ETIKA
BISNIS
Istilah Etika berasal
dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal kata ‘etika’ yaitu ethos sedangkan
bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu
: tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan/adat,
akhlak,watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu
adat kebiasaan
Istilah lain yang
identik dengan etika, yaitu:
·
Susila (Sanskerta), lebih menunjukkan
kepada dasar-dasar, prinsip, aturan hidup (sila) yang lebih baik (su).
·
Akhlak (Arab), berarti moral, dan etika
berarti ilmu akhlak.
Etika terbagi atas dua
:
1.
Etika umum
ialah etika yang membahas tentang
kondisi-kondisi dasar bagaimana itu bertindak secara etis. Etika inilah yang
dijadikan dasar dan pegangan manusia untuk bertindak dan digunakan sebagai
tolok ukur penilaian baik buruknya suatu tindakan.
2.
Etika khusus
ialah penerapan moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus misalnya olah raga, bisnis, atau profesi tertentu. Dari sinilah nanti akan lahir etika bisnis dan etika profesi (wartawan, dokter, hakim, pustakawan, dan lainnya).
ialah penerapan moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus misalnya olah raga, bisnis, atau profesi tertentu. Dari sinilah nanti akan lahir etika bisnis dan etika profesi (wartawan, dokter, hakim, pustakawan, dan lainnya).
Pengertian
Bisnis
Bisnis adalah suatu
organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis
lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari
bahasa Inggris “business”, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk”
dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk
mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan. Di dalam
melakukan bisnis, kita wajib untuk memperhatikan etika agar di pandang sebagai
bisnis yang baik. Bisnis beretika adalah bisnis yang mengindahkan serangkaian
nilai-nilai luhur yang bersumber dari hati nurani, empati, dan norma. Bisnis
bisa disebut etis apabila dalam mengelola bisnisnya pengusaha selalu
menggunakan nuraninya.
Berikut ini ada
beberapa pengertian bisnis menurut para ahli :
·
Allan afuah (2004)
Bisnis
adalah suatu kegiatan usaha individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dana
menjual barang ataupun jasa agar mendapatkan keuntungan dalam pemenuhan
kebutuhan masyarakat dan ada di dalam industry
·
T. chwee (1990)
Bisnis
merupaka suatu sistem yang memproduksi barang dan jasa untuk memuaskan
kebutuhan masyarakat.
·
Grifin dan ebert
Bisnis
adalah suatu organisasi yang menyediakan barang atau jasa yang bertujuan untuk
mendapatkan keuntungan.
Pengertian
Etika Bisnis
Secara sederhana yang
dimaksud dengan etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis,
yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan,
industri dan juga masyarakat. Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita
menjalankan bisnis secara adil, sesuai dengan hukum yang berlaku, dan tidak
tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat.
Berikut ini ada
beberapa pengertian etika bisnis menurut para ahli
ü Hill
dan Jones
Etika
bisnis merupakan suatu ajaran untuk membedakan antara salah dan benar. Di mana
hal tersebut dapat memberikan pembekalan kepada setiap pemimpin perusahaan
ketika mempertimbangkan untuk mengambil keputusan strategis yang terkait dengan
masalah moral yang kompleks.
ü Velasques
Studi
yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi
pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan
perilaku bisnis.
ü Yosephus
Etika
Bisnis secara hakiki merupakan Applied Ethics (etika terapan). Di sini, etika
bisnis merupakan wilayah penerapan prinsip-prinsip moral umum pada wilayah
tindak manusia di bidang ekonomi, khususnya bisnis. Jadi, secara hakiki sasaran
etika bisnis adalah perilaku moral pebisnis yang berkegiatan ekonomi
ü Steade
Et Al
ü Etika
bisnis adalah standar etika yang berkaitan dengan tujuan dan cara membuat
keputusan bisnis.
Prinsip-prinsip
Etika Bisnis
Adapun prinsip-prinsip
etika bisnis yaitu sebagai berikut :
1.
Prinsip otonomi
Prinsip
otonomi memandang bahwa perusahaan secara bebas memiliki wewenang sesuai dengan
bidang yang dilakukan dan pelaksanaannya dengan visi dan misi yang dimilikinya.
Kebijakan yang diambil perusahaan harus diarahkan untuk pengembangan visi dan
misi perusahaan yang berorientasi pada kemakmuran dan kesejahteraan karyawan
dan komunitasnya.
2.
Kesatuan (Unity)
Adalah
kesatuan sebagaimana terefleksikan dalam konsep yang memadukan keseluruhan
aspek aspek kehidupan, baik dalam bidang ekonomi, politik, sosial menjadi
keseluruhan yang homogen,serta mementingkan konsep konsistensi dan keteraturan
yang menyeluruh.
3.
Kehendak Bebas (Free Will)
Kebebasan
merupakan bagian penting dalam nilai etika bisnis,tetapi kebebasan itu tidak
merugikan kepentingan kolektif.Kepentingan individu dibuka lebar.Tidak adanya
batasan pendapatan bagi seseorang mendorong manusia untuk aktif berkarya dan
bekerja dengan segala potensi yang dimilikinya.
4.
Kebenaran (kebajikan dan kejujuran)
Kebenaran
dalam konteks ini selain mengandung makna kebenaran lawan dari kesalahan,
mengandung pula dua unsur yaitu kebajikan dan kejujuran.Dalam konteks bisnis
kebenaran dimaksudkan sebagia niat,sikap dan perilaku benar yang meliputi
proses akad (transaksi) proses mencari atau memperoleh komoditas pengembangan
maupun dalam proses upaya meraih atau menetapkan keuntungan. Dengan prinsip
kebenaran ini maka etika bisnis sangat menjaga dan berlaku preventif terhadap
kemungkinan adanya kerugian salah satu pihak yang melakukan transaksi
,kerjasama atau perjanjian dalam bisnis.
5.
Prinsip keadilan / Keseimbangan
(Equilibrium)
Perusahaan
harus bersikap adil kepada pihak-pihak yang terkait dengan sistem bisnis.
Contohnya, upah yang adil kepada karywan sesuai kontribusinya, pelayanan yang
sama kepada konsumen, dan lain-lain.
6.
Prinsip hormat pada diri sendiri
Perlunya
menjaga citra baik perusahaan tersebut melalui prinsip kejujuran, tidak berniat
jahat dan prinsip keadilan.
7.
Tanggung jawab (Responsibility)
Kebebasan
tanpa batas adalah suatu hal yang mustahil dilakukan oleh manusia karena tidak
menuntut adanya pertanggungjawaban dan akuntabilitas. untuk memenuhi tuntunan
keadilan dan kesatuan, manusia perlu mempertanggungjawabkan tindakannya. secara
logis prinsip ini berhubungan erat dengan kehendak bebas. Ia menetapkan batasan
mengenai apa yang bebas dilakukan oleh manusia dengan bertanggungjawab atas
semua yang dilakukannya.
Tujuan
etika bisnis
Etika bisnis sangat dibutuhkan oleh semua pengusaha baru maupun pengusaha
yang sudah lama terjun di dunia bisnis. Tujuan etika bisnis bagi pengusaha
adalah untuk mendorong kesadaran moral dan memberikan batasan-batasan bagi para
pengusaha atau pelaku bisnis untuk menjalankan good business dan
tidak melakukan monkey business atau dirty business. Di mana,
hal itu dapat merugikan banyak pihak yang terkait.
Dengan etika bisnis, para pelaku bisnis memiliki aturan yang dapat mengarahkan
mereka dalam mewujudkan citra dan manajemen bisnis yang baik, sehingga dapat diikuti
oleh semua orang yang memercayai bahwa bisnis tersebut memiliki etika yang
baik. Memiliki etika bisnis juga dapat menghindari citra buruk seperti
penipuan, serta cara kotor dan licik. Bisnis yang memiliki etika baik biasanya
tidak akan pernah merugikan bisnis lain, tidak melanggar aturan hukum yang
berlaku, tidak membuat suasana yang tidak kondusif pada saingan bisnisnya, dan
memiliki izin usaha yang sah.
Etika bisnis merupakan etika khusus (terapan) yang pada awalnya berkembang di
Amerika Serikat. Sebagai cabang filsafat terapan, etika bisnis menyoroti
segi-segi moral perilaku manusia dan peraturan-peraturan yang mempunyai profesi
di bidang bisnis dan manajemen. Oleh karena itu, etika bisnis dapat dilihat
sebagai usaha untuk merumuskan dan menerapkan prinsip-prinsip etika dibidang
hubungan ekonomi antar manusia. Secara terperinci, Richard T.de George menyebut
bahwa etika . Bisnis menyangkut empat kegiatan sebagai berikut:
1.
Penerapan prinsip-prinsip umum dalam
praktik bisnis. Berdasarkan prinsi-prinsip etika bisnis itu kita dapat
menyoroti dan menilai apakah suatu keputusan atau tindakan yang diambil dalam
dunia bisnis secara moral dapat dibenarkan atau tidak. Dengan demikian etik
bisnis membantu pra pelaku bisnis untuk mencari cara guna mencegah tindakan
yang dinilai tidak etis.
2.
Etika bisnis tidak hanya menyangkut
penerapan prinsip-prinsip etika pada dunia bisnis, tetapi juga metematika.
Dalam hubungan ini, etika bisnis mengkaji apakah perilaku yang dinilai etis
pada individu juga dapat berlaku pada organisasi atau perusahaan bisnis.
Selanjutnya etika bisnis menyoroti apakah perusahaan mempunyai tanggung jawab
sosial atau tidak.
3.
Bidang telaah etika bisnis menyangkut
pandangan – pandangan mengenai bisnis. Dalam hal ini, etika bisnis mengkaji
moralitas sistem ekonomi pada umumnya dan sistem ekonomi publik pada khususnya,
misalnya masalah keadilan sosial, hak milik, dan persaingan.
4.
Etika bisnis juga menyentuh bidang yang
sangat makro, seperti operasi perusahaan multinasional, jaringan konglomerat
internasional, dan lain- lain.
Manfaat Etika Bisnis
bagi Perusahaan :
1.
Dapat meningkatkan kredibilitas suatu
perusahaan, karena etika telah dijadikan sebagai corporate culture. Hal ini
terutama penting bagi perusahaan besar yang karyawannya tidak semuanya saling
mengenal satu sama lainnya. Dengan adanya etika bisnis, secara intern semua
karyawan terikat dengan standard etis yang sama, sehingga akan mefigambil
kebijakan/keputusan yang sama terhadap kasus sejenis yang timbul.
2.
Dapat membantu menghilangkan grey area
(kawasan kelabu) dibidang etika. (penerimaan komisi, penggunaan tenaga kerja
anak, kewajiban perusahaan dalam melindungi lingkungan hidup).
3.
Menjelaskan bagaimana perusahaan menilai
tanggung jawab sosialnya.
4.
Menyediakan bagi perusahaan dan dunia
bisnis pada umumnya, kemungkinan untuk mengatur diri sendiri (self regulation).
5.
Bagi perusahaan yang telah go publik
dapat memperoleh manfaat berupa meningkatnya kepercayaan para investor. Selain
itu karena adanya kenaikan harga saham, maka dapat menarik minat para investor
untuk membeli saham perusahaan tersebut.
6.
Dapat meningkatkan daya saing
(competitive advantage) perusahaan.
7.
Membangun corporate image / citra
positif , serta dalam jangka panjang dapat menjaga kelangsungan hidup
perusahaan (sustainable company).
Etika bisnis perusahhan
memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang
kokoh dan memiliki dsaya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan
menciptakan nilai yang tinggi,diperlukan suatu landasan yang kokoh.
Von der Embse dan R.A.
Wagley dalam artikelnya di Advance Managemen Jouurnal (1988), memberikan tiga
pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis, yaitu :
a) Utilitarian
Approach : setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena
itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat
memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak
membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.
b) Individual
Rights Approach : setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak
dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus
dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak
orang lain.
c) Justice
Approach : para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak
adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan
ataupun secara kelompok.
Etika bisnis dalam perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu
untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi
serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi,
diperlukan suatu landasan yang kokoh. Biasanya dimulai dari perencanaan
strategis , organisasi yang baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh
budaya perusahaan yang andal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara
konsisten dan konsekuen.
Contoh Etika Bisnis
1.
Menyebutkan Nama
Pengusaha
yang mengerti etika bisnis, biasanya akan menyebutkan nama secara lengkap
ketika bertemu dengan orang baru. Hal ini penting dilakukan untuk menunjukkan
bahwa Anda memiliki etika yang baik. Namun, jika nama Anda terlalu panjang
untuk diucapkan, Anda dapat menyingkatnya sedikit.
2.
Berdiri Saat Berkenalan
Selain
menunjukkan kesopanan, berdiri saat memperkenalkan diri juga mempertegas
kehadiran Anda. Namun, jika kondisinya tidak memungkinkan untuk berdiri, Anda
dapat sedikit membungkuk. Dengan begitu, rekan bisnis akan melihat bahwa Anda
adalah orang memiliki nilai positif dan memiliki citra baik.
3.
Ucapkan Terima Kasih
Ketika
Anda menghadiri suatu acara bisnis jangan pernah lupa untuk mengucapkan terima
kasih, misalnya “terima kasih sudah datang”. Namun, jangan pernah ucapkan kata
tersebut secara berlebihan. Dengan mengucapkan terima kasih secara berlebih,
rekan kerja akan memandang bahwa Anda sangat membutuhkan bantuan dari mereka.
Dan setelah pertemuan selesai, ada baiknya untuk mengirimkan pesan dan
mengucapkan terima kasih melalui email.
4.
Bayar Tagihan Ketika Mengundang
Terkadang
pertemuan bisnis dilakukan di luar kantor, misalnya di sebuah kafe, restoran,
dan lain sebagainya. Sebagai tuan rumah yang mengundang pertemuan, ada baiknya
membayar tagihan tersebut. Jika rekan bisnis menolak karena alasan dia laki-laki
dan Anda perempuan, Anda tetap harus membayarnya dan katakan bahwa perusahaan
akan menggantinya.
Itulah pengertian,
tujuan, dan contoh etika bisnis yang harus dimiliki. Dengan memiliki etika
bisnis yang baik, perusahaan akan memiliki daya saing yang tinggi hingga
memiliki kemampuan dalam menciptakan nilai. Untuk menciptakan etika bisnis,
Anda harus memulainya dengan perencanaan yang strategis, organisasi yang baik,
dan sistem prosedur yang transparan.
Selain etika bisnis,
perusahaan juga harus memiliki laporan keuangan yang tepat. Tanpa adanya
laporan keuangan, perusahaan tidak akan dapat berkembang dengan mudah. Jurnal
adalah software akuntansi online yang membantu Anda
menyiapkan laporan keuangan secara instan. Dengan Jurnal, Anda juga dapat mengelola
keuangan dimanapun & kapanpun, serta memonitornya secara realtime.
Sumber :