BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR
BELAKANG
Globalisasi adalah sebuah istilah
yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan
antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi,
perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain. Ilmu ekonomi
adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan
kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidak seimbangan antara
kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang
jumlahnya terbatas. Permasalahan itu kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan.
Selain itu kita juga harus memperhatikan lingkungan ekonominya, Lingkungan
ekonomi adalah kondisi ekonomi di Negara tempat organisasi internasional
beroperasi. Kondisi ekonomi memiliki dampak yang kuat terhadap kinerja dari
setiap bisnis karena dapat mempengaruhi pendapatan atau beban dari bisnis
tersebut.
Ketika perekonomian kuat,
tingkat lapangan kerja tinggi, dan kompensasi yang dibayarkan kepada karyawan
juga tinggi. Oleh karena orang memiliki penghasilan yang relative baik dalam
kondisi ini, mereka membeli sejumlah besar produk. Perusahaan yang menghasilkan
produk-produk ini memperoleh manfaat dari besarnya permintaan. Perusahaan
mempekerjakan banyak karyawan untuk memastikan bahwa perusahaan dapat menghasilkan
produk dalam jumlah yang mencukupi guna memenuhi permintaan. Perusahaan juga
dapat membayarkan upah yang tinggi kepada karyawan.
Ketika perekonomian lemah,
perusahaan cenderung memberhentikan sebagian karyawannya dan tidak mampu
membayarkan upah yang tinggi. Karena orang memiliki penghasilan yang relative
rendah dalam kondisi ini, maka mereka membeli produk dengan jumlah yang
sedikit. Perusahaan yang menghasilkan produk-produk ini sangat terpukul karena
perusahaan tidak dapat menjual seluruh produk yang dihasilkannya.
1.2 RUMUSAN
MASALAH
1. Mengidentifikasi
aspek lingkungan ekonomi, pola konsumsi dan perkembangan pasarnya?
2. Bagaimana
lingkungan social dan budaya?
3. Bagaimana
lingkungan legal dan peraturan lisensi serta antitrust?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 MENGINDENTIFIKASIKAN ASPEK LINGKUNGAN EKONOMI,
POLA KONSUMSI DAN PERKEMBANGAN
Ada beberapa aspek
lingkungan ekonomi pola konsumsi dan perkembangan yaitu ekonomi dunia, sistem
ekonomi, perkembangan pasar, pola konsumsi, neraca pembayaran, pola perdagangan.
1.
Ekonomi Dunia
Ekonomi
dunia telah mengalami perubahan pasar sejak Perang Dunia ke-II. Mungkin
perubahan yang paling besar dan mendasar adalah munculnya pasar global yang
merespon peluang baru, pesaing global secara terus menerus menggantikan pesaing
lokal. Bersamaan dengan itu, integrasi ekonomi dunia meningkat secara
signifikan. Integrasi ekonomi meningkat 10 persen di awal abad 20 menjadi
kira-kira 50 persen sekarang ini. Integrasi ini secara khusus terjadi di dua
wilayah, Uni Eropa (sebelumnya masyarakat Ekonomi Eropa) dan NAFTA.
Dalam
dekade yang lalu, terdapat beberapa perubahan besar dalam dunia ekonomi yang
memegang implikasi penting terhadap bisnis. Kemungkinan suksesnya suatu bisnis
lebih besar bila perencanaan dan strategi didasarkan pada realitas baru dari
perubahan ekonomi dunia :
Ø Perpindahan
modal menjadi daya penggerak ekonomi dunia, bukan lagi perdagangan
Ø Produksi
telah “terlepas” dari tingkat orang yang bekerja. Ekonomi makro mendominasi
keadaan
Ø Ekonomi
dunia Negara tidak lagi mengendalikan hasil ekonomi
Ø Pertentangan
selama 75 tahun antara kapitalisme dan sosialisme telah berakhir.
Sering
kali melakukan perubahan-perubahan dari tahun ketahun yang diantaranya:
·
Perubahan yang pertama adalah meningkatnya
volume perpindahan modal yang berarti nilai dolar diperdagangan dunia belum
pernah lebih besar daripada yang terjadi sekarang.
·
Perubahan yang kedua adalah perhatian
akan hubungan antara produktifitas dan pekerja. Walaupun peresentase penduduk
yang bekerja dibidang manufaktur jumlahnya tetap atau menurun, produksi terus
meningkat.
·
Perubahan ketiga yaitu munculnya ekonomi
dunia sebagai unit ekonomi yang dominan. Eksekutif perusahaan dan pimpinan
nasional yang mengetahui hal ini mempunyai peluang terbesar untuk sukses.
·
Dan perubahan terakhir adalah
berakhirnya “Perang Dingin”. Komunisme sebagai system ekonomi dan politik telah
terguling oleh sukses dari sistem pasar kapitalis. Karena prestasi kerja yang
jauh lebih baik pasar ekonomi dunia telah menyebabkan Negara-negara sosialis
memungkiri ideology mereka.
2.
Sistem ekonomi
Di
dunia ini terdapat tiga
jenis sistem ekonomi, yaitu kapitalis, sosialis, dan campuran. Klasifikasi ini didasarkan pada metode mengalokasikan sumber
daya dalam sistem, yang
masing-masing berupa alokasi pasar, alokasi berdasarkan perintah atau rencana
sentral dan alokasi campuran.
a. Alokasi
pasar adalah sistem yang mengandalkan pada konsumen untuk mengalokasikan sumber
daya.
b. Alokasi
berdasarkan perintah. Dalam sistem alokasi perintah, pemerintah mempunyai kekuasaan untuk melayani
masyarakat. Hal ini termasuk keputusan produk mana yang harus dibuat dan cara
membuatnya.
c. Alokasi
campuran. sebenarnya tidak ada sistem alokasi pasar atau perintah yang murni di
antara perekonomian dunia. Semua sistem pasar mempunyai sektor perintah, dan
semua sistem perintah mempunyai sektor pasar; dengan kata lain, mereka
“campuran” Sektor alokasi perintah aalah proporsi produk domestik bruto
yang dikenai pajak dibelanjakan oleh pemerintah.
3.
Perkembangan pasar
Pasar
Negara global berada dalam tahap perkembangan yang berbeda. PNB per kapita
merupakan dasar segmentasi demografi yang berguna. Dengan dasar ini kita telah
membagi pasar global menjadi empat kategori. Walaupun definisi pendapatan untuk
masing-masing tahap masih diperdebatkan, Negara-negara yang berada dalam
keempat kategori itu mempunyai karakteristik yang serupa, sehingga tahap-tahap
tadi memberikan dasar yang bermanfaat untuk melakukan segmentasi global dan
menemukan sasaran pemasaran.
1) Negara
yang berpenghasilan rendah
Negara berpenghasilan
rendah, juga dikenal sebagai Negara perindustri, adalah Negara-negara yang
mempunyai pendapatan kurang dari $766 per kapita. Karakteristik yang dimiliki
oleh Negara dengan tingkat penghasilan ini adalah sebagai berikut:
·
Industrialisasi terbatas dan persentase
tinggi penduduk dengan pekerjaan di bidang pertanian dan hidup minimal dari
pertanian
·
Tingkat kelahiran tinggi
·
Tingkat buta huruf tinggi
·
Amat bergantung pada bantuan luar negeri
·
Politik tidak stabil dan banyaak gejolak
·
Terkonsentrasi di Afrika, sebelah
selatan Sahara
Dan itu menunjukan keterbatasan
Negara-negara ini sebagai pasar untuk segala macam produk, dan bukan lokasi
yang signifikan. Tetapi ada pengecualian, contohnya di Bangladesh, di mana
pendapatan per kapita sekitar $250, pertumbuhan industry pakaian telah
menunjukan perkembangan ekspor. Nilai dolar dari pakaian jadi di ekspor
melampaui nilai rami,the, dan hasil produksi pertanian lain yang diekspor.
2) Negara
berpenghasilan menengah bawah
Bahwa Negara berpenghasilan
menengah bawah, juga dikenal sebagai Negara berkembang, adalah Negara-negara
yang mempunyai PNB lebih dari $788 dan kurang dari $3.036 per kapita. Negara
ini berada dalam tahap awal industrialisasi. Berbagai pabrik dibangun untuk
memasok pasar domestik yang tumbuh dengan barang-barang seperti sandang,
batere, ban, bahan bangunan, dan pangan dalam kemasan. Negara-negara ini juga
merupakan lokasi untuk memproduksi produk standar dan sudah mencapai tahap dewasa seperti pakaian untuk pasar
ekspor.Pasar konsumen di Negara-negara ini terus meluas. Indonesia, negara
non-komunis terbesar di Asia Tenggara merupakan contoh baik dari sebuah negara
berkembang yang sedang bergerak: Pendapatan per kapita meningkat dari $250 di
tahun 1985 menjadi lebih dari $1.100 di tahun 1997. Beberapa pabrik di sana
memproduksi sepatu Olahraga dibawah kontrak
nike.
3) Negara
berpenghasilan menengah atas
Dikenal juga sebagai Negara industry
baruadalah Negara mempunyai PNB antara $3.035 dan $9.386 per kapita. Didalam
Negara ini persentase populasi yang terlibat dalam pertanian menurun tajam
karena penduduk pindahdari sector pertanian ke industro dan tingkat urbanisasi
meningkat. Banyak, Negara dalam tahap ini melakukan industrilisasi cepat,
contoh Malaysia.
4) Negara
berpenghasilan tinggi
Negara berpenghasilan tinggi,
juga dikenal sebagai negara maju, industri, pasca industri atau
Dunia Pertama, adalah negara-negara yang mempunyai PNB di atas
$9.386 per kapita.Dengan perkecualian beberapa negara kaya minyak,
negara dalam kategori mencapai tingkat penghasilan sekarang lewat proses
pertumbuhan ekonomi yang dapat dipertahankan. Istilah negara pasca industri
pertama kali diajukan oleh Daniel Bell dari Harvard untuk menjelaskan
Negara-negara seperti Amerika Serikat, Swedia, dan Jepang serta negara maju
lainnya, dengan pendapatan masyarakat yang tinggi
4.
Pola konsumsi
Tergantung pada sofistikasi sistem pengumpulan data
sebuah negara, data ekonomi tentang pola konsumsi dapat diperoleh dan
dianalisis. Bagian dari pendapatan yang dibelanjakan untuk berbagai kebutuhan
pokok akan memberikan suatu indikasi atas tingkat perkembangan pasara dan juga
aproksi-aproksi seberapa banyak uang konsumen yang tersisa untuk berbagai pembelian
lainnya.
5.
Neraca pembayaran
Neraca
pembayaran merupakan suatu ikhtisar yang meringkas transaksi – transaksi antara
penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain selama jangka waktu tertentu
(biasanya 1 tahun ). Neraca pembayaran mencakup pembelian dan penjualan barang
dan jasa, hibah dari individu dan pemerintah asing, dan transaksi finansial.
Umumnya neraca pembayaran terbagi atas neraca transaksi berjalan dan neraca
lalu lintas modal dan finansial, dan item item finansial. Dan untuk
menyusun neraca pembayaran luar negeri atau neraca pembayaran
internasional, perlu dibedakan antara transaksi debit dengan transaksi kredit.
1. Transaksi
Debit adalah transaksi yang menimbulkan bertambahnya kewajiban
bagi penduduk negara yang mempunyai neraca pembayaran tersebut
untuk mengadakan pembayaran kepada penduduk negara lain.
2. Transaksi
Kredit adalah transaksi yang menimbulkan bertambahnya hak bagi penduduk
yang mempunyai neraca pembayaran tersebut untuk menerima pembayaran dari negara
lain.
6.
Pola perdagangan
Para
Ekonom tak dapat membahas dampak perdagangan internasional atau menyarankan
perubahan kebijakan pemerintah mengenai perdagangan dengan meyakinkan kecuali
kalau mereka mengetahui bahwa teori mereka cukup memadai untuk menjelaskan
perdagangan internasional yang diamati dari kondisi nyata. karenanya,
upaya-upaya dalam menjelaskan pola perdagangan internasional- siapa menjual apa
kepada siapa — telah merupakan sesuatu yang menarik perhatian di kalangan ahli
ekonomi internasional.
Dalam
perdagangan internasional mempunyai banyak aturan yang diterapkan sebelum
mengunyah di perdagngan internasional, maka kita harus tahu apa :
·
Motif dari perdagangan internasional.
·
Fungsi perdagangan internasional.
·
Timbulnya perdagangan internasional.
·
Faktor-faktor yang mendorong terjadinya
perdagangan internasional.
·
Manfaat perdagangan internasional.
·
Macam-macam perdagangan internasional.
·
Teori perdagangan internasional.
2.2
LINGKUNGAN SOSIAL DAN BUDAYA
Lingkungan sosial budaya merupakan bagian dari
lingkungan hidup. Berbagai macam definisi dimunculkan menurut beberapa pakar
lingkungan hidup. Lingkungan sosial budaya adalah lingkungan
atau tempat manusia berkumpul menjalankan hidup bersosialisasi dan dalam
lingkup berbudaya sesuai daerah masing-masing yang menjadi ciri khasnya.
Lingkungan sosial budaya menggabungkan antara hidup sosial antar manusia dan
budaya masyarakat secara turun-temurun baik itu budaya timur maupun budaya
barat sejak manusia lahir di muka bumi ini. Kultur budaya yang dilahirkan atau
diciptakan menyatukan pola pikir manusia. Teknologi yang semakin berkembang di
jaman modern ini tak luput terlibat dalam lingkungan hidup. Pencampuran kebudayaan
yang saling mengisi dapat mempererat hubungan lingkungan sosial budaya dan
teknologi.
1.
Aspek dasar budaya
Bagi
ahli antropologi dan sosiologi, budaya adalah “cara hidup” yang dibentuk oleh
sekelompok manusia yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Budaya
termasuk kesadaran dan ketidaksadaran akan nilai, ide, sikap, dan simbol yang
membentuk perilaku manusia dan diteruskan dari satu generasi ke generasi
selanjutnya. Seperti didefinisikan oleh seorang ahli antropologi organisasi
Geert Hofstede, budaya adalah “tatanan kolektif dari pikiran yang membedakan
anggota tersebut dari satu kategori orang dengan orang lainnya.”
-
Pandangan Ahli Antropologi
Seperti
diutarakan oleh Ruth Benedict dalam karya klasiknya berjudul The Chrysanthemum
and the Sword, tidak peduli betapa aneh tindakan atau pendapat seseorang , cara
seseorang berpikir, merasa, dan bertindak mempunyai hubungan dengan
pengalamannnya di dunia ini. Tidak masalah jika tindakan dan opini dirasakan
sebagai gagasan yang aneh oleh orang lain. Pemasar global yang berhasil harus
memahami pengalaman manusia dari sudut pandang lokal dan menjadi orang dalam
melalui proses empati budaya.
-
Budaya Konteks Tinggi dan Rendah
Edward
T. Hall menyarankan konsep konteks tinggi dan rendah sebagai salah satu cara
untuk memahami orientasi budaya yang berbeda. Dalam budaya konteks rendah,
pesan nyata; kata-kata membawa sebagian besar informasi dalam komunikasi. Dalam
budaya konteks tinggi, tidak terlalu banyak informasi berada dalam pesan
verbal. Jepang, Saudi Arabia, dan budaya konteks tinggi lainnya sangat
menekankan pada nilai dan posisi atau kedudukan seseorang di masyarakat. Dalam
budaya ini, pinjaman dari bank lebih mungkin didasarkan pada siapa Anda
daripada analisis formal laporan keuangan. Dalam budaya konteks rendah seperti
Amerika Serikat, Swis, atau Jerman, persetujuan dibuat dengan informasi yang
jauh lebih sedikit mengenai karakter, latar belakang, dan nilai-nilai. Keputusan
lebih didasarkan pada fakta dan angka dalam permintaan pinjaman.
-
Komunikasi dan Negosiasi
Jika
bahasa dan budaya berubah, ada tantangan tambahan dalam komunikasi. Misalnya,
“ya” dan “tidak” dipergunakan dengan cara yang berbeda antara Negara Jepang dan
Negara barat. Hal ini menyebabkan kebingungan dan kesalahpahaman. Dalam bahasa
inggris jawaban “ya” atau “tidak” atas sebuah pertanyaan didasarkan pada apakah
jawabannya mengiyakan atau menolak. Dalam bahasa Jepang, tidak demikian.
Jawaban “ya” atau “tidak” dapat dipergunakan untuk jawaban yang membenarkan
atau menolak pertanyaan tadi.
-
Perilaku Sosial
Ada
sejumlah perilaku sosial dan sebutan yang mempunyai arti yang berbeda-beda di
dalam budaya lain. Sebagai contoh, orang Amerika umumnya menganggap tidak sopan
jika makanan di atas piring membubung, membuat keributan ketika sedang makan,
dan bersendawa. Namun sejumlah masyarakat Cina merasa bahwa merupakan hal yang
sopan jika mengambil setiap porsi makanan yang dihidangkan dan menunjukkan
kepuasannya dengan bersendawa.
Perilaku
sosial lainnya, jika tidak diketahui, akan merugikan bagi pelancong
internasional. Sebagai contoh, di Arab Saudi, merupakan penghinaan jika
menanyakan kepada pemilik rumah tentang kesehatan suami/istri.
-
Sosialisasi Antar-Budaya
Memahami
suatu budaya berarti memahami kebiasaan, tindakan, dan alasan-alasan di balik
perilaku-perilaku yang ada. Sebagai contoh, di Amerika Serikat, bak mandi dan
toilet mungkin berada dalam ruang yang sama. Orang Amerika mengasumsikan bahwa
ini adalah norma yang berlaku di dunia. Namun, dalam beberapa budaya seperti
Jepang, menganggap itu tidak higienis. Bahkan budaya lain menganggap duduk di
atas toilet duduk itu tidak higienis. Di banyak budaya, penggunaan tisu toilet
bukanlah norma mereka.
Faktor
budaya merupakan tantangan bagi pemasar global karena semua ini tidak mudah
dilihat.
2.
Analisis factor budaya
LINGKUNGAN
SOSIAL DAN BUDAYA : PENGARUH PEMASARAN PRODUK INDUSTRI
Pengamatan
dan studi menunjukkan bahwa tanpa tergantung pada kelas sosial dan pendapatan,
budaya mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perilaku konsumsi,
penggunaan media, dan kepemilikan barang yang tahan lama. Produk konsumen
mungkin lebih peka terhadap perbedaan budaya daripada produk industri.
2.3
LINGKUNGAN LOYAL DAN PERATURAN LISENSI,
ANTITRUST
Aktivitas
pemasaran global mengambil tempat dalam lingkungan politik institusi
pemerintah, partai politik, dan organisasi melalui orang-orang dan aturan
negara dengan menggunakan kekuatan. Setiap peerusahaan yang menjalankan bisnis
diluar negara asalnya harus hati-hati mempelajari srtuktur
pemerintahan di negara yang menjadi sasarannya dan menganalisis isu-isu yang
menyolok yang timbul dari lingkungan politik. Hal ini termasuk sikap pemerintah
terhadap kedaulatan, resiko politik, pajak, ancaman pencairan saham, dan
penyitaan.
-
Hukum Internasional
Hukum
internasional dapat didefinisikan sebagai peraturan dan prinsip yang dipandang
mengikat oleh berbagai negara dan bangsa. Ada dua kategori hukum internasional:
hukum publik atau hukum internasional dan hukum perdagangan internasional.
Hukum internasional menyangkut bidang perdagangan dan bidang lain yang secara
tradisional berada di bawah yuridiksi dari masing-masing bangsa. Hukum
inetrnasional awalnya mengenai pernyataan perang, menetapkan perdamaian, dan
isu politik yang lain seperti pengakuan pengakuan diplomatik atas kesatuan
negara dan pemerintah yang baru.
Pembuatan
hukum yang mengatur perdagangan dilakukan atas dasar hubungan bilateral yang
dikembangkan kedalam apa yang disebut dalam terminologi undang-undang
perdagangan. Hukum internasional masih mempunyai fungsi penegak peraturan,
meskipun dalam pengertian yang lebih luas ketimbang masalah-masalah yang
dihadapi yang timbul akibat peperangan. Pertama, hukum internasional pada
dasarnya merupakan campuran dari fakta, perjanjian, kode, dan kesepakatan.
Karena perdagangan diantara negara-negara terus berkembang, aturan dalam urusan
perdagangan diasumsikan mengalami peningkatan yang penting.
-
Mengelakan Permasalahan Hukum: Isu
Bisnis yang Penting
Lingkungan
global sangat dinamis dan kompleks. Cara terbaik adalah meminta bantuan kepada
pakar hukum. Pemasar yang cerdik dan proaktif dapat berbuat banyak untuk
mencegah situasi yang menimbulkan konflik, khususnya isu yang menyangkut
pendirian, yuridiksi, paten dan merek dagang, antitrust, lisensi dan rahasia
dagang, serta penyuapan.
a. Pendirian
Untuk
menjalankan bisnis, warga negara dari sebuah negara harus mendapat jaminan
bahwa mereka akan diperlakukan secara adil dinegara lain. Perjanjian
perdagangan memberikan hak istimewa untuk terlibat dalam kegiatan bisnis di
negara lain selain negaranya sendiri. Hal ini dapat menciptakan masalah bagi
manajer bisnis yang mungkin masih di bawah hukum kekuasaan mereka ketika mereka
keluar dari negara asalnya.
b. Yuridiksi
Karyawan
perusahaan yang bekerja diluar negeri seharusnya memahami segala hal yang menyangkut
yuridiksi dari sistem peradilan negara setempat. Perusahaan asing yang
beroperasi di Amerika Serikat harus memahami bahwa pengadilan memiliki
yuridiksi terhadap tingkat dimana perusahaan tersebut dapat ditunjuk untuk
“menjalankan bisnis” di negara bagian tempat pengadilan itu berada. Pengadilan
dapat memeriksa apakah perusahaan asing itu mempunyai kantor, menjalankan
bisnis, mempunyai rekening bank atau properti lainnya, atau mempunyai mempunyai
agen atau karyawan lainnya di negara tersebut yang bermasalah.
c. Hak
Intelektual: Paten dan merek dagang
Hak
paten dan merek dagang yang dilindungi di satu negara belum tentu dilindungi
dinegara lain, jadi pemasar global harus memastikan bahwa hak paten dan merek
dagangnya didaftarkan disetiap negara dimana bisnis mereka berada. Planggaran
merek dagang dan hak cipta merupakan persoalan kritis di dalam pemasaran global
dan hal itu dapat dalam bragam bentuk yaitu pemalsuan, peniruan dan pembajakan.
d. Antitrust
Undang-undang
antitrust dirancang untuk melawan praktik bisnis terbatas di Amerika Serikat
dan mendorong persaingan. Undang-undang ini merupakan warisan dari “Zaman
Krisis Kepercayaan” di abad ke 19 di A.S. dan ditujukan untuk memperbaiki
persaingan bebas dengan membatasi konsentrasi kekuatan ekonomi.
1. Lisensi
dan Rahasia Dagang
Lisensi
merupakan perjanjian kontraktual dimana lisensor mengizinkan pemegang lisensi
untuk menggunakan hak paten, merek dagang, rahasia dagang, teknologi atau aset
tak berwujud lainnya sebagai ganti atas pembayaran royalti atau bentuk
kompensasi lainnya. Pertimbangan penting dalam memberikan lisensi termasuk
analisis mengenai aset apa yang akan ditawarkan perusahaan untuk dilisensi,
berapa harga aset tersebut, apakah hanya diberikan hak untuk membuat produk atau
memberikan hak untuk menggunakan dan menjual produknya juga. Hak untuk
memberikan su lisensi merupakan isu penting lainnya. Seperti halnya dengan
persetujuan distribusi, keputusan juga harus dibuat untuk hal-hal yang
menyangkut pengaturan eksklusif atau noneksklusif dan besarnya kewenangan
penerima lisensi.
Rahasia
dagang merupakan informasi atau pengetahuan rahasia yang mempunyai nilai
komersial, yang berada dalam lindungan hak cipta dan untuk itu dibuat
langkah-langkah untuk menjaga kerahasiaannya. Rahasia dagang termasuk proses
manufakturing, formula, rancangan, dan daftar pelanggan. Untuk melindungi
penyingkapannya, lisensi rahasia dagang yang tidak dipatenkan harus dihubungkan
dengan kontrak rahasia dengan setiap karyawan yang mempunyai akses ke infformasi
yang dilindungi itu.
e. Suap
dan Korupsi
Di
era pasca soviet, perusahaan-perusahaan barat kembali tergoda dengan munculnya
peluang di Eropa Timur. Di sini, seperti di Timur Tengah dan bagian-bagian
lainnya di dunia ini, perusahan barat tersbut menemukan bahwa suap merupakan
suatu cara hidup dan korupsi menyebar luas. Kenyataan bahwa tindakan penyuapan
yang terjadi di pasar dunia tidak akan berubah hanya dalam waktu semalam karena
hal itu tidak dibenarkan oleh pemeintah. Ada tiga alternatif yang dapat
dilakukan perusahaan jhika pesaing menawarkan suap. Pertama
adalah mengabaikan penyuapan dan bertindak seolah-olah hal itu tidak
ada. Kedua adalah mengakui adaya penyuapan dan mengevaluasi pengaruhnya kepada
keputusan pembelian pelanggan seolah-olah penyuapan itu merupakan unsur lain
dari bauran pemasaran. Ketiga adalah mengatakan kepada pesaing bahwa anda
bermaksud untuk mengajukan tuduhan penyuapan dinegara asalnya.
Lingkungan
Pengaturan
Lembaga
pengatur dalam pemasaran global terdiri dari beragam agensi, baik dari pihak
pemerintah maupun yang non-pemerintah, yang menjalankan undang-undang atau
menetapkan garis pedoman untuk memimpin bisnis. Sejumlah lembaga agensi yang
ditujukan untuk permasalahan pemasaran yang sangat luas, termasuk hal-hal: pengendalian
harga, penetapan nilai ekspor dan impor, praktik perdagangan, pemberian label,
pengaturan makanan dan obat-obatan, kondisi tenaga kerja, tawar-menawar
kolektif, isi iklan, praktik persaingan, dan lain sebagainya. Keputusan IEOs (
International Economic Organizations) mengikat dan dijalankan oleh negara yang
menjadi anggotanya. Pengaruh agensi pengatur itu dapat meresap, dan pemahaman
atas cara operasinya sangat diperlukan untuk melindungi kepentingan bisnis dan
memajukan program-program baru.
a. Organisasi
Ekonomi Regional: Contoh Uni Eropa
Pengadilan
peradilan Eropa yang berbasis di Luksemburg, mendengarkan perselisihan yang
terjadi diantara 15 negara Uni Eropa yang menjadi anggotanya atas permasalahan
perdagangan seperti merger, monopoli, dan hambatan perdagangan. Pengailan itu
juga berwenang untuk memecahkan konflik antara undang-undang nasional dan
undang-undang Uni Eropa, yang dikebanyakan kasus akhirnya menggambarkan
undang-undang nasional dari masing-masing negara Eropa. Pemasar harus selalu
waspada sehingga undang-undang nasional harus selalu dikonsultasikan.
Undang-undang nasional mungkin lebih ketat dibanding undang-undang komunitas
khususnya di dalam bidang-bidang tertentu seperti persaingan dan antitrust.
Tujuannya adalah untuk menghasilkan standar hukum minimum dari beberapa negara
anggota yang sebelumnya lebih bebas. Namun hal ini mungkin tidak mencegah
posisi yang lebih ketat dalam beberapa hukum nasional.
b. Organisasi
Perdagangan Dunia
Organisasi
Perdagangan Dunia (World Trade Organization – WTO, sebelumnya GATT) merupakan
badan pengatur dengan pengaruh yang sangat luas dalam kegiatan pemasaran
global. Lebih dari 120 pemerintah negara yang menandatangani perjanjian GATT
dalam usaha untuk menciptakan hubungan perdagangan internasional yang teratur
dan dapat diprediksi. Terdapat tiga prinsip dasar dalam GATT. Pertama mengacu
padanondiskriminasi: Setip negara anggota harus memperlakukan perdagangan
dari semua negara anggota dengan cara yang sama. Kedua adalah Pasar
Terbuka yang didorong oleh GATT lewat larangan segala bentuk proteksi
kecuali bentuk bea-cukai. Ketiga adalahPerdagangan Yang Adil yang melarang
subsidi ekspor atas produk manufaktur dan membatasi penggunaan subsidi ekspor
untuk produk primer. Dalam kenyataanya, tak satupun prinsip-prinsip ini ynag
diwujudkan sepenuhnya, meskipun banyak kemajuan yang telah dilakukan .
Penghalang non-tarif, proteksi atas hak kepemilikan intelektual, dan subsidi
pemerintah tetap menjadi batu sandungan besar.
Kasus
pengembangan pariwisata asia timur
a. Heritage
Vs Modernisasi n globalisasi
WTO
membagi Asia Timur dan Pasifik kedalam Asia Timur Laut, Asia Timur, dan
Oceania. Negara-negara ini membagi wilayah Asia dengan kesamaan dan
perbedaannya sebagai suatu destinasi wisata.
Secara
statistik, Negara China sekarang ini mendominasi perkembangan industri
pariwisata dan Asia pasifik mempunyai jumlah yang lebih banyak dari wilayah
Asia Tenggara. Asia Timur mempunyai jumlah kedatangan wisatawan yang meningkat
14,6% di tahun 1999, dari jumlah yang sebelumnya yaitu 9,5% di tahun 1985.
wisata outbond juga mempunyai kemajuan sebanyak 15% dari total dunia dan
tercatat sebagai pertumbuhan global tertinggi. Hal ini dicatat oleh WTO pada
tahun 2000.
Sebagian
dari turis menghabiskan waktu di Asia dan didukung oleh
fasilitas pariwisata yang baik, sehingga dapat menaikkan kondisi ekonomi.
Asia Timur dapat memikat turis dengan menawarkanpopularitas dan atraksi yang
menarik. Bagaimanapun juga, tingkat kunjungan turis inbound rendah di beberapa
Negara. Hal ini disebabkan oleh kurang mengeksplorasi kesempatan. Di beberapa
kasus, ada banyak penghalang yang berasal dari Negara itu sendiri. Sebelum
mereka menyadari potensi yang ada, proses ini bergantung pada perubahan kondisi
ekonomi, politik, dan lingkungan sosial.
b. Trend
dalam atraksi wisata
Daya
tarik yang dimiliki oleh Asia Timur merupakan daya tarik alam dan budaya
heritage. Daya tarik alam yang dimiliki berupa iklim, pantai, pulau, hutan,
pemandangan, tumbuhan dan kehidupan binatang. Atraksi budaya yang dimiliki
berupa bangunan bersejarah, historical sites, festival, pakaian tradisional,
kebiasaan, seni, dan kerajinan. Tetapi hal itu tidak mengakibatkan atraksi lain
seperti mall, event, taman hiburan, resort, dan kasino menjadi sepi. Begitu
juga dengan wisata olahraga tetap menjadi hiburan yang menarik. sex tourism
tidak dapat dipungkiri juga menjadi daya tarik wisata di Negara-negara
tertentu. Atraksi wisata tidak hanya dapat ditemukan didaerah pantai dan
pedesaan saja, dapat juga ditemukan di daerah metropolitan.
Taman
hiburan merupakan atraksi yang menarik dan memiliki ciri dari wahananya. Taman
hiburan menjadbagian dari pertumbuhan industri hiburan yang didasarkan pada
permintaan atas produk hiburan. Investasi banyak dilakukan oleh Negara-negara
Eropa dan Amerika untuk wilayah Asia dan Pasifik dimana industri di Jepang
sudah cukup maju.
Dari
sekitar 20 taman hiburan di dunia pada tahun 1999, Disneyland Tokyo memiliki
tingkat kunjungan tertinggi yaitu lebih dari17,45 juta wisatawan. Tiga buah
taman hiburan lain di Jepang juga masuk dalam daftar tersebut. Pada saat ini
terdapat 30 taman hiburan yang memiliki tingkat kunjungan sebesar 1 juta
wisatawan, dan 30 lainnya mempunyai tingkat kunjungan sekitar 500 ribu sampai 1
juta pengunjung. Taman hiburan ini terletak di sekitar kota Tokyo, setelah
opening taman-taman hiburan tersebut di tahun 1983, mengakibatkan investasi
skala besar, periundangan, dan kenaikan pendapatan.
Pertumbuhan
ekonomi di Jepang sangat dipengaruhi oleh berdirinya taman hiburan tersebut.
Meskipun terdapat permasalahan dalam hal manajemennya, tetapi konsep dari taman
hiburan tersebut dapat memperbaiki popularitasnya.
Universal
study membuka taman hiburannya yang pertama berada diluar USA, yaitu di Osaka
pada tahun 2001, bersamaan dengan beroperasinya Disneysea di Tokyo. Selain itu
investasi besar juga direncanakan untuk China, Taiwan, dan Korea selatan dimana
terdapat 2 taman hiburan ternama di dunia.
Atraksi
modern lainnya juga terdapat di Asia Timur, yaitu Mixed Retail, hiburan lain
yang juga terdapat contohnya COEX Plasa di Korea Selatan, dengan ibukota Seoul,
disini terdapat Aquarium, Multiplex, dan retail yang luasnya mencapai 95.000
meter persegi. Trend ini mencakup luasnya, fasilitas pendukung, yang
berhubungan dengan teknologi dan komponen-komponen dari retail, serta memiliki
tempat di sepanjang atraksi alam, budaya, dan sejarah.
Destinasi
di Asia Timur yang memiliki berbagai atraksi untuk pasar excusionis, turis
domestic, dan wisatawan Asia dan Negara barat, dimana masing-masing memiliki
kebutuhan dan ekspetasinya masing-masing. Apa yang menjadi nilai bagi
atraksi tersebut tergantung dari intrepretasi dan persepsi dari
masing-masing turis, baik individu maupun grup.
Perbedaan
budaya menjadi tolak ukur bagi kualitas suatu atraksi. Contohnya, orang-orang
Negara barat lebih menyukai keromantisan dan lebih idealisterhadap keorientalan
dan lingkungannya. Yang disuguhkan pada mereka dalam bentuk keeksotisan dan
misterius dalam imej promosi dan pekerjanya oleh industri pariwisata. Untuk
memanfaatkan keragaman pasar dan produk, perbedaannya budaya telah dimanfaatkan
oleh banyak organisasi pariwisata nasional. Contohnya, Tourism Authority Of
Thailand telah berpindah dari mass marketing dan sekarang ini focus pada
atraksi yang berupa makanan, belanja, kesehatan, sejarah, olahraga, budaya, dan
bisnis travel. Negara lain seperti Kamboja dan Mongolia lebih berfokus pada
satu atribut. Ekowisata yang menggabungkan alam dan dimensi satu social, lebih
banyak dikembangkan seperti wisata heritage.
Kompleksitas
antara sejarah dan wisata merupakan subjek yang banyak diperdebatkan. Heritage
mempunyai dua fungsi, yaitu sebagai atraksi wisata dan sebagai alat untuk
membentuk nasionalitas dan mengekspresikan identitas, menjadikan kondisi
politik dan social sebagai nilai ekonomi yang akan menambah pendapatan dan
mengurangi pengangguran. Banyak komentator yang mengkritisi eksploitasi pada
heritage oleh industri pariwisata dan kebijakan pemerintah. Selain untuk
atraksi wisata, tetapi juga harus dihargai sebagai perlindungan terhadap
sejarah dan konservasi. Hal tersebut berhubungan dengan Negara yang yang baru
saja merdeka dan pembentukan koloni, atau selama perubahan waktu dan ketidakpastian.
Ini merupakan karakteristik dari banyak Negara di Asia. Hongkong dan Singapura
merupakan Negara pemimpin wisata heritage, khususnya dalam marketing dan
planningnya. Hongkong menjadi Special Administrative Region (SAR) bagi
orang-orang komunis di China pada tahun 1997, setelah 150 tahun dijajah
Inggris, sementara populasi multiracial di Singapura mendapat kemerdekaannya
pada tahun 1965. hal ini menjadi pertanyaan bagi pemerintah dan masyarakat
mengenai arti dari identitas dan heritagenya.
c. Perencanaan
strategi, identitas dan atraksi warisan (Heritage)
Hongkong
dan Singapore adalah daerah tujuan wisata internasional yang sangat sukses,
dimana keduanya memiliki rencana strategi dengan tujuan yang sama yaitu menjadi
kota tujuan wisata internasional yang berprinsip. Rencana ini mengharuskan
memperkuat kekuatan yang dimiliki saat ini, memikirkan produk yang inovatif dan
memperluas pendekatan pasar dengan memasukan atraksi baru dan mengembangkan
yang telah ada. Warisan memilki sebuah kontribusi penting untuk merealisasikan
hasil sasaran, dan telah diberikan prioritas yang tinggi oleh komisi pariwisata
hongkong (HKTC). Bangunan dan sejarah dan situs arkeoligikal dengan pariwisata
yang potensial telah teridentifikasi, dan pemeliharaan tradisi yang penuh warna
didukung dengan sebuah kekuatan wisata heritage yang baru saja di format.
Pendekatan heritage dan budaya tradisional yang telah sama-sama diketahui di
Singapore, dan rencana terbaru yang mengusulkan cluster
heritage yang spesifik dan atraksi budaya sebagaimana pengembangan
zona yang pantas. Tema area etnik Chinatown saat ini merupakan langkah-langkah
yang sedang dilaksanakan.
wisata
honggkong menawarkan serangkaian warisan yang dibangun pada
jaman kerajaan Cina dan koloni Inggris seperti halnya situs
kesejarahan, warisan jalanan dan tradisi dan kebiasaan. Singapore, juga
mengiklankan warisan fisik dari monumen, bangunan, dan situs. Kebanyakan
berasal dari periode colonial, tetapi arsitektur pribumi dan penjelmaan dari
warisan etnik juga ditonjolkan. Keduanya memiliki museum yang bervariasi dan
gtaleri yang dibagi-bagi sesuai dengan aspek sejarah dan budayanya.
Dalam
penambahan keuntungan komersil, terdapat pertimbangan sosial-politik untuk
mempertimbangkan mengenai wisata heritage. pemerintah kolonial di
hongkong, beraksi melalui barang-barang dari zaman kuno dan kantor monument,
yang khususnya telah aktif pada masa sebelum peralihan. Banyak monument yang
terdaftar telah disetujui oleh pemerintah pada tahun 1980 dan
pertengahan 1990, dan sebuah kepercayaan warisan yang
telah dibentuk pada 1992 untuk meningkatkan kesadaran dan bantuan
masyarakat mengorganisasi proyek heritage ini. Rezim inggris membangun pusat
kebudayaan hongkong pada tahun 1989, sebuah tempat seni di desain menyolok di
tepi pantai, dan bertanggung jawab untuk beberapa musium baru. Aksi ini dapat
dijelaskan dalam istilah penyataan sebuah identitas honggkong yang
terpisah. Dan warisan untuk membantu wilayah itu mempertahankan ciri
khas nya dan mempertahankan agar tetap utuh dengan status china yang lebih
luas.
Cara
berpendirian pemerintah yang baru adalah salah satu factor pendorong
berkelanjutan untuk heritage dengan penekanan pada sejarah panjang
China Hongkong yang berhubungan dengan prestasi masa kini dan ambisi dimasa
depan. Musium sejarah hongkong dibuka kempali pada lokasi yang diperbesar pada
ahun 2000, ketika sebuah musium heritage Hongkong yang ditemukan
bersama sebuah rekonstruksi baru biara dinasti Tang yang
memperlihatkan jalur keluarga cina orang hongkong. Banyak atraksi yang dapat
dilihat sebagai perwujudan asal yang umum dan tujuan cina dan hongkong. Aturan
inggris yang dilukiskan sebagai sebuah interupsi temporary, dan sejarah
merekamnya sebagai sesuatu yang patut dikenang dan “bayangan inggris” pada
asosiasi pariwisata hongkong. Dengan begitu situs heritage dapat menjadi cara
untuk menyampaikan pesan tentang konstruksi identitas yang formal.
Selain
modernisasi, tugas pemerintah Singapore yang juga sama beratnya adalah
mengharmonisasi pembangunan dengan multicultural yang dimiliki orang Singapore
walaupun 75% dari populasi merupakan mayoritas etnic china, tetapi
pemerintahpun harus memperhatikan etnic lain seperti malay, india, dan lainnya.
Kebijakan ini tercermin dalam perilaku perawatan warisan bangunan sebagai peralihan
Singapore dari Negara jajahan ke status modern yang dilakukan untuk menghormati
masa lalu.
d. Atraksi
Yang Lebih Modern
Heritage
dan identitas juga dipengaruhi oleh globalisasi dan berhubungan dg perubahan
sosial, yang sering mendorong homogenitas budaya. Hong Kong Dan Singapore
menunjukan tanda dari banyak internationalisasi, tetapi mereka mempunyai
sejarah yang menjelaskan pengaruh luar dan suatu kultur ambivalen yang telah
muncul, yang mana bukan secara keseluruhan Asia Maupun Barat. barangkali Ada
suatu interaksi tetap internasional, nasional, kesukuan ( di dalam kasus
Singapura) dan lokal ( di dalam kasus Hongkong) Lapisan identitas, yang lebih
lanjut mempersulit penyelidikan itu.
Untuk
masa depan, atraksi modern merupakan pusat dari perencanaan strategi yang
dimiliki Hongkong dan Singapure, melebihi wisata heritage sebagai arti
pentingnya jika diukur oleh tingkat nyata dan perencanaan investasi. Hongkong
membuat proyek penyediaan fasilitas berskala besar, HKTC merekomendasikan
sebuah terminal untuk kapal pesiar, pusat konfrensi dan pameran yang lain, dan
pusat pertunjukan kesenian dan stadion serbaguna. Persetujuan inovasi ini telah
dilakukan di Hongkong Disneyland, sebuah taman daratan dan perluasan ke taman
samudra. Di bawah tinjauan ulang adalah dua sistem kereta kabel yang
menghubungkan lokasi atraksi, sebu7ah dermaga nelayan dengan gaya san fransisco
dan sebuah koridor hiburan di Lantau Island. Kesanggupan pemerintah untuk
mengembangkan pariwisata berskala besar dengan dukungan keuangan untuk
Disneyland hongkong.
1. Hongkong
Disneyland
Pemerintah
hongkong dan perusahaan Walt Disney membentuk kerjasama spekulasi
perusahaan yang bernama Hongkong internasional theme park Ltd untuk membangun
dan mengoperasikan taman ini. Taman ini akan mengunakan gaya Disney Amerika
yang tradisional, dan pengaruh Chinese seperti pada makanan dan bahasa yang
digunakan. Pembangunan Disney hongkong ini tentu saja akan sangat menguntungkan
dan pembangunan ini merupakan perwujudan dari modernisasi pariwisata
Hongkong.
2. Singapore
haw far villa
Singapore
haw far villa didirikan oleh AW bersaudara pada tahun 1937, dan
dikenal sebagai kebun balsem harimau, kekayaan keluarga itu dihasilkan dari
nama perusahaan itu. sebagai tambahan terhadap rumahnya sendiri, yang
dirobohkan setelah perang dunia yang kedua, terkenal sebagai suatu colletion
tentang pajangan dan patung yang hebat dengan diwarnai berbagai ilustrasi
cerita dari dongeng-dongeng china dan mitos pergaulan
agama dan percampuran ideologi. sebanyak 1000 figur dan 150 peremajaan telah
diperbaharui antar tahun 1937 dan 1954, ini dimaksudkan untuk
mengabarkan pelajaran moral dan mempromosikan nilai-nilai kebaikan di atas
kejahatan dan sikap baik pada orangtua,
Dari
waktu ke waktu, kebun ini dilalaikan dan ketinggalan jaman, harapan keluarga
pada tahun 1985 memberikan status bahwa kebun itu bisa difungsikan kembali.
Kebun ini mempunyai nilai yang potensial untuk menjadi suatu atraksi, sehingga
singapore memungut sewa dari sector ini. pihak swasta memiliki tander untuk
prakarsa yang mengkombinasikan pengembangan kembali dan pemeliharaan lokasi
ini. taman membuka kembali faasilitas seperti dunia ular naga pada tahun 1990
setelah mengalami perbaika. fasilitas modern seperti teater dalam rumah,
permainan air, sepanjang 60 meter yang berbentuk ular naga berupa suatu perahu.
toko pengecer menyediakan berbagai makanan, semua fasilitas yang ditambahkan,
itu merupakan hasil perkawinan teknologi modem dan chinesse yang tradisional
dengan harga tiket masuk sebesar S$11 yang naik menjadi S$16,5.
Suatu
konsultan mengangkat Suatu penawaran proyek untuk membantu proses konsolidasi
melalui perencanaan ruang, seni taman dan aspek lain infrastruktur. penawaran
lain pada awal tahun 2001 akan mencari operator untuk mengatur taman
mengontrak, membuka kembali pada awal 2002. Bagaimanapun, [itu] telah diungkapkan
April 2001 yang suatu operator baru ( Manajemen Dunia Timur Pte Ltd) akan
pemeliharaan [itu] membuka dan menawarkan pintu masuk cuma-cuma. Renovasi oleh
craftsmen akan diselesaikan melalui langkah-langkah dengan
meminimum hal-hal yang tidak menyenangkan pengunjung.
Menurut
STB , atraksi akan diposisikan sebagai tempat di mana pengunjung
dapat:
Belajar
tentang Warisan/Pusaka Cina Dan Mitologi, dibandingkan sebagai Pertunjukan
Western-styled . Tantangan kami adalah untuk memikat lebih banyak pengunjung
pada taman ini sehingga mereka dapat menghargai bagaimana berharganya taman
sebagai asset budaya yang memberi pengertian yang mendalam tidak hanya ke dalam
Mitologi Cina, tetapi juga ke dalam hidup ketika taman itu dibangun.
( STB, 2001)
Kesimpulan
Explorasi
mengembangkan atraksi di Hong Kong Dan Singapura mengungkapkan sebagian dari
permasalahan dan semua tujuan mengejar pengenalan dan pertumbuhan suatu
industri turisme yang kompetitif, menunjukkan ke perubahan internal dan
eksternal. Hong Kong Dan Singapura sudah menjawab tantangan yang dihadapi
dengan penerapan strategi turisme dapat diperbandingkan dalam kaitan
dengan peningkatan produk, inovasi dan pemasaran, mengarahkan pada keunggulan
yang serupa sebagai suatu Tujuan Kota besar Asia, dengan jenis atraksi serupa.
Kebijakan diikuti dengan para agen turisme, dengan aktif yang
didukung oleh pemerintah.
Bagian ini
telah menunjukkan bahwa promosi atraksi warisan/pusaka tidaklah didikte oleh
ekonomi sendiri. Warisan/Pusaka Atraksi adalah explorasi, penemuan dan ungkapan
nasional sebagai identitas budaya. Maksud dari identitas dan warisan/pusaka
dari yang itu sebagai status bertindak sebagai suatu pengambil-keputusan dari
berbagai hal penafsiran, presentasi dan konservasi . Turisme dengan begitu
menjadi suatu medium untuk transmisi , Hong Kong Dan Singapura menggambarkan
sebagian dari proses ini, seperti halnya hal-hal penting hubungan antara
identitas, warisan/pusaka dan turisme. Pengunjung Warisan/Pusaka Atraksi sudah
menjadi suatu isu politis di dalam penempatan kedua-duanya, seperti halnya di
tempat lain di (dalam) daerah, dan bab ini menyatakan bahwa . atraksi terbaik
dipelajari dan dipahami mereka.di dalam konteks sosial dan politis yang lebih
luas.
BAB
III
KESIMPULAN
3.1 Kesimpulan
Lingkungan
ekonomi dunia sangat berpengaruh dalam proses perkembangan ekonomi
internasional baik itu berdampak pada perkembangan pasar, neraca pembayarannya,
hukumnya dan lain sebagai nya. Sehingga mengalami penaikan dan penurunan.
DAFTAR PUSTAKA