Nama : Desire Rahma Putriani
Kelas : 1EA04
NPM : 11215724
APA
KAITANNYA ILMU BUDAYA DASAR DENGAN ILMU EKONOMI
Sebelum kita membahas
kaitannya antara ILMU BUDAYA DASAR dengan ILMU EKONOMI, sebaiknya kita
mengetahui terlebih dahulu apa itu ilmu budaya dasar dan ilmu ekonomi:
1.
Pengertian Ilmu Budaya Dasar
Ilmu
Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat membcrikan pengetahuan
dasar dan pengcrtian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk
mengkaji masalah-masalah dan kebudayaan.
Istilah
IBD dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanities yang
berasal dari istilah bahasa Inggris “The Humanities’. Adapun istilah Humanities
itu sendiri berasal dari bahasa Latin Humanus yang bisa diartikan manusiawi,
berbudaya dan halus (fefined). Dengan mempelajari The Humanities diandaikan
seseorang ‘akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus.
Secara demikian bisa dikatakan bahwa The Humanities berkaitan dengan masalah
nilai-nilai, yaitu nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia
berbudaya. Agar. manusia bisa menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu
yaitu The Humanities di samping tidak mehinggalkan tanggung jawabnya yang lain
sebagai manusia itu sendiri. Kendatipun demikian, Ilmu Budaya Dasar (atau Basic
Humanities) sebagai satu matakuliah tidaklah identik dengan The Humanities
(yang disalin ke dalam bahasa Indonesia menjadi: Pengetahuan Budaya).
Untuk mengetahui bahwa
ilmu budaya dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya lebih dahulu perlu
diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof Dr.Harsya Bactiar mengemukakan
bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu :
I.
Ilmu alamiah (natural scince)
Yaitu ilmu alamiah yang bertujuan
untuk mengetahui keteraturan yang ada di alam semesta. Untuk mengkaji hal ini
di gunakan metode ilmiah. Dengan cara menentukan hukum yang berlaku mengenai
keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Yang
termasuk ilmu ilmiah antara lain ilmu
astronom,fisika,kimia,biologi,kedokteran,mekanika.
II.
Ilmu sosial (social scince)
Yaitu ilmu sosial yang bertujuan
untuk mengkaji keteraturan dalam hubungan manusia. Untuk mengkaji hal ini
digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu ilmiah. Tapi hasil
penelitiannya tidak 100% benar hanya mendekati kebenaran. Sebab keteraturan
dalam hubungan manusia tidak dapat berubah dari waktu ke waktu. Yang termasuk
ilmu sosial yaitu ekonomi, sosiologi, politik, demografi, antropologi
sosial, sosiologi hukum dsb.
III.
Pengetahuan budaya (the humanities)
Yaitu bertujuan untuk
memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk
mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan
kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.
2.
Pengertian Ilmu Ekonomi
Ilmu Ekonomi adalah bidang yang mempelajari
tentang perilaku seseorang dan masyarakat tentang bagaimana memilih
untuk menggunakan sumber-sumber terbatas dengan atau tanpa uang
menggunakan alternatif terbaik untuk menghasilkan barang dan jasa sebagai
pemenuhan kebutuhan manusia yang umumnya tidak terbatas. Barang dan jasa yang
dihasilkan lalu disalurkan untuk kebutuhan konsumsi di masa kini dan masa yang
akan dating kepada berbagai individu atau sekelompok masyarakat.
Pengertian
ilmu ekonomi sendiri memiliki ruang lingkup mikro dan makro sehingga mudah
untuk dipelajari karena keduanya memberikan batasan dan asumsi yang jelas.
·
Ekonomi Mikro
Merupakan cabang ilmu ekonomi yang
terfokus bagaimana cara mempelajari bagian-bagian terkecil dari keseluruhan
kegiatan perekonomian, dimana bagian terkecil disini adalah perseorangan.
Analisis dalam teori ekonomi mikro antara lain meliputi perilaku antara
produsen dan konsumen (pembeli) secara individu dalam pasar.
Sikap dan perilaku konsumen terlihat
dalam bagaimana cara mereka memakai pendapatan yang diperolehnya sedangkan
sikap dan perilaku produsen dapat terlihat dalam bagaimana cara mereka
menawarkan barangnya. Maka pengertian ilmu ekonomi mikro adalah tentang
bagaimana menentukan harga, sehingga ekonomi mikro sering dinamakan dengan
teori harga (price theory)
Tujuan dan sasaran analisa ekonomi mikro lebih bertumpu pada bagaimana membuat pilihan untuk untuk mewujudkan efisiensi dalam penggunaan sumber daya dan bagaimana cara mencapai kepuasan maksimum.
Tujuan dan sasaran analisa ekonomi mikro lebih bertumpu pada bagaimana membuat pilihan untuk untuk mewujudkan efisiensi dalam penggunaan sumber daya dan bagaimana cara mencapai kepuasan maksimum.
·
Ekonomi
Makro
Merupakan cabang ilmu ekonomi yang
secara spesifik mempelajari mekanisme kerja perekonomian sebagai suatu
keseluruhan yang terkait dengan penggunaan faktor produksi yang tersedia secara
maksimal agar kemakmuran masyarakat dapat berada di tingkatan tertinggi.
Jika masalahnya berhubungan dengan
produsen, maka produsenlah yang dianalisis secara keseluruhan demikian juga
halnya apabila masalahnya berhubungan dengan konsumen maka yang dianalisis
adalah seluruh konsumen dalam menggunakan pendapatannya untuk membeli barang
atau jasa yang dihasilkan oleh perekonomian. Begitu pula dengan variabel permintaan,
penawaran, perusahaan, harga serta sebagainya.
Pengertian ilmu ekonomi makro adalah
menelaah penentuan tingkat kegiatan ekonomi yang diukur dari pendapatan
sehingga ekonomi makro sering disebut teori pendapatan (income theory).
Tujuan analisa ekonomi makro yakni
membahas problematika sisi permintaan dalam menentukan tingkat kegiatan ekonomi
dan seberapa pentingnya campur tangan dan kebijakan pemerintah dalam
menciptakan prestasi ekonomi yang diinginkan.
3.
Kaitan
Ilmu budaya Dasar dengan Ilmu Ekonomi
Guna membahas kaitan kebudayaan dan
pembangunan ekonomi, para ahli mengkaji “budaya nasional” sebagai bagian proses
pembinaan identitas bangsa “aku orang Indonesia”.
Budaya daerah menjadi acuan perantara antara
budaya nasional dan budaya wilayah (aku orang Sumatera, aku orang Sulawesi, dan
sebagainya). Budaya “ikatan primordial” melekat pada suku, agama, dan lingkaran
di seluruh Tanah Air (aku orang Aceh, aku orang Sangir, aku orang Bangka, aku
orang Ambon, dan sebagainya).
Salah satu pengamatan penting
Soedjatmoko adalah bagaimana mempertemukan budaya Barat dengan budaya-budaya
Indonesia sehingga terjadi “pembebasan budaya daerah dari kungkungan tradisi”.
Bagaimana membuat orang “terbebas”
dari tradisi, namun tidak “tercabut” dari ikatan budaya seperti suku, agama,
dan kedaerahan?
Kebudayaan sebagai kerangka acuan
pembangunan ekonomi menjadi tema dasar sejumlah karya besar dalam ilmu sejarah,
sosiologi, antropologi, ilmu politik, ilmu administrasi negara, bahkan ilmu
ekonomi itu sendiri sejak 1950-an. Gunnar Myrdal dari Swedia, 1960-an,
membandingkan kinerja “negara keras” dan “negara lembek” guna menggambarkan
perlunya “negara kuat” mendobrak “mental lembek” pegawai negeri, yang dinilainya
menghambat pembangunan nasional. Ahli sosiologi Selo Soemardjan dan ahli
antropologi Koentjaraningrat, 1970-an, mengajukan pemikiran pentingnya “sikap
mental” dalam pembangunan nasional. Denis Goulet menegaskan pentingnya “pilihan
kejam” yang harus ditempuh pimpinan nasional di negara sedang berkembang jika
ingin mendatangkan kemakmuran ekonomi. Belakangan (1993), Samuel Huntington
menghimpun tulisan sejumlah pakar mancanegara dari berbagai benua dalam Culture
Matters (Kebudayaan Itu Penting).
Indonesia hingga kini masih ramai
memperdebatkan hubungan timbal balik antara kebudayaan dan pembangunan ekonomi.
Perdebatan itu dibahas di kalangan pujangga Indonesia tahun 1930-an dan 1940.
Tokoh budaya “pro-Barat”, seperti Armyn Pane, berpolemik dengan tokoh yang
memberat pada tradisi, seperti Ali Boediardjo. Perdebatan menarik itu lalu
diwacanakan sebagai “kaum keroncongis” dengan “kaum gamelanis”. Pada 1960-an
hingga 1970-an, berlanjut menjadi perdebatan musik Indonesia yang merangkul
musik Barat dengan mereka yang berpegang pada musik daerah dan suku.
Soedjatmoko meramu perdebatan itu melalui rumusan, tiap bangsa dan tiap daerah
harus menentukan sendiri seberapa cepat ia ingin merangkul nilai-nilai
“modernisasi” dan seberapa banyak ingin mempertahankan nilai-nilai yang penting
untuk kelestarian jati dirinya.
4.
Contoh
study kasus kaitan Ilmu Budaya Dasar dengan Ilmu Ekonomi
Angklung merupakan salah satu alat musik
tradisional yang kini telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia.
Asal usul terciptanya angklung karena berdasarkan pandangan hidup masyarakat
sunda yang agraris dengan sumber kehidupan dari padi (pare) sebagai makanan
pokoknya. Karena tercatat sebagai warisan terdunia oleh UNESCO sehingga angklung
terkenal sampai dimata dunia. Banyak turis yang datang ke Indonesia untuk
mempelajarin alat musik angklung, maka
dari itu angklung bisa membantu meningkatkan ekonomi daerah. .
Sumber :
https://bayu96ekonomos.wordpress.com/modul-materikuliah/modul-ilmu-budaya-dasar/
http://9wiki.net/pengertian-ilmu-ekonomi/
http://diazratnadewy.blogspot.co.id/2013/10/softskill-ke-1-hubungan-lmu-budaya.html
http://ngacapruktea.blogspot.co.id/2013/04/sejarah-angklung.html