Selasa, 04 Desember 2018

Manajemen Pemasaran Global

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
Bagaimana kita menjalankan bisnis di pasar-pasar internasional ? yakni, apakah akan mengekspor, merundingkan suatu pemberian lisensi atau pertanian waralaba, mendirikan usaha patungan, atau mendirikan anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya. Meskipun secara prinsip pilihan pasar dan cara masuk merupakan keputusan yang terpisah, karakteristik khusus disuatu negara dan juga jalan masuk pasar internasional serta strategi ekspansi akan berdampak pula atas pilihan cara masuk.
Disejumlah negara berbagai macam karakteristik disuatu negara tersebut, seperti ukuran pasar, tingkat pertumbuhan, stabilitas politis, risiko lingkungan, kondisi operasi, dan infrastuktur, berdampak atas ketersediaan manajemen mengucurkan sumber daya untuk sebuah negara atau pasar tertentu dan juga cara masuknya. Pasar kecil kerapkali paling baik dilayani melalui pengeksporan atau pemberian lisensi, sebagai contoh. Demikian pula, manajemen mungkin menghendaki pembatasan komitmen sumber daya ke negara-negara dengan tingkat risiko yang tinggi atau infrastruktur yang buruk melalui perjanjian pemberian lisensi atau usaha patungan dengan mitra lokal. Sama halnya, jika manajemen berharap dapat memasuki sejurnlah negara secara cepat, sumber daya dan waktu yang dibutuhkan untuk mendirikan anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya mungkin akan menghambat, yang mengakibatkan perusahaan menggunakan cara pemberian lisensi atau usaha patungan.
Karakteristik produk, sifat permintaan, hambatan perdagangan, tujuan manajemen, dan sasaran ekspansi juga mempengaruhi keputusan pernililian cara masuk. Produk-produk berukuran besar dengan nilai jual rendah, sebagai umpama, membutuhkan lokasi produksi yang dekat dengan pasar disebabkan biaya pengirimannya-sekalipun biaya ini dapat diimbangi oleh skala ekonomis produksi.

1.2  RUMUSAN MASALAH
1.         Bagaimana pilihan strategis dalam memasuki pasar global, ekspor, lisensi, usaha patungan, strategi perluasan pasar, dan penentuan posisi pasar ?
2           Bagaimana strategi persaingan global terhadap daya saing ?

1.3              TUJUAN
2.            Untuk mengetahui pilihan strategis dalam memasuki pasar global, ekspor, lisensi, usaha patungan, strategi perluasan pasar, dan penentuan posisi pasar.
3.            Untuk mengetahui strategi persaingan global terhadap daya saing.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1   Pilihan Strategis dalam memasuki Pasar Global, Ekspor, Lisensi, Usaha Patungan, Strategi Perluasan Pasar, dan Penentuan Posisi Pasar
2.1.1        Pasar Global
Pengertian pasar global adalah pasar berskala dunia yang terbuka bagi seluruh pelaku usaha. Pasar global mengalami perkembangan yang pesat belakangan ini karena beberapa faktor, antara lain:
·         Adanya beberapa negara industri yang mampu menghasilkan produk berkualitas dengan harga murah, misalnya China dan Taiwan
·         Semakin banyak orang yang melakukan perjalanan antar negara yang secara langsung menjadi konsumen global
·         Semakin banyaknya transportasi antar negara yang mempermudah distribusi produk 
·         Perdagangan dunia semakin meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan pasar dunia
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pasar global adalah peluang bisnis yang sangat besar dan menantang. kesempatan bagi perusahaan untuk mengembangkan bisnisnya dan mengambil lebih banyak keuntungan. Adapun beberapa keuntungan tersebut antara lain:
·         Perusahaan dapat membuka pabrik di negara lain yang upah buruhnyalebih murah.
·         Perusahaan dapat membuka kantor cabang dan pabrik cabang di beberapa tempat di seluruh dunia untuk mempermudah dan mempermurah distribusi produknya
·         Perusahaan dapat memperoleh target konsumen yang lebih banyak dengan memperkenalkan produknya di negara lain yang potensial
Selain itu pasar global juga memiliki beberapa kendala/masalah bagi perusahaan yang akan masuk ke dalamnya. kendala itu antara lain :
·         Perbedaan budaya dan selera
·         Perbedaan daya beli masyarakat
·         Peraturan Nasional/Pemerintah
2.1.2        Ekspor
Ekspor merupakan strategi yang paling sering dijumpai dalam memasuki pasar internasional, terutama untuk strategi masuk pertama kali. Tak jarang motivasi ekspor karena permintaan tak terduga, misalnya ada pesanan dari pembeli tertentu di luar negeri atau ada pelanggan domestik berekspansi ke pasar internasional dan memesan produk untuk keperluan operasi internasionalnya. Permintaan-permintaan semacam ini mendorong perusahaan untuk mempertimbangkan pasar internasional dan menelaah potensi pertumbuhannya.
Namun tak jarang dijumpai pula perusahaan yang secara agresif melakukan ekspor sebagai strategi masuk awalan untuk kemudian dikembangkan menjadi operasi bisnis berbasis di luar negeri. Dalam berbagai kasus di mana terdapat skala ekonomis substansial atau hanya ada sedikit pembeli di seluruh dunia (misalnya , pasar pesawat luar angkasa), maka produksi lebih baik dikonsentrasikan di satu atau hanya beberapa lokasi untuk kemudian diekspor ke pasar lainnya. Contohnya, Boeing mengkonsentrasikan produksinya di pusat di Seattle, Washington.
Ekspor dapat diorganisasikan berdasarkan berbagi cara, tergantung jumlah dan tipe perantaranya. Seperti halnya dalam perdagangan grosir, agen ekspor-impor bervariasi menurut rangkaian fungsi yang dijalankan. Beberapa di antaranya (seperti perusahaan manajemen ekspor) merupakan full-service wholesalers yang melaksanakan semua fungsi berkaitan dengan ekspor. Sementara yang lain sangat terspesialisasi dan hanya menangani beberapa aspek, seperti pengiriman, penagihan, atau mengurus administrasi produk dari pabean.
Dalam pengembangan saluran ekspor, perusahaan harus memutuskan fungsifungsi mana saja yang akan menjadi tanggung jawab agen eksternal dan mana yang ditangani sendiri. Secara garis besar ada tiga tipe saluran ekspor, yaitu; ekspor tidak langsung (indirect export), ekspor bersama (cocoperative/shared export) dan ekspor langsung (direct export). Ekspor tidak langsung melibatkan agen ekspor, biasanya perusahaan manajemen ekspor. Saluran ekspor bersama mencakup kesepakatan kolaboratif dengan perusahaan lain berkenaan dengan kinerja fungsi ekspor. Dalam ekspor langsung, perusahaan menangai fungsi ekspor secara internal melalui organisasi penjualan yang berlokasi di pasar domestic atau pasar luar negeri.
2.1.3        Lisensi
Lisensi merupakan pilihan yang tepat apabila perusahaan memiliki hak cipta tertentu, seperti teknologi proses atau produk yang telah dipatenkan, merek dagang atau nama merek, yang bisa dimanfaatkan dalam skala internasional tanpa harus mencurahkan banyak sumber daya untuk operasi internasional. Dalam kesepakatan lisensi, perusahaan memberikan hak untuk memanfaatkan teknologi, merek dagang atau nama merek yang dipatenkan kepada licensee dengan mendapatkan pembayaran royalti. Umumnya tersebut ditentukan berdasarka persentase dari penjualan sesuai kesepakatan.
Lisensi memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan manfaat dari penjualan internasional dengan memanfaatkan proprietary assets yang dimiliki dengan komitmen sumber daya dan risiko minimal. Namun, kesepakatan semacam ini hanya memberikan hasil (returns) terbatas. Selain itu, pengembangan pasar juga terbatas jika licensee tidak mencurahkan perhatian yang memadai atau tidak memiliki sumber daya untuk mengembangkan pasar secara optimal.
Lisensi juga bisa menghambat strategi masuk pasar tahap selanjutnya yang direncanakan oleh licensor. Meskipun perusahaan membatasi jangka waktu kesepakatan lisensi, sangatlah sukar memasuki pasar jika kontrak berakhir. Mantan licensee bisa menjadi pesaing potensial. Lagipula, perusahaan masih harus memulai lagi pengumpulan informasi mengenai pasar, menjalin kontak dan membangun saluran distribusi. Selain itu, dalam beberapa kasus licensee berhenti membayar royalti dan perusahan sulit melacak penjualan yang royaltinya masih harus dibayar.
Sekalipun mendatangkan uang dalam jumlah besar, tindakan seperti itu juga beresiko, terutama bila merek dagangnya digunakan untuk produk-produk yang tidak memenuhi standar kualitas atau reliabilitas atau jika strategi pemasarannya tidak tepat. Itu bisa merusak reputasi dan nilai merek dagang bersangkutan.
Konsekuensinya, seperti halnya contract manufacturing, licensor harus selalu memantau aktivitas licensee dan melakukan pengendalian kualitas dan keuangan secara ketat guna menjamin bahwa licensee memenuhi standar yang telah disepakati bersama.
2.1.4        Usaha Patungan
Salah satu cara yang juga efektif untuk membatasi ekspor modal dalam pasar global adalah membangung usaha patungan, terutama dengan mitra bisnis lokal. Usaha patungan bisa bermacam-macam bentuknya, tergantung tujuan perusahaan, persyaratan modal usaha bersangkutan dan peraturan pemerintah menyangkut kepemilikan asing. Selain itu, motivasinya pun bisa beraneka ragam diantaranya: untuk mendapatkan akses pasar; memperluas rentang produk; membentuk atau mempengaruhi struktur pasar; mencapai tingkat kecepatan (dalam hal inovasi dan memasuki pasar) yang lebih besar; meningkatkan efisiensi; dan atau meningkatkan kompetensi dan sumber daya organisasi.
Apabila tujuan usaha patungan adalah melaksanakan proyek pembanguna infrastruktur pokok atau pertanian (seperti proyek waduk atau irigasi, penambangan batu bara dan lain-lain), biasanya dibentuk konsorsium yang melibatkan banyak mitra bisnis asing. Bank maupun lembaga keuangan lainnya berperan sebagai peyandang dana, sementara pihak-pihak lain menyumbang keahlian teknologis. Biasanya proyek semacam ini dilakukan di negara berkembang dan melibatkan institusi pemerintah yang melakukan fungsi kontrol atas pelaksanaan proyek tersebut.
Bentuk usaha patungan lainnya adalah kerja sama antara dua perusahaan swasta. Misalnya, sebuah perusahaan membuka usaha patungan dengan perusahaan lokal di negara lain. Kerapkali perusahaan asing memberikan konstibusi berupa keahlian produksi dan teknologi, serta kadangkala nama merek dan reputasi perusahaan, sedangkan mitra lokalnya menyediakan akses ke jaringan distribusi dan pengetahuan serta pemahaman atas lingkungan pasar setempat.
Strategi usaha patungan memberikan sejumlah keuntungan sebagai cara memasuki pasar luar negeri. Meskipun menuntut komitmen sumber daya pasar luar negeri, usaha patungan bisa memberikan potensi laba dan kendali yang lebih besar atas manajemen produksi dan pemasaran di pasar bersangkutan. Risiko modal ditanggung bersama dengan mitra lokal. Selain itu, mitra lokal berperan besar dalam hal pemahaman atas kondisi pasar lokal dan juga memiliki kontak dengan distribusi lokal dan institusi kunci lainnya di negaranya. Perusahaan bisa mendapatakan pengetahuan dan umpan balik mengenai kondisi pasar; kebutuhan dan respon pelanggan; para pesaing utama dan kemungkinan reaksi mereka dan secara bertahap mendapatkan pengalaman beroperasi dalam pasar bersangkutan.
Selain itu, usaha patungan juga sangat bermanfaat untuk memasuki pasar yang sistem perekonomiannya berbeda, seperti RRC dan negara-negara pecahan Uni Soviet. Di RRC, misalnya, pemerintah setempat mendorong usaha patungan dalam rangka alih teknologi dan keahlian manajerial kepada perusahaan lokal. Namun, banyak juga perusahaan yang mengalami kesulitan dan masalah dalam menjalin usaha patungan di berbagai negara. Sekalipun dalam jangka pendek, usaha patungan dengan mitra lokal memberikan keunggulan berupa informasi, kontak dan keahlian pemasaran lokal. Biasanya dalam jangka panjang dijumpai banyak masalah. Bahkan Douglas &Craig (1995) mengestimasi bahwa antara 50 samapai 70 persen usaha patungan mengalami kegagalan.
Beberapa masalah dalam usaha pantungan diantaranya: masalah komunikasi, perbedaan budaya perusahaan, perbedaan gaya manajemen, repatriasi laba, perbedaan kepentingan dan tujuan, ketidakpuasan atas kinerja mitra bisnis, lunturnya rasa saling percaya dan komitmen bersama dan sebagainya.
Seiring dengan semakin banyaknya perusahaan yang terlibat dalam pemasaran gobal, usaha patungan tradisional (melibatkan perusahaan asing dan mitra bisnis lokal) berkembang pesat dan memunculkan pula aliansi strategik (Strategic Alliance) yang lebih kompleks. Aliansi kerapkali melibatkan banyak mitra bisnis dan kadangkala berfokus pada tahap tertentu dalam rantai nilai, seperti riset dan pengembangan produksi atau distribusi.
2.1.5        Strategi Perluasan Pasar
Perusahaan harus memutuskan apakah akan memperluas dengan mencari pasar baru di negara yang sudah ada sekarang ini atau, alternatifnya, mencari pasar negara baru dalam segmen pasar yang telah diidentifikasi dan dilayani. Gabungan dua dimensi ini menghasilkan empat strategis pilihan, seperti:
1.            Fokus sempit
2.            Fokus Negara
3.            Diversifikasi Negara
4.            Konglomerat Global
Strategi 1, mengkonsentrasikan pada jumlah kecil segmen baru di sejumlah kecil negara.
Strategi 2, diversifikasi negara dan konsentrasi segmen pasar, suatu perusahaan melayani banyak pasar di sejumlah kecil negara.
Strategi 3, diversifikasi negara dan konsentrasi segmen pasar, merupakan strategi perusahaan global klasik yang mencari pasar dunia untuk suatu produk dan melayani pelanggan dunia.
Strategi 4, diversifikasi negara dan segmen, merupakan strategi korporasi dari perusahaan multibisnis yang besar seperti GE atau Matsushita.

2.1.6        Penentuan Posisi Pasar
Kotler dan Armstrong (1997: 249) menyatakan penentuan posisi pasar sebagai perancangan posisi produk dan citra perusahaan sehingga menempati tempat khusus dan dihargai dalam benak pelanggannya. Hermawan Kartajaya dkk. (2003: 51) mendefinisikan penentuan posisi pasar sebagai strategi untuk mengarahkan pelanggan dengan membangun rasa kepercayaan, percaya diri, dan kompetensi untuk pelanggan sehingga menciptakan sebuah eksistensi di benak pelanggan dan memimpin mereka secara kredibel. Posisi produk adalah cara bagaimana produk didefinisikan oleh konsumen atas dasar ciri-ciri penting atau tempat yang diduduki produk dalam benak konsumen relatif terhadap produk pesaing. Proses penetapan posisi produk terdiri atas tiga langkah, yaitu:

a. Mengidentifikasi keunggulan bersaing yang mungkin keunggulan bersaing adalah keunggulan terhadap pesaing yang diperoleh dengan menawarkan nilai yang lebih besar kepada konsumen, baik melalui harga lebih murah maupun dengan memberikan manfaat produk yang lebih banyak sehingga sesuai kalaupun harganya tinggi. Perusahaan dapat membedakan penawarannya dari pesaing dengan cara berikut:
1.      Diferensiasi produk; perusahaan membedakan fisik produknya. Selain fisik produk, perusahaan dapat membedakan produknya dalam hal kinerja, desain, konsistensi, daya tahan, keandalan, dan kemudahan reparasi.
2.      Diferensiasi jasa; perusahaan melakukan pembedaan melalui jasa yang menyertai produk. Dalam hal ini perusahaan melakukan penjualan produk dengan memberikan layanan purna jual mulai dari pendidikan produk, jasa pengiriman, hingga jasa perbaikan produk terhadap konsumennya.
3.      Diferensiasi personil; perusahaan memperoleh keunggulan bersaing yang kuat dengan mempekerjakan dan melatih orang-orang yang lebih baik dibanding pesaingnya.
4.      Diferensiasi citra; perusahaan bekerja untuk membangun citra yang membedakan mereka dari pesaing. 
5.      Citra perusahaan seharusnya menyampaikan sebuah pesan tunggal dan unik yang mengkomunikasikan manfaat dan penentuan posisi utama produk.
b. Memilih keunggulan bersaing yang tepat ketika suatu perusahaan menemukan beberapa potensi keunggulan bersaing, perusahaan tersebut harus memilih keunggulan bersaing yang di atasnya dapat dibangun strategi penentuan posisi. Perusahaan harus memutuskan berapa banyak diferensiasi yang akan dipromosikan dan yang mana.
Berapa banyak perbedaan yang dipromosikan; ketika dua atau lebih perusahaan mengklaim dirinya sebagai yang terbaik pada ciri yang sama, adalah penting bagi perusahaan untuk memposisikan dirinya pada lebih dari satu faktor pembeda.
Perbedaan mana yang dipromosikan; tidak setiap perbedaan adalah alat pembeda. Setiap perbedaan memiliki potensi untuk menciptakan biaya sebagaimana keuntungan. Perusahaan harus hati-hati memilih cara yang akan membedakan dirinya dari pesaing. 
c. Mengkomunikasikan posisi yang telah dipilih setelah menetapkan posisi produknya, perusahaan harus mengambil langkah-langkah pasti untuk mengkomunikasikan posisi yang diinginkan kepada konsumen sasaran. Seluruh upaya bauran pemasaran perusahaan harus mendukung strategi penentuan posisi. Menentukan posisi perusahaan membutuhkan tindakan nyata, bukan sekedar bicara. Jika telah memutuskan untuk membangun posisi pada mutu dan pelayanan yang lebih baik, perusahaan harus menyampaikan posisi itu.

2.2  Strategi Persaingan Global Serta Daya Saing
2.2.1                    Analisis Industri
Analisis industri merupakan kombinasi antara ekonomi industri dan strategi. Diawali dengan adanya tambahan atas teori organisasi industri oleh Joe S. Bain (1950-an) yang menyatakan bahwa struktur industri tidak hanya terbatas pada ukuran besarnya industri, tetapi juga ditentukan dengan mobilitas hambatan masuk ke dalam industri. Selanjutnya berkembang teori struktur industri yang berdasarkan pada premis bahwa perbedaan tingkat keuntungan perusahaan merupakan fungsi kekuatan pasar yang didorong oleh struktur inter-industri dan intra-industri. Porter menyatakan bahwa kelima kekuatan bersaing tersebut dapat mengembangkan strategi persaingan dengan mempengaruhi atau mengubah kekuatan tersebut agar dapat memberikan situasi yang menguntungkan bagi perusahaan.
Ruang lingkup kelima kekuatan bersaing tersebut yang pertama yaitu ancaman persaingan segmen yang ketat, segmen tertentu menjadi tidak menarik jika ia telah memiliki pesaing yang banyak, kuat, atau agresif. Kedua, ancaman pendatang baru, daya tarik segmen berbeda-beda menurut tingginya hambatan untuk masuk dan keluarnya. Ketiga, ancaman produk substitusi, segmen tertentu menjadi tidak menarik jika terdapat substitusi produk yang aktual atau potensial. Keempat, ancaman peningkatan kekuatan posisi tawar pembeli, segmen tertentu menjadi tidak menarik jika pembeli memiliki kekuatan posisi tawar (bargaining power) yang kuat atau semakin meningkat. Dan yang terakhir, kelima yaitu ancaman peningkatan kekuatan posisi tawar pemasok, segmen tertentu menjadi tidak menarik jika para pemasok perusahaan mampu menaikkan harga atau mengurangi kuantitas yang mereka pasok.
Industri jika dikelompokkan menurut jumlah penjual adalah sebagai berikut: monopoli murni, hanya satu perusahaan yang menyediakan produk atau jasa tertentu diwilayah tertentu. Oligopoli Murni, terdiri dari beberapa perusahaan yang memproduksi komoditas yang pada dasarnya sama. Oligopoli yang terdiferensiasi terdiri dari beberapa perusahaan yang memproduksi produk yang terdiferensiasi secara parsial (mobil, kamera), menurut lini mutu, fitur, mode atau pelayanan. Persaingan Monopolistik, banyak pesaing yang mampu mendiferensiasikan tawaran mereka secara keseluruhan atau sebagian. Persaingan Murni, banyak pesaing menawarkan produk dan jasa yang sama. Struktur persaingan industri tertentu dapat berubah dari waktu ke waktu.
Hambatan masuk yang utama menyangkut suatu perusahaan diantaranya persyaratan modal, skala ekonomis, persyaratan hak paten dan lisensi, kelangkaan lokasi, bahan baku, atau distributor, persyaratan reputasi. Bahkan setelah perusahaan masuk ke industri tertentu, ia mungkin menghadapi hambatan mobilitas sewaktu ia berusaha memasuki segmen-segmen pasar yang lebih baik. Hambatan keluar yang sering dihadapi perusahaan, seperti tanggung jawab hukum dan moral terhadap pelanggan, kreditor dan karyawan, pembatasan pemerintah, nilai sisa aset yang rendah akibat terlalu terspesialisasi atau using, kekurangan peluang alternatif, integritas vertikal yang tinggi dan hambatan yang emosional.
Setiap industri memiliki beban biaya tertentu yang banyak membentuk tindakan strateginya. Perusahaan merasa lebih bermanfaat untuk melakukan integritas kehulu atau kehilir (integrasi vertikal). Produsen besar minyak bumi melakukan eksploitasi minyak bumi, pengeboran minyak bumi, penyulingan minyak bumi, produksi bahan kimia, dan pengoperasian jasa reparasi kendaraan. Tingkat globalisasi perusahaan di industri global harus bersaing secara global, jika mereka mencapai skala ekonomis dan mengikuti kemajuan terakhir teknologi.
2.2.2                    Keunggulan Kompetitif
Keunggulan kompetitif atau keunggulan bersaing (competitive advantage) adalah kemampuan yang diperoleh melalui karakteristik dan sumber daya suatu perusahaan untuk memiliki kinerja yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan lain pada industri atau pasaryang sama. Istilah ini berasal dari judul buku Michael PorterCompetitive Advantage (1985), yang dibuat sebagai jawaban atas kritik terhadap konsep keunggulan komparatif. Porter merumuskan dua jenis keunggulan kompetitif perusahaan, yaitu biaya rendah atau diferensiasi produk.
2.2.3                    Persaingan Global dan Keunggulan Kompetitif Nasional
Semakin banyak persaingan global, semakin kritisnya persaingan global maka para pengusaha harus meningkatkan suatu produk/jasa diperusahaan tersebut agar dapat bersaing secara unggul dipasar Internasional.

BAB III
KESIMPULAN
terdapat beberapa langkah strategis yang perlu dijalankan oleh sebuah perusahaan guna dapat mencapai sasaran dan tujuan jangka panjang. Perusahaan yang ingin berkiprah sebagai salah satu pelaku usaha yang diperhitungkan keberadaannya di pasar global serta dibanggakan dalam pasar domestic maka langkah-langkah strategi yang tepat untuk diterapkan

DAFTAR PUSTAKA

Sabtu, 10 November 2018

Manajamen Pemasaran Global


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain. Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidak seimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan itu kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan. Selain itu kita juga harus memperhatikan lingkungan ekonominya, Lingkungan ekonomi adalah kondisi ekonomi di Negara tempat organisasi internasional beroperasi. Kondisi ekonomi memiliki dampak yang kuat terhadap kinerja dari setiap bisnis karena dapat mempengaruhi pendapatan atau beban dari bisnis tersebut.
Ketika perekonomian kuat, tingkat lapangan kerja tinggi, dan kompensasi yang dibayarkan kepada karyawan juga tinggi. Oleh karena orang memiliki penghasilan yang relative baik dalam kondisi ini, mereka membeli sejumlah besar produk. Perusahaan yang menghasilkan produk-produk ini memperoleh manfaat dari besarnya permintaan. Perusahaan mempekerjakan banyak karyawan untuk memastikan bahwa perusahaan dapat menghasilkan produk dalam jumlah yang mencukupi guna memenuhi permintaan. Perusahaan juga dapat membayarkan upah yang tinggi kepada karyawan.
Ketika perekonomian lemah, perusahaan cenderung memberhentikan sebagian karyawannya dan tidak mampu membayarkan upah yang tinggi. Karena orang memiliki penghasilan yang relative rendah dalam kondisi ini, maka mereka membeli produk dengan jumlah yang sedikit. Perusahaan yang menghasilkan produk-produk ini sangat terpukul karena perusahaan tidak dapat menjual seluruh produk yang dihasilkannya.
1.2  RUMUSAN MASALAH
1.      Mengidentifikasi aspek lingkungan ekonomi, pola konsumsi dan perkembangan pasarnya?
2.      Bagaimana lingkungan social dan budaya?
3.      Bagaimana lingkungan legal dan peraturan lisensi serta antitrust?




BAB II
PEMBAHASAN

2.1 MENGINDENTIFIKASIKAN ASPEK LINGKUNGAN EKONOMI, POLA KONSUMSI DAN PERKEMBANGAN
Ada beberapa aspek lingkungan ekonomi pola konsumsi dan perkembangan yaitu ekonomi dunia, sistem ekonomi, perkembangan pasar, pola konsumsi, neraca pembayaran, pola perdagangan.
1.      Ekonomi Dunia
Ekonomi dunia telah mengalami perubahan pasar sejak Perang Dunia ke-II. Mungkin perubahan yang paling besar dan mendasar adalah munculnya pasar global yang merespon peluang baru, pesaing global secara terus menerus menggantikan pesaing lokal. Bersamaan dengan itu, integrasi ekonomi dunia meningkat secara signifikan. Integrasi ekonomi meningkat 10 persen di awal abad 20 menjadi kira-kira 50 persen sekarang ini. Integrasi ini secara khusus terjadi di dua wilayah, Uni Eropa (sebelumnya masyarakat Ekonomi Eropa) dan NAFTA.
Dalam dekade yang lalu, terdapat beberapa perubahan besar dalam dunia ekonomi yang memegang implikasi penting terhadap bisnis. Kemungkinan suksesnya suatu bisnis lebih besar bila perencanaan dan strategi didasarkan pada realitas baru dari perubahan ekonomi dunia :
Ø  Perpindahan modal menjadi daya penggerak ekonomi dunia, bukan lagi perdagangan
Ø  Produksi telah “terlepas” dari tingkat orang yang bekerja. Ekonomi makro mendominasi keadaan
Ø  Ekonomi dunia Negara tidak lagi mengendalikan hasil ekonomi
Ø  Pertentangan selama 75 tahun antara kapitalisme dan sosialisme telah berakhir.
Sering kali melakukan perubahan-perubahan dari tahun ketahun yang diantaranya:
·         Perubahan yang pertama adalah meningkatnya volume perpindahan modal yang berarti nilai dolar diperdagangan dunia belum pernah lebih besar daripada yang terjadi sekarang.
·         Perubahan yang kedua adalah perhatian akan hubungan antara produktifitas dan pekerja. Walaupun peresentase penduduk yang bekerja dibidang manufaktur jumlahnya tetap atau menurun, produksi terus meningkat.
·         Perubahan ketiga yaitu munculnya ekonomi dunia sebagai unit ekonomi yang dominan. Eksekutif perusahaan dan pimpinan nasional yang mengetahui hal ini mempunyai peluang terbesar untuk sukses.
·         Dan perubahan terakhir adalah berakhirnya “Perang Dingin”. Komunisme sebagai system ekonomi dan politik telah terguling oleh sukses dari sistem pasar kapitalis. Karena prestasi kerja yang jauh lebih baik pasar ekonomi dunia telah menyebabkan Negara-negara sosialis memungkiri ideology mereka.
2.      Sistem ekonomi
Di dunia ini terdapat tiga jenis sistem ekonomi, yaitu kapitalis, sosialis, dan campuran. Klasifikasi ini didasarkan pada metode mengalokasikan sumber daya dalam sistem, yang masing-masing berupa alokasi pasar, alokasi berdasarkan perintah atau rencana sentral dan alokasi campuran.
a.       Alokasi pasar adalah sistem yang mengandalkan pada konsumen untuk mengalokasikan sumber daya.
b.      Alokasi berdasarkan perintah. Dalam sistem alokasi perintah,  pemerintah mempunyai kekuasaan untuk melayani masyarakat. Hal ini termasuk keputusan produk mana yang harus dibuat dan cara membuatnya.
c.       Alokasi campuran. sebenarnya tidak ada sistem alokasi pasar atau perintah yang murni di antara perekonomian dunia. Semua sistem pasar mempunyai sektor perintah, dan semua sistem perintah mempunyai sektor pasar; dengan kata lain, mereka “campuran” Sektor alokasi perintah aalah proporsi produk domestik bruto yang dikenai pajak dibelanjakan oleh pemerintah.
3.      Perkembangan pasar
Pasar Negara global berada dalam tahap perkembangan yang berbeda. PNB per kapita merupakan dasar segmentasi demografi yang berguna. Dengan dasar ini kita telah membagi pasar global menjadi empat kategori. Walaupun definisi pendapatan untuk masing-masing tahap masih diperdebatkan, Negara-negara yang berada dalam keempat kategori itu mempunyai karakteristik yang serupa, sehingga tahap-tahap tadi memberikan dasar yang bermanfaat untuk melakukan segmentasi global dan menemukan sasaran pemasaran.
1)      Negara yang berpenghasilan rendah
Negara berpenghasilan rendah, juga dikenal sebagai Negara perindustri, adalah Negara-negara yang mempunyai pendapatan kurang dari $766 per kapita. Karakteristik yang dimiliki oleh Negara dengan tingkat penghasilan ini adalah sebagai berikut:
·         Industrialisasi terbatas dan persentase tinggi penduduk dengan pekerjaan di bidang pertanian dan hidup minimal dari pertanian
·         Tingkat kelahiran tinggi
·         Tingkat buta huruf tinggi
·         Amat bergantung pada bantuan luar negeri
·         Politik tidak stabil dan banyaak gejolak
·         Terkonsentrasi di Afrika, sebelah selatan Sahara
Dan itu menunjukan keterbatasan Negara-negara ini sebagai pasar untuk segala macam produk, dan bukan lokasi yang signifikan. Tetapi ada pengecualian, contohnya di Bangladesh, di mana pendapatan per kapita sekitar $250, pertumbuhan industry pakaian telah menunjukan perkembangan ekspor. Nilai dolar dari pakaian jadi di ekspor melampaui nilai rami,the, dan hasil produksi pertanian lain yang diekspor.
2)      Negara berpenghasilan menengah bawah
Bahwa Negara berpenghasilan menengah bawah, juga dikenal sebagai Negara berkembang, adalah Negara-negara yang mempunyai PNB lebih dari $788 dan kurang dari $3.036 per kapita. Negara ini berada dalam tahap awal industrialisasi. Berbagai pabrik dibangun untuk memasok pasar domestik yang tumbuh dengan barang-barang seperti sandang, batere, ban, bahan bangunan, dan pangan dalam kemasan. Negara-negara ini juga merupakan lokasi untuk memproduksi produk standar dan sudah mencapai  tahap dewasa seperti pakaian untuk pasar ekspor.Pasar konsumen di Negara-negara ini terus meluas. Indonesia, negara non-komunis terbesar di Asia Tenggara merupakan contoh baik dari sebuah negara berkembang yang sedang bergerak: Pendapatan per kapita meningkat dari $250 di tahun 1985 menjadi lebih dari $1.100 di tahun 1997. Beberapa pabrik di sana memproduksi sepatu Olahraga dibawah kontrak  nike.
3)      Negara berpenghasilan menengah atas
Dikenal juga sebagai Negara industry baruadalah Negara mempunyai PNB antara $3.035 dan $9.386 per kapita. Didalam Negara ini persentase populasi yang terlibat dalam pertanian menurun tajam karena penduduk pindahdari sector pertanian ke industro dan tingkat urbanisasi meningkat. Banyak, Negara dalam tahap ini melakukan industrilisasi cepat, contoh Malaysia.
4)      Negara berpenghasilan tinggi
Negara berpenghasilan tinggi, juga dikenal sebagai negara maju, industri, pasca industri atau Dunia Pertama, adalah negara-negara yang mempunyai PNB di atas $9.386 per kapita.Dengan perkecualian beberapa negara kaya minyak, negara dalam kategori mencapai tingkat penghasilan sekarang lewat proses pertumbuhan ekonomi yang dapat dipertahankan. Istilah negara pasca industri pertama kali diajukan oleh Daniel Bell dari Harvard untuk menjelaskan Negara-negara seperti Amerika Serikat, Swedia, dan Jepang serta negara maju lainnya, dengan pendapatan masyarakat yang tinggi
4.      Pola konsumsi
Tergantung pada sofistikasi sistem pengumpulan data sebuah negara, data ekonomi tentang pola konsumsi dapat diperoleh dan dianalisis. Bagian dari pendapatan yang dibelanjakan untuk berbagai kebutuhan pokok akan memberikan suatu indikasi atas tingkat perkembangan pasara dan juga aproksi-aproksi seberapa banyak uang konsumen yang tersisa untuk berbagai pembelian lainnya.
5.      Neraca pembayaran
Neraca pembayaran merupakan suatu ikhtisar yang meringkas transaksi – transaksi antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain selama jangka waktu tertentu (biasanya 1 tahun ). Neraca pembayaran mencakup pembelian dan penjualan barang dan jasa, hibah dari individu dan pemerintah asing, dan transaksi finansial. Umumnya neraca pembayaran terbagi atas neraca transaksi berjalan dan neraca lalu lintas modal dan finansial, dan item item finansial. Dan untuk menyusun neraca pembayaran luar negeri atau neraca pembayaran internasional, perlu dibedakan antara transaksi debit dengan transaksi kredit.
1.      Transaksi Debit adalah transaksi yang menimbulkan bertambahnya kewajiban bagi   penduduk negara yang mempunyai neraca pembayaran tersebut untuk mengadakan pembayaran kepada penduduk negara lain.
2.      Transaksi Kredit adalah transaksi yang menimbulkan bertambahnya hak bagi penduduk yang mempunyai neraca pembayaran tersebut untuk menerima pembayaran dari negara lain.
6.      Pola perdagangan
Para Ekonom tak dapat membahas dampak perdagangan internasional atau menyarankan perubahan kebijakan pemerintah mengenai perdagangan dengan meyakinkan kecuali kalau mereka mengetahui bahwa teori mereka cukup memadai untuk menjelaskan perdagangan internasional yang diamati dari kondisi nyata. karenanya, upaya-upaya dalam menjelaskan pola perdagangan internasional- siapa menjual apa kepada siapa — telah merupakan sesuatu yang menarik perhatian di kalangan ahli ekonomi internasional.
Dalam perdagangan internasional mempunyai banyak aturan yang diterapkan sebelum mengunyah di perdagngan internasional, maka kita harus tahu apa :
·         Motif dari perdagangan internasional.
·         Fungsi perdagangan internasional.
·         Timbulnya perdagangan internasional.
·         Faktor-faktor yang mendorong terjadinya perdagangan internasional.
·         Manfaat perdagangan internasional.
·         Macam-macam perdagangan internasional.
·         Teori perdagangan internasional.

2.2              LINGKUNGAN SOSIAL DAN BUDAYA
Lingkungan sosial budaya merupakan bagian dari lingkungan hidup. Berbagai macam definisi dimunculkan menurut beberapa pakar lingkungan hidup. Lingkungan sosial budaya adalah lingkungan atau tempat manusia berkumpul menjalankan hidup bersosialisasi dan dalam lingkup berbudaya sesuai daerah masing-masing yang menjadi ciri khasnya. Lingkungan sosial budaya menggabungkan antara hidup sosial antar manusia dan budaya masyarakat secara turun-temurun baik itu budaya timur maupun budaya barat sejak manusia lahir di muka bumi ini. Kultur budaya yang dilahirkan atau diciptakan menyatukan pola pikir manusia. Teknologi yang semakin berkembang di jaman modern ini tak luput terlibat dalam lingkungan hidup. Pencampuran kebudayaan yang saling mengisi dapat mempererat hubungan lingkungan sosial budaya dan teknologi.
1.      Aspek dasar budaya
Bagi ahli antropologi dan sosiologi, budaya adalah “cara hidup” yang dibentuk oleh sekelompok manusia yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Budaya termasuk kesadaran dan ketidaksadaran akan nilai, ide, sikap, dan simbol yang membentuk perilaku manusia dan diteruskan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Seperti didefinisikan oleh seorang ahli antropologi organisasi Geert Hofstede, budaya adalah “tatanan kolektif dari pikiran yang membedakan anggota tersebut dari satu kategori orang dengan orang lainnya.”
-        Pandangan Ahli Antropologi
Seperti diutarakan oleh Ruth Benedict dalam karya klasiknya berjudul The Chrysanthemum and the Sword, tidak peduli betapa aneh tindakan atau pendapat seseorang , cara seseorang berpikir, merasa, dan bertindak mempunyai hubungan dengan pengalamannnya di dunia ini. Tidak masalah jika tindakan dan opini dirasakan sebagai gagasan yang aneh oleh orang lain. Pemasar global yang berhasil harus memahami pengalaman manusia dari sudut pandang lokal dan menjadi orang dalam melalui proses empati budaya.
-        Budaya Konteks Tinggi dan Rendah
Edward T. Hall menyarankan konsep konteks tinggi dan rendah sebagai salah satu cara untuk memahami orientasi budaya yang berbeda. Dalam budaya konteks rendah, pesan nyata; kata-kata membawa sebagian besar informasi dalam komunikasi. Dalam budaya konteks tinggi, tidak terlalu banyak informasi berada dalam pesan verbal. Jepang, Saudi Arabia, dan budaya konteks tinggi lainnya sangat menekankan pada nilai dan posisi atau kedudukan seseorang di masyarakat. Dalam budaya ini, pinjaman dari bank lebih mungkin didasarkan pada siapa Anda daripada analisis formal laporan keuangan. Dalam budaya konteks rendah seperti Amerika Serikat, Swis, atau Jerman, persetujuan dibuat dengan informasi yang jauh lebih sedikit mengenai karakter, latar belakang, dan nilai-nilai. Keputusan lebih didasarkan pada fakta dan angka dalam permintaan pinjaman.
-        Komunikasi dan Negosiasi
Jika bahasa dan budaya berubah, ada tantangan tambahan dalam komunikasi. Misalnya, “ya” dan “tidak” dipergunakan dengan cara yang berbeda antara Negara Jepang dan Negara barat. Hal ini menyebabkan kebingungan dan kesalahpahaman. Dalam bahasa inggris jawaban “ya” atau “tidak” atas sebuah pertanyaan didasarkan pada apakah jawabannya mengiyakan atau menolak. Dalam bahasa Jepang, tidak demikian. Jawaban “ya” atau “tidak” dapat dipergunakan untuk jawaban yang membenarkan atau menolak pertanyaan tadi.
-        Perilaku Sosial
Ada sejumlah perilaku sosial dan sebutan yang mempunyai arti yang berbeda-beda di dalam budaya lain. Sebagai contoh, orang Amerika umumnya menganggap tidak sopan jika makanan di atas piring membubung, membuat keributan ketika sedang makan, dan bersendawa. Namun sejumlah masyarakat Cina merasa bahwa merupakan hal yang sopan jika mengambil setiap porsi makanan yang dihidangkan dan menunjukkan kepuasannya dengan bersendawa.
Perilaku sosial lainnya, jika tidak diketahui, akan merugikan bagi pelancong internasional. Sebagai contoh, di Arab Saudi, merupakan penghinaan jika menanyakan kepada pemilik rumah tentang kesehatan suami/istri.
-        Sosialisasi Antar-Budaya
Memahami suatu budaya berarti memahami kebiasaan, tindakan, dan alasan-alasan di balik perilaku-perilaku yang ada. Sebagai contoh, di Amerika Serikat, bak mandi dan toilet mungkin berada dalam ruang yang sama. Orang Amerika mengasumsikan bahwa ini adalah norma yang berlaku di dunia. Namun, dalam beberapa budaya seperti Jepang, menganggap itu tidak higienis. Bahkan budaya lain menganggap duduk di atas toilet duduk itu tidak higienis. Di banyak budaya, penggunaan tisu toilet bukanlah norma mereka.
Faktor budaya merupakan tantangan bagi pemasar global karena semua ini tidak mudah dilihat.
2.      Analisis factor budaya
LINGKUNGAN SOSIAL DAN BUDAYA : PENGARUH PEMASARAN PRODUK INDUSTRI
Pengamatan dan studi menunjukkan bahwa tanpa tergantung pada kelas sosial dan pendapatan, budaya mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perilaku konsumsi, penggunaan media, dan kepemilikan barang yang tahan lama. Produk konsumen mungkin lebih peka terhadap perbedaan budaya daripada produk industri.

2.3              LINGKUNGAN LOYAL DAN PERATURAN LISENSI, ANTITRUST
Aktivitas pemasaran global mengambil tempat dalam lingkungan politik institusi pemerintah, partai politik, dan organisasi melalui orang-orang dan aturan negara dengan menggunakan kekuatan. Setiap peerusahaan yang menjalankan bisnis diluar negara asalnya harus hati-hati  mempelajari srtuktur pemerintahan di negara yang menjadi sasarannya dan menganalisis isu-isu yang menyolok yang timbul dari lingkungan politik. Hal ini termasuk sikap pemerintah terhadap kedaulatan, resiko politik, pajak, ancaman pencairan saham, dan penyitaan.
-        Hukum Internasional
Hukum internasional dapat didefinisikan sebagai peraturan dan prinsip yang dipandang mengikat oleh berbagai negara dan bangsa. Ada dua kategori hukum internasional: hukum publik atau hukum internasional dan hukum perdagangan internasional. Hukum internasional menyangkut bidang perdagangan dan bidang lain yang secara tradisional berada di bawah yuridiksi dari masing-masing bangsa. Hukum inetrnasional awalnya mengenai pernyataan perang, menetapkan perdamaian, dan isu politik yang lain seperti pengakuan pengakuan diplomatik atas kesatuan negara dan pemerintah yang baru.
Pembuatan hukum yang mengatur perdagangan dilakukan atas dasar hubungan bilateral yang dikembangkan kedalam apa yang disebut dalam terminologi undang-undang perdagangan. Hukum internasional masih mempunyai fungsi penegak peraturan, meskipun dalam pengertian yang lebih luas ketimbang masalah-masalah yang dihadapi yang timbul akibat peperangan. Pertama, hukum internasional pada dasarnya merupakan campuran dari fakta, perjanjian, kode, dan kesepakatan. Karena perdagangan diantara negara-negara terus berkembang, aturan dalam urusan perdagangan diasumsikan mengalami peningkatan yang penting.
-        Mengelakan Permasalahan Hukum: Isu Bisnis yang Penting
Lingkungan global sangat dinamis dan kompleks. Cara terbaik adalah meminta bantuan kepada pakar hukum. Pemasar yang cerdik dan proaktif dapat berbuat banyak untuk mencegah situasi yang menimbulkan konflik, khususnya isu yang menyangkut pendirian, yuridiksi, paten dan merek dagang, antitrust, lisensi dan rahasia dagang, serta penyuapan.
a.       Pendirian
Untuk menjalankan bisnis, warga negara dari sebuah negara harus mendapat jaminan bahwa mereka akan diperlakukan secara adil dinegara lain. Perjanjian perdagangan memberikan hak istimewa untuk terlibat dalam kegiatan bisnis di negara lain selain negaranya sendiri. Hal ini dapat menciptakan masalah bagi manajer bisnis yang mungkin masih di bawah hukum kekuasaan mereka ketika mereka keluar dari negara asalnya.
b.      Yuridiksi
Karyawan perusahaan yang bekerja diluar negeri seharusnya memahami segala hal yang menyangkut yuridiksi dari sistem peradilan negara setempat. Perusahaan asing yang beroperasi di Amerika Serikat harus memahami bahwa pengadilan memiliki yuridiksi terhadap tingkat dimana perusahaan tersebut dapat ditunjuk untuk “menjalankan bisnis” di negara bagian tempat pengadilan itu berada. Pengadilan dapat memeriksa apakah perusahaan asing itu mempunyai kantor, menjalankan bisnis, mempunyai rekening bank atau properti lainnya, atau mempunyai mempunyai agen atau karyawan lainnya di negara tersebut yang bermasalah.
c.       Hak Intelektual: Paten dan merek dagang
Hak paten dan merek dagang yang dilindungi di satu negara belum tentu dilindungi dinegara lain, jadi pemasar global harus memastikan bahwa hak paten dan merek dagangnya didaftarkan disetiap negara dimana bisnis mereka berada. Planggaran merek dagang dan hak cipta merupakan persoalan kritis di dalam pemasaran global dan hal itu dapat dalam bragam bentuk yaitu pemalsuan, peniruan dan pembajakan.
d.      Antitrust
Undang-undang antitrust dirancang untuk melawan praktik bisnis terbatas di Amerika Serikat dan mendorong persaingan. Undang-undang ini merupakan warisan dari “Zaman Krisis Kepercayaan” di abad ke 19 di A.S. dan ditujukan untuk memperbaiki persaingan bebas dengan membatasi konsentrasi kekuatan ekonomi.
1.      Lisensi dan Rahasia Dagang
Lisensi merupakan perjanjian kontraktual dimana lisensor mengizinkan pemegang lisensi untuk menggunakan hak paten, merek dagang, rahasia dagang, teknologi atau aset tak berwujud lainnya sebagai ganti atas pembayaran royalti atau bentuk kompensasi lainnya. Pertimbangan penting dalam memberikan lisensi termasuk analisis mengenai aset apa yang akan ditawarkan perusahaan untuk dilisensi, berapa harga aset tersebut, apakah hanya diberikan hak untuk membuat produk atau memberikan hak untuk menggunakan dan menjual produknya juga. Hak untuk memberikan su lisensi merupakan isu penting lainnya. Seperti halnya dengan persetujuan distribusi, keputusan juga harus dibuat untuk hal-hal yang menyangkut pengaturan eksklusif atau noneksklusif dan besarnya kewenangan penerima lisensi.
Rahasia dagang merupakan informasi atau pengetahuan rahasia yang mempunyai nilai komersial, yang berada dalam lindungan hak cipta dan untuk itu dibuat langkah-langkah untuk menjaga kerahasiaannya. Rahasia dagang termasuk proses manufakturing, formula, rancangan, dan daftar pelanggan. Untuk melindungi penyingkapannya, lisensi rahasia dagang yang tidak dipatenkan harus dihubungkan dengan kontrak rahasia dengan setiap karyawan yang mempunyai akses ke infformasi yang dilindungi itu.
e.       Suap dan Korupsi
Di era pasca soviet, perusahaan-perusahaan barat kembali tergoda dengan munculnya peluang di Eropa Timur. Di sini, seperti di Timur Tengah dan bagian-bagian lainnya di dunia ini, perusahan barat tersbut menemukan bahwa suap merupakan suatu cara hidup dan korupsi menyebar luas. Kenyataan bahwa tindakan penyuapan yang terjadi di pasar dunia tidak akan berubah hanya dalam waktu semalam karena hal itu tidak dibenarkan oleh pemeintah. Ada tiga alternatif yang dapat dilakukan perusahaan jhika pesaing menawarkan suap. Pertama adalah  mengabaikan penyuapan dan bertindak seolah-olah hal itu tidak ada. Kedua adalah mengakui adaya penyuapan dan mengevaluasi pengaruhnya kepada keputusan pembelian pelanggan seolah-olah penyuapan itu merupakan unsur lain dari bauran pemasaran. Ketiga adalah mengatakan kepada pesaing bahwa anda bermaksud untuk mengajukan tuduhan penyuapan dinegara asalnya.
Lingkungan Pengaturan
Lembaga pengatur dalam pemasaran global terdiri dari beragam agensi, baik dari pihak pemerintah maupun yang non-pemerintah, yang menjalankan undang-undang atau menetapkan garis pedoman untuk memimpin bisnis. Sejumlah lembaga agensi yang ditujukan untuk permasalahan pemasaran yang sangat luas, termasuk hal-hal: pengendalian harga, penetapan nilai ekspor dan impor, praktik perdagangan, pemberian label, pengaturan makanan dan obat-obatan, kondisi tenaga kerja, tawar-menawar kolektif, isi iklan, praktik persaingan, dan lain sebagainya. Keputusan IEOs ( International Economic Organizations) mengikat dan dijalankan oleh negara yang menjadi anggotanya. Pengaruh agensi pengatur itu dapat meresap, dan pemahaman atas cara operasinya sangat diperlukan untuk melindungi kepentingan bisnis dan memajukan program-program baru.
a.       Organisasi Ekonomi Regional: Contoh Uni Eropa
Pengadilan peradilan Eropa yang berbasis di Luksemburg, mendengarkan perselisihan yang terjadi diantara 15 negara Uni Eropa yang menjadi anggotanya atas permasalahan perdagangan seperti merger, monopoli, dan hambatan perdagangan. Pengailan itu juga berwenang untuk memecahkan konflik antara undang-undang nasional dan undang-undang Uni Eropa, yang dikebanyakan kasus akhirnya menggambarkan undang-undang nasional dari masing-masing negara Eropa. Pemasar harus selalu waspada sehingga undang-undang nasional harus selalu dikonsultasikan. Undang-undang nasional mungkin lebih ketat dibanding undang-undang komunitas khususnya di dalam bidang-bidang tertentu seperti persaingan dan antitrust. Tujuannya adalah untuk menghasilkan standar hukum minimum dari beberapa negara anggota yang sebelumnya lebih bebas. Namun hal ini mungkin tidak mencegah posisi yang lebih ketat dalam beberapa hukum nasional.
b.      Organisasi Perdagangan Dunia
Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization – WTO, sebelumnya GATT) merupakan badan pengatur dengan pengaruh yang sangat luas dalam kegiatan pemasaran global. Lebih dari 120 pemerintah negara yang menandatangani perjanjian GATT dalam usaha untuk menciptakan hubungan perdagangan internasional yang teratur dan dapat diprediksi. Terdapat tiga prinsip dasar dalam GATT. Pertama mengacu padanondiskriminasi: Setip negara anggota harus memperlakukan perdagangan dari semua negara anggota dengan cara yang sama. Kedua adalah Pasar Terbuka yang didorong oleh GATT lewat larangan segala bentuk proteksi kecuali bentuk bea-cukai. Ketiga adalahPerdagangan Yang Adil yang melarang subsidi ekspor atas produk manufaktur dan membatasi penggunaan subsidi ekspor untuk produk primer. Dalam kenyataanya, tak satupun prinsip-prinsip ini ynag diwujudkan sepenuhnya, meskipun banyak kemajuan yang telah dilakukan . Penghalang non-tarif, proteksi atas hak kepemilikan intelektual, dan subsidi pemerintah tetap menjadi batu sandungan besar.
Kasus pengembangan pariwisata asia timur
a.       Heritage Vs Modernisasi n globalisasi
WTO membagi Asia Timur dan Pasifik kedalam Asia Timur Laut, Asia Timur, dan Oceania. Negara-negara ini membagi wilayah Asia dengan kesamaan dan perbedaannya sebagai suatu destinasi wisata.
            Secara statistik, Negara China sekarang ini mendominasi perkembangan industri pariwisata dan Asia pasifik mempunyai jumlah yang lebih banyak dari wilayah Asia Tenggara. Asia Timur mempunyai jumlah kedatangan wisatawan yang meningkat 14,6% di tahun 1999, dari jumlah yang sebelumnya yaitu 9,5% di tahun 1985. wisata outbond juga mempunyai kemajuan sebanyak 15% dari total dunia dan tercatat sebagai pertumbuhan global tertinggi. Hal ini dicatat oleh WTO pada tahun 2000.
Sebagian dari turis menghabiskan waktu di Asia dan didukung oleh fasilitas pariwisata yang baik, sehingga dapat menaikkan kondisi ekonomi. Asia Timur dapat memikat turis dengan menawarkanpopularitas dan atraksi yang menarik. Bagaimanapun juga, tingkat kunjungan turis inbound rendah di beberapa Negara. Hal ini disebabkan oleh kurang mengeksplorasi kesempatan. Di beberapa kasus, ada banyak penghalang yang berasal dari Negara itu sendiri. Sebelum mereka menyadari potensi yang ada, proses ini bergantung pada perubahan kondisi ekonomi, politik, dan lingkungan sosial.
b.      Trend dalam atraksi wisata
Daya tarik yang dimiliki oleh Asia Timur merupakan daya tarik alam dan budaya heritage. Daya tarik alam yang dimiliki berupa iklim, pantai, pulau, hutan, pemandangan, tumbuhan dan kehidupan binatang. Atraksi budaya yang dimiliki berupa bangunan bersejarah, historical sites, festival, pakaian tradisional, kebiasaan, seni, dan kerajinan. Tetapi hal itu tidak mengakibatkan atraksi lain seperti mall, event, taman hiburan, resort, dan kasino menjadi sepi. Begitu juga dengan wisata olahraga tetap menjadi hiburan yang menarik. sex tourism tidak dapat dipungkiri juga menjadi daya tarik wisata di Negara-negara tertentu. Atraksi wisata tidak hanya dapat ditemukan didaerah pantai dan pedesaan saja, dapat juga ditemukan di daerah metropolitan.
Taman hiburan merupakan atraksi yang menarik dan memiliki ciri dari wahananya. Taman hiburan menjadbagian dari pertumbuhan industri hiburan yang didasarkan pada permintaan atas produk hiburan. Investasi banyak dilakukan oleh Negara-negara Eropa dan Amerika untuk wilayah Asia dan Pasifik dimana industri di Jepang sudah cukup maju.
Dari sekitar 20 taman hiburan di dunia pada tahun 1999, Disneyland Tokyo memiliki tingkat kunjungan tertinggi yaitu lebih dari17,45 juta wisatawan. Tiga buah taman hiburan lain di Jepang juga masuk dalam daftar tersebut. Pada saat ini terdapat 30 taman hiburan yang memiliki tingkat kunjungan sebesar 1 juta wisatawan, dan 30 lainnya mempunyai tingkat kunjungan sekitar 500 ribu sampai 1 juta pengunjung. Taman hiburan ini terletak di sekitar kota Tokyo, setelah opening taman-taman hiburan tersebut di tahun 1983, mengakibatkan investasi skala besar, periundangan, dan kenaikan pendapatan.
Pertumbuhan ekonomi di Jepang sangat dipengaruhi oleh berdirinya taman hiburan tersebut. Meskipun terdapat permasalahan dalam hal manajemennya, tetapi konsep dari taman hiburan tersebut dapat memperbaiki popularitasnya.
Universal study membuka taman hiburannya yang pertama berada diluar USA, yaitu di Osaka pada tahun 2001, bersamaan dengan beroperasinya Disneysea di Tokyo. Selain itu investasi besar juga direncanakan untuk China, Taiwan, dan Korea selatan dimana terdapat 2 taman hiburan ternama di dunia.
Atraksi modern lainnya juga terdapat di Asia Timur, yaitu Mixed Retail, hiburan lain yang juga terdapat contohnya COEX Plasa di Korea Selatan, dengan ibukota Seoul, disini terdapat Aquarium, Multiplex, dan retail yang luasnya mencapai 95.000 meter persegi. Trend ini mencakup luasnya, fasilitas pendukung, yang berhubungan dengan teknologi dan komponen-komponen dari retail, serta memiliki tempat di sepanjang atraksi alam, budaya, dan sejarah.
Destinasi di Asia Timur yang memiliki berbagai atraksi untuk pasar excusionis, turis domestic, dan wisatawan Asia dan Negara barat, dimana masing-masing memiliki kebutuhan dan ekspetasinya masing-masing. Apa yang menjadi nilai bagi atraksi  tersebut tergantung dari intrepretasi dan persepsi dari masing-masing turis, baik individu maupun grup.
Perbedaan budaya menjadi tolak ukur bagi kualitas suatu atraksi. Contohnya, orang-orang Negara barat lebih menyukai keromantisan dan lebih idealisterhadap keorientalan dan lingkungannya. Yang disuguhkan pada mereka dalam bentuk keeksotisan dan misterius dalam imej promosi dan pekerjanya oleh industri pariwisata. Untuk memanfaatkan keragaman pasar dan produk, perbedaannya budaya telah dimanfaatkan oleh banyak organisasi pariwisata nasional. Contohnya, Tourism Authority Of Thailand telah berpindah dari mass marketing dan sekarang ini focus pada atraksi yang berupa makanan, belanja, kesehatan, sejarah, olahraga, budaya, dan bisnis travel. Negara lain seperti Kamboja dan Mongolia lebih berfokus pada satu atribut. Ekowisata yang menggabungkan alam dan dimensi satu social, lebih banyak dikembangkan seperti wisata heritage.
Kompleksitas antara sejarah dan wisata merupakan subjek yang banyak diperdebatkan. Heritage mempunyai dua fungsi, yaitu sebagai atraksi wisata dan sebagai alat untuk membentuk nasionalitas dan mengekspresikan identitas, menjadikan kondisi politik dan social sebagai nilai ekonomi yang akan menambah pendapatan dan mengurangi pengangguran. Banyak komentator yang mengkritisi eksploitasi pada heritage oleh industri pariwisata dan kebijakan pemerintah. Selain untuk atraksi wisata, tetapi juga harus dihargai sebagai perlindungan terhadap sejarah dan konservasi. Hal tersebut berhubungan dengan Negara yang yang baru saja merdeka dan pembentukan koloni, atau selama perubahan waktu dan ketidakpastian. Ini merupakan karakteristik dari banyak Negara di Asia. Hongkong dan Singapura merupakan Negara pemimpin wisata heritage, khususnya dalam marketing dan planningnya. Hongkong menjadi Special Administrative Region (SAR) bagi orang-orang komunis di China pada tahun 1997, setelah 150 tahun dijajah Inggris, sementara populasi multiracial di Singapura mendapat kemerdekaannya pada tahun 1965. hal ini menjadi pertanyaan bagi pemerintah dan masyarakat mengenai arti dari identitas dan heritagenya.
c.       Perencanaan strategi, identitas dan atraksi warisan (Heritage)
Hongkong dan Singapore adalah daerah tujuan wisata internasional yang sangat sukses, dimana keduanya memiliki rencana strategi dengan tujuan yang sama yaitu menjadi kota tujuan wisata internasional yang berprinsip. Rencana ini mengharuskan memperkuat kekuatan yang dimiliki saat ini, memikirkan produk yang inovatif dan memperluas pendekatan pasar dengan memasukan atraksi baru dan mengembangkan yang telah ada. Warisan memilki sebuah kontribusi penting untuk merealisasikan hasil sasaran, dan telah diberikan prioritas yang tinggi oleh komisi pariwisata hongkong (HKTC). Bangunan dan sejarah dan situs arkeoligikal dengan pariwisata yang potensial telah teridentifikasi, dan pemeliharaan tradisi yang penuh warna didukung dengan sebuah kekuatan wisata heritage yang baru saja di format. Pendekatan heritage dan budaya tradisional yang telah sama-sama diketahui di Singapore, dan rencana terbaru yang mengusulkan cluster heritage  yang spesifik dan atraksi budaya sebagaimana pengembangan zona yang pantas. Tema area etnik Chinatown saat ini merupakan langkah-langkah yang sedang dilaksanakan.
wisata honggkong menawarkan serangkaian warisan  yang dibangun pada jaman kerajaan Cina dan koloni  Inggris seperti halnya situs kesejarahan, warisan jalanan dan tradisi dan kebiasaan. Singapore, juga mengiklankan warisan fisik dari monumen, bangunan, dan situs. Kebanyakan berasal dari periode colonial, tetapi arsitektur pribumi dan penjelmaan dari warisan etnik juga ditonjolkan. Keduanya memiliki museum yang bervariasi dan gtaleri yang dibagi-bagi sesuai dengan aspek sejarah dan budayanya.
Dalam penambahan keuntungan komersil, terdapat pertimbangan sosial-politik untuk mempertimbangkan mengenai wisata heritage. pemerintah kolonial di hongkong, beraksi melalui barang-barang dari zaman kuno dan kantor monument, yang khususnya telah aktif pada masa sebelum peralihan. Banyak monument yang terdaftar  telah disetujui oleh pemerintah pada tahun 1980 dan pertengahan 1990, dan sebuah kepercayaan warisan yang telah  dibentuk pada 1992 untuk meningkatkan kesadaran dan bantuan masyarakat mengorganisasi proyek heritage ini. Rezim inggris membangun pusat kebudayaan hongkong pada tahun 1989, sebuah tempat seni di desain menyolok di tepi pantai, dan bertanggung jawab untuk beberapa musium baru. Aksi ini dapat dijelaskan dalam istilah penyataan sebuah identitas honggkong yang terpisah.  Dan warisan untuk membantu wilayah itu mempertahankan ciri khas nya dan mempertahankan agar tetap utuh dengan status china yang lebih luas.
Cara berpendirian pemerintah yang baru adalah salah satu factor pendorong berkelanjutan untuk heritage dengan  penekanan pada sejarah panjang China Hongkong yang berhubungan dengan prestasi masa kini dan ambisi dimasa depan. Musium sejarah hongkong dibuka kempali pada lokasi yang diperbesar pada ahun 2000, ketika sebuah musium heritage Hongkong yang ditemukan bersama  sebuah rekonstruksi baru biara dinasti Tang yang memperlihatkan jalur keluarga cina orang hongkong. Banyak atraksi yang dapat dilihat sebagai perwujudan asal yang umum dan tujuan cina dan hongkong. Aturan inggris yang dilukiskan sebagai sebuah interupsi temporary, dan sejarah merekamnya sebagai sesuatu yang patut dikenang dan “bayangan inggris” pada asosiasi pariwisata hongkong. Dengan begitu situs heritage dapat menjadi cara untuk menyampaikan pesan tentang konstruksi identitas yang formal. 
Selain modernisasi, tugas pemerintah Singapore yang juga sama beratnya adalah mengharmonisasi pembangunan dengan multicultural yang dimiliki orang Singapore walaupun 75% dari populasi merupakan mayoritas etnic china, tetapi pemerintahpun harus memperhatikan etnic lain seperti malay, india, dan lainnya. Kebijakan ini tercermin dalam perilaku perawatan warisan bangunan sebagai peralihan Singapore dari Negara jajahan ke status modern yang dilakukan untuk menghormati masa lalu.
d.      Atraksi Yang Lebih Modern
Heritage dan identitas juga dipengaruhi oleh globalisasi dan berhubungan dg perubahan sosial, yang sering mendorong homogenitas budaya. Hong Kong Dan Singapore menunjukan tanda dari banyak internationalisasi, tetapi mereka mempunyai sejarah yang menjelaskan pengaruh luar dan suatu kultur ambivalen yang telah muncul, yang mana bukan secara keseluruhan Asia Maupun Barat. barangkali Ada suatu interaksi tetap internasional, nasional, kesukuan ( di dalam kasus Singapura) dan lokal ( di dalam kasus Hongkong) Lapisan identitas, yang lebih lanjut mempersulit penyelidikan itu.
Untuk masa depan, atraksi modern merupakan pusat dari perencanaan strategi yang dimiliki Hongkong dan Singapure, melebihi wisata heritage sebagai arti pentingnya jika diukur oleh tingkat nyata dan perencanaan investasi. Hongkong membuat proyek penyediaan fasilitas berskala besar, HKTC merekomendasikan sebuah terminal untuk kapal pesiar, pusat konfrensi dan pameran yang lain, dan pusat pertunjukan kesenian dan stadion serbaguna. Persetujuan inovasi ini telah dilakukan di Hongkong Disneyland, sebuah taman daratan dan perluasan ke taman samudra. Di bawah tinjauan ulang adalah dua sistem kereta kabel yang menghubungkan lokasi atraksi, sebu7ah dermaga nelayan dengan gaya san fransisco dan sebuah koridor hiburan di Lantau Island. Kesanggupan pemerintah untuk mengembangkan pariwisata berskala besar dengan dukungan keuangan untuk Disneyland hongkong.
1.       Hongkong Disneyland
Pemerintah hongkong dan perusahaan Walt Disney membentuk kerjasama spekulasi perusahaan yang bernama Hongkong internasional theme park Ltd untuk membangun dan mengoperasikan taman ini. Taman ini akan mengunakan gaya Disney Amerika yang tradisional, dan pengaruh Chinese seperti pada makanan dan bahasa yang digunakan. Pembangunan Disney hongkong ini tentu saja akan sangat menguntungkan dan pembangunan  ini merupakan perwujudan dari modernisasi pariwisata Hongkong.
2.      Singapore haw far villa
Singapore haw far villa didirikan oleh AW bersaudara pada tahun 1937, dan dikenal sebagai kebun balsem harimau, kekayaan keluarga itu dihasilkan dari nama perusahaan itu. sebagai tambahan terhadap rumahnya sendiri, yang dirobohkan setelah perang dunia yang kedua, terkenal sebagai suatu colletion tentang pajangan dan patung yang hebat dengan diwarnai berbagai ilustrasi cerita dari  dongeng-dongeng china dan  mitos pergaulan agama dan percampuran ideologi. sebanyak 1000 figur dan 150 peremajaan telah diperbaharui antar tahun  1937 dan 1954, ini dimaksudkan untuk mengabarkan pelajaran moral dan mempromosikan nilai-nilai kebaikan di atas kejahatan dan sikap baik pada orangtua,
Dari waktu ke waktu, kebun ini dilalaikan dan ketinggalan jaman, harapan keluarga pada tahun 1985 memberikan status bahwa kebun itu bisa difungsikan kembali. Kebun ini mempunyai nilai yang potensial untuk menjadi suatu atraksi, sehingga singapore memungut sewa dari sector ini. pihak swasta memiliki tander untuk prakarsa yang mengkombinasikan pengembangan kembali dan pemeliharaan lokasi ini. taman membuka kembali faasilitas seperti dunia ular naga pada tahun 1990 setelah mengalami perbaika. fasilitas modern seperti teater dalam rumah, permainan air, sepanjang 60 meter yang berbentuk ular naga berupa suatu perahu. toko pengecer menyediakan berbagai makanan, semua fasilitas yang ditambahkan, itu merupakan hasil perkawinan teknologi modem dan chinesse yang tradisional dengan harga tiket masuk sebesar S$11 yang naik menjadi S$16,5.
Suatu konsultan mengangkat Suatu penawaran proyek untuk membantu proses konsolidasi melalui perencanaan ruang, seni taman dan aspek lain infrastruktur. penawaran lain pada awal tahun 2001 akan mencari operator untuk mengatur taman mengontrak, membuka kembali pada awal 2002. Bagaimanapun, [itu] telah diungkapkan April 2001 yang suatu operator baru ( Manajemen Dunia Timur Pte Ltd) akan pemeliharaan [itu] membuka dan menawarkan pintu masuk cuma-cuma. Renovasi oleh craftsmen akan diselesaikan melalui langkah-langkah dengan meminimum  hal-hal yang tidak menyenangkan pengunjung.
Menurut STB , atraksi akan  diposisikan sebagai tempat di mana pengunjung dapat:
Belajar tentang Warisan/Pusaka Cina Dan Mitologi, dibandingkan sebagai Pertunjukan Western-styled . Tantangan kami adalah untuk memikat lebih banyak pengunjung pada taman ini sehingga mereka dapat menghargai bagaimana berharganya taman sebagai asset budaya yang memberi pengertian yang mendalam tidak hanya ke dalam Mitologi Cina, tetapi juga ke dalam hidup  ketika taman itu dibangun. ( STB, 2001)
Kesimpulan
Explorasi mengembangkan atraksi di Hong Kong Dan Singapura mengungkapkan sebagian dari permasalahan dan semua tujuan mengejar pengenalan dan pertumbuhan suatu industri turisme yang kompetitif, menunjukkan ke perubahan internal dan eksternal. Hong Kong Dan Singapura sudah menjawab tantangan yang dihadapi dengan  penerapan strategi turisme dapat diperbandingkan dalam kaitan dengan peningkatan produk, inovasi dan pemasaran, mengarahkan pada keunggulan yang serupa sebagai suatu Tujuan Kota besar Asia, dengan jenis atraksi serupa. Kebijakan diikuti dengan  para agen turisme, dengan aktif yang didukung oleh pemerintah.
Bagian ini telah menunjukkan bahwa promosi atraksi warisan/pusaka tidaklah didikte oleh ekonomi sendiri. Warisan/Pusaka Atraksi adalah explorasi, penemuan dan ungkapan nasional sebagai identitas budaya. Maksud dari identitas dan warisan/pusaka dari yang itu sebagai status bertindak sebagai suatu pengambil-keputusan dari berbagai hal penafsiran, presentasi dan konservasi . Turisme dengan begitu menjadi suatu medium untuk transmisi , Hong Kong Dan Singapura menggambarkan sebagian dari proses ini, seperti halnya hal-hal penting hubungan antara identitas, warisan/pusaka dan turisme. Pengunjung Warisan/Pusaka Atraksi sudah menjadi suatu isu politis di dalam penempatan kedua-duanya, seperti halnya di tempat lain di (dalam) daerah, dan bab ini menyatakan bahwa . atraksi terbaik dipelajari dan dipahami mereka.di dalam konteks sosial dan politis yang lebih luas.




BAB III
KESIMPULAN
3.1  Kesimpulan

Lingkungan ekonomi dunia sangat berpengaruh dalam proses perkembangan ekonomi internasional baik itu berdampak pada perkembangan pasar, neraca pembayarannya, hukumnya dan lain sebagai nya. Sehingga mengalami penaikan dan penurunan.







DAFTAR PUSTAKA