperti chatting atau email.
14.  Strategi pemasaran E-Marketing dapat memberikan nilai lebih dalam menghadapi persaingan bisnis.
Itulah beberapa manfaat serta keuntungan yang dapat diambil dari penerapan strategi pemasaran E-Marketing. Meskipun E-Marketing banyak menawarkan kelebihan dan kemudahan, tentunya harus diperhatikan juga faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi keberhasilan strategi pemasaran ini seperti misalnya keamaan transaksi, keamanan privasi, perkembangan teknologi dan lain sebagainya.

2.3 Studi Kasus E-Marketing dalam komunikasi pemasaran global
PT. USAHA GEDUNG BANK DAGANG NEGARA
Fase dari System Development Life Cycle yang mewakili proyek IT adalah sebagai berikut: (1) Analysis and design – proses tradisional dimulai dengan analisis komprehensif kebutuhan, diikuti oleh dokumentasi kapabilitas yang diinginkan dari sistem dalam bentuk yang bisa digunakan oleh pengembang sistem untuk mengimplementasi sistem, menetapkan prioritas dari persyaratanpersyaratan yang ada, mempelajari proses bisnis dan struktur dari sistem yang diinginkan, serta mengidentifikasi masalah-masalah pada sistem yang telah ada atau belum ada dan mencari solusi yang selanjutnya digunakan sebagai perbaikan dari sistem; (2) Construction – ketika kebutuhan biaya dan keuntungan telah dijelaskan, sistem sudah bisa dilaksanakan. Dahulu, konstruksi merupakan aktifitas spesialis yang tinggi yang mengkombinasikan tingkat tinggi dari kemampuan teknologi dengan sekumpulan banyak seni, pengalaman, dan logika. Sekarang, sistem konstruksi terdiri dari pemilihan perlengkapan komputer yang cocok lalu menciptakan, membeli, dan mengadaptasi program komputer yang membutuhkan sistem perlengkapan. Kegiatan konstruksi juga meliputi mengkonversikan data lama ke sistem baru jika diperlukan, membuat desain integrasi dari database ke aplikasi, membuat desain arsitektur dari aplikasi, membuat prototype dari perancangan secara lengkap, serta mengkonversikan solusi yang disarankan kedalam spesifikasi sistem; (3) Implementation – mengimplementasi sistem TI terbaru yang melibatkan koordinasi ekstensif di antara pengguna dan teknologi sebagai penghubung yang dibuat dari teknologi konstruksi TI ke sistem komplit. Kegiatan dari implementasi juga meliputi implementasi rancangan-rancangan logical ke dalam kegiatan sebenarnya dari sistem yang akan dibangun atau dikembangkan, menginstall sistem baru dan memberi pelatihan pada pemakai (user training) berdasarkan user training yang telah dibuat, serta mencoba dan melakukan verifikasi sistem yang dihasilkan dan memastikan bahwa semua modul berfungsi dengan baik dan sesuai dengan user requirement dengan cara menjalankan satu life cycle dari proses dan tidak hanya melakukan unit testing (testing per unit). (4) Operation and Maintenance – untuk menghindari masalah yang akan terjadi, operasi dan perawatan direncanakan dengan baik, idealnya selama tingkatan awal dan design. Kegiatan operasi dan perbaikan adalah seperti menjaga sistem baru agar tetap berjalan dengan baik dan melakukan upgrade untuk meningkatkan kemampuan sistem beserta dokumen-dokumen yang berkaitan.
Memiliki beberapa tahap yaitu :
Tahap 1 – Membentuk Peluang Pasar Sebelum melakukan pemasaran melalui internet, perusahaan telah melakukan analisis terhadap peluang pasar yang akan diperoleh nantinya. Untuk membantu dalam melakukan analisis ini, ada enam langkah yang digunakan untuk mengevaluasi peluang pasar antara lain: (a) Menyelidiki peluang pada sistem yang telah berjalan atau sistem baru, menyebarkan informasi secara luas mengenai jasa yang ditawarkan, memperluas pangsa pasar perusahaan, meningkatkan pelayanan yang lebih baik kepada konsumen, dan menciptakan brand image perusahaan di mata masyarakat. (b) Mengidentifikasi kebutuhan dari pelanggan yang belum terpenuhi, mengikuti bursa tender, dan mengirimkan Company Profile. (c) Mengidentifikasi segmen pasar. Pembagian segmen berdasarkan klien dibagi menjadi dua, yaitu Bank Mandiri dan pelanggan di luar Bank Mandiri. Pembagian segmen berdasarkan produk dibagi menjadi dua, yaitu pelanggan membangun dari awal produk arsitektur yang belum ada dan pelanggan ingin mengembangkan produk arsitektur yang sudah ada (renovasi kantor, mendesign ruangan kantor). Firmografi membagi segmen menjadi tiga berdasarkan skala nilai proyek dimana proyek kecil berkisar dibawah 100 juta rupiah, menengah diantara 100-500 juta dan besar berkisar diatas 500 juta. (d) Menetapkan sumber daya perusahaan berdasarkan peluang untuk mencapai keuntungan, yaitu customer-facing resources, internal resources, upstream resources; (e) Mempertimbangkan kesempatan persaingan, teknologi dan keuangan; (f) Mengambil keputusan akhir “go/no – go decision” yang dipengaruhi oleh kemampuan bersaing positif, kebutuhan pelanggan yang belum terpenuhi positif, kemampuan teknologi netral, interaksi dalam segmentasi netral, kecenderungan pertumbuhan positif, dan tingkat keuntungan positif. Sebagian besar variabel sumber daya dan peluang yang dimiliki perusahaan merupakan faktor-faktor yang mendukung sistem pemasaran yang baru melalui internet, sehingga perusahaan memutuskan untuk go with e-marketing.
Tahap 2 – Menyusun Strategi Pemasaran Sebelum menyusun strategi pemasaran, perusahaan melakukan analisis kesempatan bisnis yang ada dan mempertimbangkan untuk membuat strategi pemasaran yang potensial yang dapat memperkuat strategi unit bisnisnya. Berdasarkan strategi off line yang dijalankan perusahaan saat ini, strategi pemasaran yang dikembangkan oleh perusahaan, yaitu: (a) membagi produk dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan menjadi dua, yaitu: membangun dari awal produk arsitektur yang belum ada dan mengembangkan produk arsitektur yang sudah ada (renovasi kantor, mendesign ruangan kantor); (b) menawarkan harga bersaing, tentunya disesuaikan dengan standar dan kualitas yang diinginkan pelanggan. (c) distribusi, sebenarnya perusahaan telah memiliki beberapa cabang namun yang khusus untuk menangani pengembangan usaha berlokasi di kantor pusat. PT. Usaha Gedung Bank Dagang Negara memilih lokasi di Jakarta Pusat dengan melihat adanya peluang bahwa klien tetapnya Bank Mandiri banyak memiliki cabang di propinsi DKI Jakarta. Sedangkan lokasi di Bandung dipilih untuk menangani proyek-proyek di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya. (d) promosi, saat ini promosi yang dilakukan perusahaan hanya terbatas mengirimkan Company Profile serta mengikuti tender. Sedangkan dengan strategi on line, perusahaan dapat mengembangkan beberapa strategi pemasaran seperti: (a) segmentasi – berdasarkan karakteristik segmentasi, pasar perusahaan masih tetap terbagi menjadi dua segmen yaitu membangun dari awal produk arsitektur yang belum ada dan mengembangkan produk arsitektur yang sudah ada (renovasi kantor, mendesign ruangan kantor). Yang membedakan adalah ukuran segmen pasar. Dengan adanya sistem pemasaran online yang akan diterapkan, perusahaan diharapkan mampu memperluas pangsa pasarnya karena internet tidak mengenal batasan waktu dan tempat. Perusahaan akan menerapkan sistem pemasaran online berbasis web. Dimana melalui situs web ini akan pemberian informasi mengenai informasi dari perusahaan, Pengembangan Website E-Marketing… (Honni; Fitri Amelia) 435 penawaran jasa dan produk kepada klien lebih difokuskan. Dengan pemasaran online, diharapkan perusahaan dapat memperluas pangsa pasar dan memperkenalkan diri ke klien yang belum mengetahui eksistensinya. (b) pemilihan target pasar – perusahaan memilih strategi blanket targeting, yaitu mentargetkan semua atau seluruh jenis segmen pelanggan yang lama. Karena sasaran pelanggan secara online tidak hanya terpatok kepada perusahaan-perusahaan yang sedang mencari informasi tentang perusahaan kontraktor, tapi juga individu yang memang sedang mencari ataupun sedang browsing sehingga hasil yang akan dicapai adalah peningkatan pangsa pasar dilihat dari semakin luasnya jangkauan pasar yang dicapai.
Tahap 3 – Merancang Pengalaman Pelanggan Tahapan pertama membangun hubungan dengan pelanggan yaitu membangun functionality yang terdiri dari: (a) usability and east of navigation – tombol navigasi memiliki peranan penting dalam kelancaran penggunaan situs web. Situs web yang baik haruslah memiliki tombol navigasi yang mudah dimengerti dan mudah digunakan. Pada situs, hal-hal yang diperhatikan adalah masalah bahasa yang digunakan, peletakan menu yang konsisten dan terstruktur, dan rancangan situs web; (b) speed – kecepatan mengunduh halaman situs menjadi hal yang penting karena apabila diperlukan waktu lama untuk mengunduh dapat menimbulkan kebosanan yang nantinya dapat menimbulkan rasa malas untuk mengunjung situs ini lagi. Pada situs ini, diusahakan semaksimal mungkin agar ukuran file gambar yang ditampilkan tidak terlalu besar; (c) reliability – agar situs web dapat dipercaya, update dan maintenance akan dilakukan secara berkala. Pengguna akan mendapatkan pesan singkat bahwa maintenance sedang dilakukan pada halaman tertentu sehingga mereka tidak merasa terganggu seperti halnya ketika terjadi error pada situs web. Pengguna masih dapat melihat halaman-halaman yang lain dimana update tidak dilakukan pada halaman tersebut dan proses mengunduh juga dapat dilakukan dengan baik. (d) security – memberikan jaminan keamanan bahwa data pelanggan yang diberikan melalui situs web (seperti email) tidak akan digunakan untuk hal lainnya selain yang ditentukan serta memastikan kepada pelanggannya bahwa individu yang mengakses data mereka adalah orang yang memiliki hak sehingga pelanggan tidak perlu khawatir bahwa data mereka akan diakses oleh orang lain; (e) media accessibility – situs web dirancang menggunakan bahasa pemograman PHP dengan server apache, database yang digunakan adalah MySQL server . Target browser yang digunakan adalah Mozilla Firefox dan Internet Explorer yang merupakan dua browser paling digemari. Hal ini memungkinkan semua pengguna dapat mengakses situs web perusahaan dengan cepat dan efektif. Tahapan kedua adalah membangun intimacy yang terdiri dari: (a) customization – dengan adanya fasilitas “upload and ask” untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang ingin menanyakan secara jelas perincian biaya yang ditawarkan dari perusahaan. Situs web juga yang disediakan juga terdapat dalam dua pilihan bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris; (b) communication – pada sistem yang sedang berjalan, komunikasi antar pelanggan dan staf hanya bisa dilakukan dengan telepon atau datang langsung. Hal ini membuat respon yang diberikan ke pelanggan menjadi lambat karena terkadang jaringan telepon perusahaan sedang sibuk. Untuk mengatasi masalah ini, situs web yang dirancang menyediakan fasilitas-fasilitas seperti Schedule, Contact us, dan Our Service. Dengan adanya fasilitas online yang disediakan, diharapkan layanan yang diberikan kepada pelanggan menjadi lebih baik dan kepercayaan pelanggan dapat diraih; (c) consistency – memberikan waktu respon yang konsisten terhadap keluhan dan pertanyaan yang diberikan oleh pelanggan-pelanggannya melalui fasilitas “contact us”. Respon yang cepat akan memberikan nilai tambah bagi perusahaan di mata pelanggan-pelanggannya, sehingga pelanggan selalu merasa diperhatikan; (d) trustworthiness – kepercayaan yang diberikan oleh pelanggan harus dapat dimanfaatkan dan dijaga dengan baik dengan memberikan informasi bagi pelanggan mengenai keberadaan perusahaan melalui “About us” dan bagaimana cara menghubungi perusahaan melalui “Contact us”; (e) exceptional value – perusahaan memberikan pelayanan yang customizable disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan terhadap jasa yang ditawarkan. Tahapan ketiga yaitu membangun evangelism yang terdiri dari: (a) taking the word to the market – situs web perusahaan menyediakan fasilitas “Tell Friends” yang memungkinkan pelanggan untuk menginformasikan tentang situs web perusahaan kepada orang-orang yang mereka kenal melalui email serta memasukkan metatag yang tepat dalam pengkodean website sehingga search engine dapat dengan mudah membaca keyword sebuah website; (b) active community membership – pelanggan yang pernah melakukan transaksi bisnis atau mendapatkan layanan perusahaan dapat memberikan pesan dan kesan terhadap layanan yang diberikan oleh perusahaan melalui fasilitas “Testimonials” sehingga anggota lain yang membaca pesan dan kesan tersebut dapat memberikan penilaian terhadap perusahaan yang akan berdampak pada penilaian dan eksistensi perusahaan dalam suatu komunitas dan pelanggan.
Tahap 4 – Membangun User Interface Dalam membangun situs web perusahaan berpedoman pada 7 Cs framework yaitu context, content, community, customization, communication, connection, dan commerce. Rancangan layar dibagi menjadi menjadi dua yaitu: (1) rancangan layar user yang terdiri dari halaman Home, halaman About Us, halaman Our Service, halaman Project, halaman Testimonial, halaman Contact Us, halaman Member Sign In, dan halaman Sign Up; (2) rancangan layar admin yang terdiri dari: halaman Sign In Admin, halaman New Project, halaman Organization, halaman Upload and Ask, halaman Schedule, halaman Project, halaman Gallery, halaman Contact Us.  
Tahap 5 – Merancang Program Pemasaran Untuk kebutuhan customer relationship perusahaan dapat melakukan: (a) awarness – beberapa strategi yang digunakan perusahaan untuk menghasilkan awareness bagi konsumen lama maupun calon konsumen melalui dua cara, yaitu offline – dilakukan dengan mencantumkan alamat situs web perusahaan pada Company Profile maupun kartu nama yang diberikan pada para pelanggan maupun melalui telepon serta melalui penjelasan langsung oleh staf pemasaran pada saat tender berlangsung dan secara online – pemberian alamat situs web yang singkat. Domain alamat email yang telah digunakan perusahaan adalah www.ptugbdn.co.id, sehingga alamat tersebut dapat langsung digunakan oleh perusahaan. Digunakannya www.ptugbdn.co.id sebagai nama dari alamat web perusahaan karena lebih dikenal oleh pelanggan lama perusahaan serta untuk pelanggan baru perusahaan akan lebih mudah mengingat sehingga tidak menimbulkan kebingungan bagi pelanggan. Selain itu, mendaftarkan situs web pada search engine seperti www.google.com yang berguna bagi perusahaan untuk memperkenalkan situs web-nya kepada online users yang ada diseluruh dunia dan Indonesia pada khususnya, mengingat kebanyakan pengguna internet akan menggunakan search engine untuk mencari informasi yang dibutuhkan; (b) exploration – perusahaan mendorong eksplorasi dari situs web dengan tidak mengharuskan pengunjung untuk melakukan registrasi terlebih dahulu sebelum menjelajahi situs web. Pengunjung dapat melihat-lihat koleksi foto-foto project yang telah dilakukan perusahaan melalui menu “Gallery”, berita terbaru maupun event yang akan diadakan perusahaan melalui menu “Info Terkini”. Selain itu apabila pengunjung tertarik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai perusahaan serta kegiatannya, maka dapat menggunakan menu “Kontak”; (c) commitment – perusahaan dapat memupuk kesetiaan pelanggan untuk jangka waktu yang panjang dengan memberikan pelayanan yang terbaik dimulai dengan proyek yang berkualitas dan kinerja staf 438 ComTech Vol.2 No. 1 Juni 2011: 430-440 yang ramah, handal, tangkas, efektif serta efisien dalam menjalankan proyek. Perusahaan dapat meningkatkan komitmen pelanggan dengan memperbanyak frekuensi interaksi dengan pelanggan. Dengan adanya situs web, pelanggan memiliki kesempatan yang lebih banyak untuk mengakses situs web untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan mengenai perusahaan kapanpun dan dimanapun. Oleh karena itu e-marketing merupakan kunci dalam memberikan kepuasan pada rekanan, calon klien maupun perusahaan ataupun individu. E-marketing yang available setiap saat sehingga mudah diakses, reliable, dan up-to-date juga dapat menjadi cara penting dalam meningkatkan pelayanan dan memberikan kemudahan pelayanan yang cepat dan sederhana; (d) dissolution – dapat terjadi ketika salah satu atau kedua belah pihak ingin memutuskan hubungan. Pemutusan hubungan tersebut dapat dikarenakan oleh layanan yang tidak memuaskan dari perusahaan, pelanggan merasa bosan atau tidak merasa cocok dengan penawaran-penawaran yang diberikan, pelanggan lebih tertarik untuk beralih ke perusahaan lain atau aturan-aturan yang sudah dibuat perusahaan dilanggar oleh pelanggan. Untuk menghindari terjadi dissolution, perusahaan selalu berusaha untuk memberikan pelayanan terbaiknya kepada setiap pelanggannya, memberikan aturan-aturan yang ditetapkan dan diinformasikan secara jelas kepada para pelanggannya dan memberikan inovasi baru yang menarik untuk menarik minat pelanggan.
Tahap 6 – Meningkatkan Informasi Pelanggan Melalui Teknologi Meningkatkan informasi pelanggan melalui teknologi dengan cara: (a) marketing research – hasilnya pelanggan teridentifikasi melalui segmen dan targeting yang ditentukan perusahaaan selain itu dilihat dari catatan perusahaan didapat bahwa yang selama ini menjadi pelanggan dari perusahaan adalah perusahaan induk (Bank Mandiri) dan tenants yang pernah menggunakan jasa office rental pada saat perusahaan masih sebagai building management sebelum melakukan ekspansi usaha. Pilihan pelanggan terhadap jasa yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhannya. Bank Mandiri sebagai pelanggan lebih sering menggunakan layanan untuk merenovasi ruang kantor sedangkan pelanggan selain itu lebih sering untuk membangun sesuatu dari awal suatu property. Trend design yang sedang berkembang dapat dijadikan acuan sebagai tawaran kepada pelanggan jika pelanggan belum menetapkan tema design yang diinginkan. Trends design yang sering dipakai untuk merenovasi ruang kantor lebih banyak menggunakan kayu sebagai materialnya. Informasi mengenai pengunjung pada web perusahaan diperoleh melalui adanya pengiriman pertanyaan, saran dan kritik. Pengunjung diminta untuk memberikan identitas yang disimpan dalam sebuah database marketing, sehingga melalui data tersebut pihak perusahaan dapat menghubungi kembali pengunjung untuk melakukan promosi lebih lanjut; (b) Rancangan Database perusahaan.
Tahap 7 – Mengevaluasi Program Pemasaran Mengevaluasi program pemasaran berdasarkan: (a) customer-based metrics – jumlah visitor dari situs yang dimiliki perusahaan. Hal ini menunjukkan banyaknya pengunjung yang aware dari situs yang dimiliki oleh perusahaan. Tingkat penggunaan fasilitas yang ada dalam situs berupa fasilitas Kontak. Selain itu juga dilakukan pengukuran menghitung jumlah pelanggan keseluruhan sebelum implementasi dan sesudah implementasi, perbandingan jumlah pelanggan yang dihasilkan akan diketahui penggunaan website dapat dikatakan berhasil atau tidak (b) financial metrics – penjualan (sales) tingkat penjualan dapat dijadikan suatu ukuran berhasil tidaknya strategi pemasaran yang diterapkan perusahaan. Bila tingkat penjualan mengalami peningkatan maka dapat disimpulkan bahwa dengan digunakan situs web dalam memasarkan produk dan jasa memberikan keuntungan bagi perusahaan. Pendapatan (revenue), besar kecilnya pendapatan yang diterima perusahaan dapat dijadikan salah satu tolok ukur untuk melakukan evaluasi. Keuntungan (profit) peningkatan keuntungan dapat dilihat dari jumlah pendapatan yang diterima dikurangi dengan biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk melakukan kegiatan pemasaran; (c) implementation metrics – pengukuran terhadap elemen-elemen pengukuran yang terletak di dalam lingkup perusahaan. Pengukuran dapat dilakukan dengan cara memberikan kuesioner baik secara offline maupun online di dalam perusahaan mengenai situs yang dijalankan, contohnya seperti Polling. Hasil dari kuesioner tersebut dapat dijadikan sebagai input dalam menentukan perbaikan perancangan dan strategi yang akan dibuat ke depan.


BAB III
KESIMPULAN
3.1 Kesimpulan
·         E - marketing adalah penerapan teknologi untuk mencapai tujuan pemasaran , didefinisikan oleh Chartered Institute of Marketing sebagai : " proses manajemen yang bertanggung jawab untukmengidentifikasi , mengantisipasi dan memuaskan kebutuhan pelanggan secara menguntungkan ' .
·         E - marketing dapat dianggap sebagai bagian dari e - bisnis dan setara dengan sellsid e -commerce .
·         Rencana e - marketing sering dikembangkan secara terpisah dari strategi e - bisnis . itu Kerangka SOSTAC ™ digunakan untuk memperkenalkan unsur-unsur rencana e - marketing .
·         Analisis Situasi - melibatkan pertimbangan lingkungan eksternal dengan penekanan pada tingkat akses pelanggan ke Internet , benchmarking pesaingdan pendatang baru .
·         Tujuan pengaturan - tujuan utama adalah pengaturan kontribusi pendapatan secara online ataupersentase penjualan yang akan dicapai secara online . Bagi perusahaan mana penjualan langsungtidak praktis karena sifat dari perusahaan produk dapat menetapkan tujuan bagaimana web akan mempengaruhi komunikasi pemasaran , layanan pelanggan dan pengurangan biaya .














DAFTAR PUSTAKA